Waspadai Masalah Kesehatan Saat Travelling

Berita83 Dilihat



Liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) sering menjadi waktu yang dinantikan oleh masyarakat untuk melakukan perjalanan. Namun, liburan juga bisa membawa risiko kesehatan yang tidak terduga. Dari kecemasan sebelum berangkat hingga gangguan tidur setelah tiba di tempat tujuan, para pelancong perlu waspada terhadap berbagai potensi masalah kesehatan selama musim liburan. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Kecemasan dan Kondisi Medis Sebelum Perjalanan

Perjalanan sering kali mengganggu rutinitas harian dan memaksa seseorang menghadapi situasi yang tidak terduga. Hal ini dapat memicu rasa cemas, bahkan sebelum perjalanan dimulai. Ketakutan terhadap penerbangan, ketidaknyamanan di ruang sempit, atau khawatir kondisi medis memburuk selama perjalanan adalah faktor umum yang menyebabkan kecemasan.

Kecemasan berlebih juga dapat memengaruhi kualitas tidur dan memperparah gejala jet lag. Dalam beberapa kasus, seseorang bisa mengalami hiperventilasi dengan gejala seperti nyeri dada, sesak napas, kejang otot, atau kesemutan di lengan dan mulut. Membawa pendamping perjalanan yang berpengalaman bisa membantu meredakan kecemasan tersebut.

Selain faktor psikologis, kondisi medis tertentu juga memerlukan perhatian khusus sebelum bepergian. Penderita penyakit jantung, gangguan paru-paru, diabetes, atau kondisi kronis lainnya disarankan berkonsultasi dengan dokter, terutama jika perjalanan melibatkan dataran tinggi atau aktivitas fisik yang menegangkan. Hal ini juga berlaku bagi perempuan hamil, terutama yang mendekati waktu persalinan.

2. Mabuk Perjalanan dan Risiko Gumpalan Darah

Selama perjalanan, beberapa gangguan kesehatan bisa muncul. Salah satunya adalah mabuk perjalanan, yang sering terjadi saat menggunakan mobil, kereta, pesawat, atau kapal laut. Gejalanya meliputi mual, muntah, pusing, dan keringat berlebih.

Untuk mengurangi risiko mabuk perjalanan, disarankan membatasi konsumsi makanan berat dan alkohol, fokus pada objek diam atau cakrawala, serta memastikan sirkulasi udara baik. Obat-obatan tertentu juga bisa membantu, meski memiliki efek samping.

Masalah lain yang tidak kalah serius adalah risiko pembekuan darah akibat duduk terlalu lama. Gumpalan darah bisa terbentuk di pembuluh darah kaki atau panggul. Dalam kondisi tertentu, gumpalan ini bisa berpindah ke paru-paru, yang dikenal sebagai emboli paru. Gejalanya termasuk kram, pembengkakan, dan perubahan warna pada betis dan kaki.

Risiko ini bisa diminimalkan dengan sering mengubah posisi duduk, menggerakkan kaki secara berkala, mencukupi asupan cairan, serta berjalan dan melakukan peregangan setiap satu hingga dua jam.

3. Ancaman Infeksi Selama Liburan

Pelancong juga perlu waspada terhadap risiko infeksi yang bisa terjadi selama perjalanan. Banyak orang khawatir membawa pulang flu atau infeksi lain setelah liburan, terutama saat berkumpul dengan keluarga.

Meski penyebaran infeksi di pesawat atau kapal pesiar sering menjadi sorotan, kasusnya relatif jarang. Namun, penyakit seperti influenza dan diare tetap perlu diwaspadai. Untuk mengurangi risiko, disarankan memastikan imunisasi lengkap serta rutin mencuci tangan atau menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol.

4. Jet Lag Setelah Tiba di Tujuan

Gangguan tidur atau jet lag umum dialami oleh wisatawan yang melintasi lebih dari tiga zona waktu dalam waktu singkat, terutama melalui perjalanan udara. Kondisi ini jarang terjadi pada perjalanan darat atau laut karena tubuh punya waktu untuk menyesuaikan diri.

Gejala jet lag meliputi kelelahan, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, insomnia, dan perubahan suasana hati. Pelancong yang menuju arah barat cenderung bangun lebih pagi dari biasanya, sedangkan perjalanan ke arah timur membuat seseorang sulit tidur lebih awal. Paparan sinar matahari pagi dan menghindari tidur siang bisa membantu tubuh beradaptasi lebih cepat.

Perencanaan Jadi Kunci Menjaga Kesehatan

Menjaga kesehatan selama liburan sejatinya dimulai dari perencanaan yang matang. Pelancong disarankan membawa salinan dokumen medis penting, obat-obatan pribadi, serta perlengkapan kesehatan dasar untuk mengantisipasi gangguan selama perjalanan. Perencanaan sejak dini dinilai menjadi langkah penting agar liburan tetap aman, nyaman, dan bebas dari masalah kesehatan yang tidak diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *