Waspada 4 Penyakit Saat Musim Hujan

Berita280 Dilihat

Musim Hujan dan Ancaman Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Musim hujan, seperti yang terjadi pada liburan akhir tahun ini, perlu diwaspadai oleh masyarakat. Saat musim hujan, mikroorganisme penyakit bisa dengan mudah menyebar dan menyerang manusia. Oleh karena itu, menjaga stamina tubuh menjadi penting agar tetap sehat dan bugar. Dengan kondisi tubuh yang prima selama musim hujan, seseorang dapat terhindar dari berbagai penyakit yang mengintai.

Berikut adalah beberapa penyakit yang perlu diwaspadai saat musim hujan:

  • Influenza

    Virus influenza menyebar melalui cairan tubuh seperti ingus atau air liur. Gejala umumnya meliputi batuk, pilek, sakit tenggorokan, rasa lelah, lesu, mual, muntah, diare, dan demam hingga 38 derajat Celsius.

  • Demam Berdarah (DBD)

    Penyakit ini disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Gejalanya termasuk sakit kepala, demam mendadak, nyeri belakang bola mata, mual, pendarahan seperti mimisan atau gusi berdarah, serta kemerahan pada permukaan tubuh. Pencegahan DBD yang paling efektif adalah pemberantasan sarang nyamuk dengan metode 3M Plus.

  • Diare

    Penyakit diare bisa muncul akibat mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit seperti E. Coli, Salmonela, atau Shigella. Gejalanya meliputi dehidrasi, kelelahan, kulit kering, pusing, dan sering buang air besar. Menjaga kebersihan melalui perilaku hidup bersih dan sehat adalah langkah utama untuk mencegah diare.

  • Leptospirosis

    Penyakit ini ditularkan melalui kencing tikus. Penularannya bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir, mata, hidung, kulit luka, atau makanan. Gejalanya antara lain menggigil, batuk, diare, demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, mata merah, dan tidak nafsu makan.

Selain ancaman kesehatan, banjir juga menjadi hal yang perlu diperhatikan saat musim hujan. Curah hujan tinggi, luapan sungai, dan sistem drainase yang tidak memadai sering kali menyebabkan genangan air di berbagai wilayah, termasuk DKI Jakarta.

Faktor-Faktor yang Menyebabkan Banjir di Jakarta

Beberapa faktor yang membuat Jakarta rentan terkena banjir antara lain:

  • Hujan dengan intensitas tinggi
  • Luapan sungai lokal
  • Sistem drainase yang tidak mampu menangani volume air
  • Kondisi geografis Jakarta yang berada di dataran rendah dengan aliran sungai besar
  • Pola curah hujan ekstrem

Banjir menjadi ancaman yang terus membayangi kehidupan warga perkotaan. Untuk mengurangi risiko tersebut, salah satu upaya yang dinilai efektif adalah pembangunan sumur resapan.

Sumur Resapan sebagai Solusi Pengendalian Banjir

Sumur resapan membantu mengoptimalkan infiltrasi air hujan ke dalam tanah, sehingga mengurangi beban genangan air permukaan sekaligus membantu mengisi ulang air tanah. Regulasi seperti Peraturan Gubernur DKI Jakarta mewajibkan pengembangan sumur resapan dalam setiap pembangunan kawasan baru.

Dalam rangka mendukung upaya mitigasi banjir, Holywings Peduli, program CSR dari Holywings Group, telah melakukan gerakan nyata di Kelurahan Karet Kuningan, Jakarta Selatan. Salah satu inisiatif mereka adalah pemberian mesin bor untuk digunakan dalam pembuatan sumur resapan di wilayah tersebut. Pemberian mesin bor ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan sumur resapan, sebuah solusi praktis untuk memaksimalkan penyerapan air hujan dan mengurangi potensi genangan saat musim hujan.

Kolaborasi untuk Mencegah Banjir

Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli Andrew Susanto menilai bahwa persoalan banjir di Jakarta merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Ia berharap kegiatan ini bisa mendukung upaya pencegahan banjir secara berkelanjutan. “Inisiatif ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus hadir dan berkontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Andrew Susanto.

Lurah Karet Kuningan, Istambul Afrikana, mengapresiasi dukungan ini. Fasilitas seperti mesin bor diharapkan dapat membantu mengurangi risiko genangan dan banjir di wilayah tersebut. “Pemerintah kelurahan menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *