Masuk ke Mobil Tahanan, Nadiem Sampaikan Belasungkawa untuk Affan

Crime89 Dilihat

MENGENAKAN rompi tahanan Kejaksaan Agung, Nadiem Makarim keluar dari gedung Pidana Khusus Kejaksaan Agung pada Kamis, 4 September 2025. Mantan Mendikbudristek tersebut ditetapkan sebagai tersangka kelima di kasus korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek.

Di sela banyaknya pertanyaan yang dilemparkan wartawan kepadanya sembari berjalan ke mobil tahanan, ayah empat anak itu menyempatkan untuk menyampaikan bela sungkawa kepada pengemudi ojek online, Affan Kurniawan.

Affan meninggal setelah dilindas mobil rantis Brimob Polda Metro Jaya saat hendak membubarkan demonstran di DPR RI pada 28 Agustus 2025. “Bela sungkawa saya kepada kepada Affan dan ojol-ojol,” ujar dia, Kamis, 4 September 2025.

Affan Kurniawan tewas dilindas rantis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 28 Agustus 2025. Saat itu, dia tengah mengantarkan pesanan makanan sehingga harus menerobos kerumunan demonstran.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, Affan sempat terjatuh sebelum akhirnya dilindas rantis tersebut. Sejumlah saksi mata menyatakan Affan saat itu hendak mengambil telepon selulernya yang terjatuh. Kematian Affan Kurniawan menyebabkan gelombang demonstrasi besar-besaran terhadap kepolisian.

Nadiem adalah pendiri Gojek. Perusahaan tersebut didirikan oleh Nadiem pada 2010. Affan adalah salah-satu driver di perusahaan itu. Sejak 2021, perusahaan ini merger dengan Tokopedia menjadi PT GoTo Gojek Tokopedia.

Hari ini, Nadiem menjadi tersangka pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek. Perusahaan yang didirikannya juga tengah disidik oleh Kejagung. Penyidik tengah menelisik, apakah ada keterkaitan antara investasi Google ke Gojek dengan dipilihnya Chromebook sebagai barang pengadaan untuk program digitalisasi Kemendikbudristek di era Nadiem menjabat sebagai menteri. Chromebook adalah produk Google.

“Penyidik pada hari ini kembali menetapkan satu orang tersangka dengan inisial NAM selaku Mendikbudristek periode 2019-2024,” ujar Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Nurcahyo Jungkung Madyo dalam konferensi pers di gedung Pidsus Kejagung, Kamis, 4 September 2025.

Jaksa menuding, Nadiem melakukan kesepakatan dengan pihak Google agar Chromebook terpilih. Setelah kesepakatan dibuat, Nadiem bersama empat tersangka lain dituding bekerja sama agar Chromebooklah yang jadi pilihan pengadaan di Kemendikbudristek.

Penyidik menelisik investasi Google ke PT GoTo Gojek Tokopedia pada 2020. Gojek adalah perusahaan yang didirikan oleh Nadiem. Perusahaan tersebut bermerger dengan Tokopedia pada 2021. Penyidik menelusuri apakah dipilihnya Chromebook berkaitan dengan investasi Google ke Gojek.

Nilai pengadaan untuk program digitalisasi ini mencapai Rp 9,3 triliun untuk periode 2019-2022. Namun tidak semua uang itu untuk pembelian Chromebook. Sumber dananya juga terbagi dua, dari Dana Alokasi Khusus dan APBN. Dari total uang pengadaan itu, jumlah laptop Chromebook yang diadakan adalah 1,2 juta laptop.

Pilihan Editor: Investasi Google di Gojek Sebelum Nadiem Makarim Membeli Chromebook