Dibukakan Gerbang DPR, Jerome Polin hingga Andovi Da Lopez Serahkan Tuntutan Rakyat 17+8

Politics175 Dilihat

Situs Wanita – Gelombang aspirasi masyarakat kembali menggema di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (4/9/2025).

Sejumlah figur publik dan content creator populer seperti Jerome Polin, Andovi da Lopez, Jovial da Lopez, hingga Ferry Irwandi hadir langsung untuk menyerahkan dokumen “Tuntutan Rakyat 17+8” kepada wakil rakyat.

Baca juga: Lawan Rasa Takut, Jerome Polin Akhirnya Turun ke Jalan demi Suarakan Tuntutan Rakyat

Aksi ini berlangsung di depan Gerbang Pancasila, Senayan, yang menjadi titik kumpul massa demonstrasi sejak beberapa hari terakhir.

Setelah melalui dialog, gerbang DPR akhirnya dibuka, dan rombongan perwakilan masyarakat diperbolehkan masuk untuk menyerahkan tuntutan secara simbolis.

Baca juga: Orasi di DPR, Abigail Limuria, Andovi da Lopez, dan Fathia Izzati Desak Realisasi 17+8 Tuntutan Rakyat

Dokumen aspirasi rakyat tersebut diterima langsung oleh dua anggota DPR RI, yakni Andre Rosiade (Wakil Ketua Komisi VI) dan Rieke Diah Pitaloka.

“Terima kasih, mana spidolnya, saya akan tanda tangan sebagai bukti serah terimanya,” ujar Andre Rosiade, seperti dikutip dari KompasTV.

Baca juga: Isi Tuntutan Rakyat 17+8 yang Dirangkum Jerome Polin hingga Andovi Da Lopez

Rieke Diah Pitaloka yang turut hadir mendampingi juga menandatangani surat serah terima itu. Ia menegaskan bahwa isi tuntutan akan dibawa ke pimpinan DPR.

“Terima kasih untuk seluruh rakyat dan seluruh jaringan yang telah menyampaikan Tuntutan Rakyat 17+8. Akan kami sampaikan kepada pimpinan. Sebelumnya saya juga turut berduka cita atas jatuhnya korban,” kata Rieke Diah Pitaloka.

Baca juga: Jerome Polin Ungkap Pengalaman Pertama Ikut Aksi Demo

Apa Itu Tuntutan Rakyat 17+8?

Tuntutan Rakyat 17+8 merupakan rangkuman 25 poin aspirasi publik yang mencuat dalam gelombang demonstrasi sejak akhir Agustus 2025.

Angka 17 merujuk pada isu besar seperti tuntutan pencabutan tunjangan DPR Rp50 juta per bulan, transparansi anggaran, jaminan kesehatan, pendidikan, serta perbaikan tata kelola negara.

Sementara angka 8 adalah poin-poin tambahan, termasuk evaluasi kinerja aparat keamanan, penghentian kekerasan terhadap demonstran, hingga penegakan hukum yang adil.

Dokumen ini dianggap sebagai simbol keresahan rakyat yang semakin meluas, terutama setelah aksi protes di berbagai daerah memakan korban jiwa.

Hingga awal September 2025, setidaknya 9 orang meninggal dunia akibat bentrokan antara demonstran dan aparat.

Kehadiran figur publik seperti Jerome Polin dan Andovi da Lopez dalam penyerahan tuntutan menandakan bahwa keresahan tersebut tidak hanya datang dari kelompok aktivis, melainkan juga digaungkan oleh kalangan muda, akademisi, hingga kreator konten dengan jutaan pengikut.