ABK TB Patria Tewas Saat Berlayar, Tim SAR Evakuasi Korban

Berita269 Dilihat

Tim SAR Gabungan Berhasil Menyelamatkan Jenazah ABK Kapal TB Patria 3

Tim SAR Gabungan berhasil melakukan evakuasi satu orang ABK (Anak Buah Kapal) dari kapal Tug Boat Patria 3 yang meninggal saat berlayar di perairan laut Jawa. Kejadian ini terjadi di wilayah Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamarnya ketika kapal sedang berlayar dari Bojonegoro menuju Kumai.

Pada Kamis (16/10/2025), Andi Haeran, seorang laki-laki berusia 52 tahun dan menjabat sebagai Kepala Kamar Mesin (KKM) Tug Boat Patria 3, ditemukan meninggal di dalam kamarnya. Saat itu, kapal sedang dalam perjalanan dari Bojonegoro ke Kumai. Informasi mengenai kematian Andi langsung dilaporkan oleh rekan korban kepada Kapten Kapal TB Patria 3, Abdul Gafur. Setelah mendapatkan informasi tersebut, Kapten Kapal segera melakukan isolasi tempat kejadian. Pada saat itu, posisi kapal masih berada di tengah laut Jawa dan jauh dari dermaga, sehingga memperumit proses evakuasi.

Pada Sabtu (18/10), Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA. Ketut Alit Supartana, memberangkatkan personel Pos SAR Pangkalan Bun menuju lokasi kejadian untuk melakukan intercept terhadap TB Patria 3. Pukul 16:25 WIB, Tim SAR Gabungan berangkat dari Pelabuhan Kumai menggunakan Tug Boat milik PT. Delang Makmur Jaya. Proses pencarian memakan waktu sekitar 5 jam hingga akhirnya tim tiba di titik pertemuan yang telah ditentukan. Setelah itu, jenazah almarhum dibawa ke Pelabuhan Kumai.

Tim SAR Gabungan tiba di Pelabuhan Panglima Utar Kumai pada dini hari tanggal 19 Oktober pukul 02:40 WIB. Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Imanuddin Pangkalan Bun. Koordinator Lapangan Basarnas, Mahdi, menjelaskan bahwa proses evakuasi ini berhasil berkat sinergi yang baik antar lembaga pemerintah dan pihak perusahaan.

Partisipasi Berbagai Instansi dalam Evakuasi

Menurut Alit, unsur SAR yang terlibat dalam proses evakuasi mencakup beberapa instansi, antara lain:
* Tim Rescue Pos SAR Pangkalan Bun
* Pos AL Kumai
* Inafis Polres Kotawaringin Barat
* Dit Polairud Kotawaringin Barat
* KPLP Kumai
* Perwakilan Perusahaan

Proses evakuasi ini menjadi contoh pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menangani situasi darurat di laut. Dengan adanya koordinasi yang baik, keberhasilan evakuasi dapat dicapai meskipun situasi secara teknis cukup rumit.

Evakuasi ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dan perusahaan dalam memastikan keselamatan para ABK serta pengambilan langkah-langkah yang tepat dalam menghadapi kejadian tak terduga. Dengan demikian, proses penanganan kematian ABK di laut dapat dilakukan dengan cepat dan efektif, sehingga tidak menimbulkan dampak lebih lanjut terhadap keluarga korban maupun lingkungan sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *