Studi: Kehidupan di Wilayah Panas Mempercepat Penuaan Tubuh

News279 Dilihat

Pengaruh Iklim terhadap Penuaan Sel

Iklim tempat tinggal seseorang dapat memengaruhi seberapa cepat tubuh menua pada tingkat sel. Sebuah studi menunjukkan bahwa orang-orang yang tinggal di wilayah dengan suhu ekstrem lebih sering menunjukkan tanda penuaan sel lebih cepat dibandingkan mereka yang tinggal di daerah sejuk. Penelitian ini, yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances, mengungkap bahwa paparan panas ekstrem yang terus-menerus dapat mempercepat usia biologis seseorang hingga lebih dari satu tahun.

Perubahan iklim telah menyebabkan peningkatan frekuensi suhu ekstrem di dunia. Di Indonesia, misalnya, tahun 2024 menjadi salah satu tahun terpanas dengan nilai anomali sebesar 0,8 derajat Celsius. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit jantung, gangguan ginjal, dan kematian dini, terutama pada lansia. Efek panas ekstrem tidak selalu langsung terlihat, tetapi kerusakannya bisa terjadi diam-diam di dalam tubuh, jauh sebelum muncul gejala penyakit.

Panas dan Penuaan di Tingkat DNA

Tim peneliti menganalisis sampel darah dari 3.679 orang berusia 56 tahun ke atas selama enam tahun. Mereka meneliti perubahan epigenetik, yaitu proses “menyalakan” atau “mematikan” gen melalui metilasi DNA. Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang tinggal di kota-kota panas seperti Phoenix, Tucson, dan Miami mengalami penuaan sel hingga 14 bulan lebih cepat dibanding mereka yang hidup di wilayah lebih sejuk. Perbedaan ini tetap terlihat bahkan setelah mempertimbangkan gaya hidup, tingkat aktivitas, dan kondisi ekonomi.

Panas ekstrem diduga memicu stres seluler dan peradangan, yang kemudian mengubah pola metilasi DNA. Perubahan ini bisa membuat beberapa gen aktif atau nonaktif, dan pada akhirnya mempercepat proses penuaan di seluruh tubuh. Meski begitu, para ahli menekankan bahwa penelitian ini hanya menunjukkan hubungan, bukan penyebab pasti. Bisa jadi, perubahan genetik tersebut justru merupakan bentuk adaptasi tubuh terhadap panas, bukan tanda kerusakan.

Dampak Cuaca Panas terhadap Kesehatan

Jumlah panas yang tersimpan dalam tubuh manusia ditentukan oleh kombinasi dari:

  • Ketidakmampuan tubuh untuk menghilangkan panas yang dihasilkan secara internal dari proses metabolisme akibat tekanan panas lingkungan (misalnya suhu tinggi, kelembapan tinggi, angin rendah, radiasi panas tinggi).
  • Pakaian yang menciptakan penghalang bagi pelepasan panas.
  • Penyerapan panas dari lingkungan luar.

Ketidakmampuan tubuh untuk mengatur suhu internal dan menghilangkan panas dalam kondisi tersebut meningkatkan risiko kelelahan akibat panas (heat exhaustion) dan sengatan panas (heatstroke). Upaya tubuh untuk mendinginkan diri juga memberi tekanan tambahan pada jantung dan ginjal. Akibatnya, suhu ekstrem dapat memperburuk risiko kesehatan dari penyakit kronis (kardiovaskular, mental, pernapasan, dan terkait diabetes) serta menyebabkan cedera ginjal akut.

Kematian dan rawat inap yang dipicu oleh cuaca panas ekstrem dapat terjadi dengan cepat (pada hari yang sama atau beberapa hari setelahnya), sehingga intervensi juga harus dilakukan segera ketika peringatan panas dikeluarkan. Panas juga dapat mengganggu dan melemahkan layanan kesehatan penting, misalnya akibat pemadaman listrik atau gangguan transportasi. Panas menurunkan produktivitas kerja dan meningkatkan risiko kecelakaan. Sangat sulit menyelesaikan pekerjaan atau kegiatan belajar dalam cuaca yang sangat panas, dan gelombang panas dapat menyebabkan sekolah maupun institusi lain ditutup. Gelombang panas juga dapat dikaitkan dengan peristiwa polusi udara berbahaya.

Cara Melindungi Diri dari Cuaca Panas Ekstrem

Berikut tips untuk melindungi diri dari cuaca panas ekstrem:

  • Hindari panas

    Jangan keluar rumah atau melakukan aktivitas berat pada saat suhu terpanas pada siang hari. Tetap berada di tempat teduh. Ingat bahwa suhu yang dirasakan di bawah sinar matahari bisa 10–15 derajat Celsius lebih tinggi. Luangkan waktu 2–3 jam sehari di tempat yang sejuk. Waspadai risiko tenggelam. Jangan pernah berenang sendirian. Ikuti informasi resmi tentang peringatan panas.

  • Jaga rumah tetap sejuk

    Gunakan udara malam untuk mendinginkan rumah dengan membuka jendela setelah gelap, ketika suhu luar lebih rendah daripada suhu dalam ruangan. Pada siang hari, ketika suhu luar lebih tinggi daripada dalam ruangan, tutup jendela dan pasang tirai atau penutup untuk menghalangi sinar matahari langsung. Matikan sebanyak mungkin perangkat listrik. Gunakan kipas angin listrik hanya ketika suhu di bawah 40 derajat Celsius. Pada suhu di atas 40 derajat Celsius, kipas justru dapat membuat tubuh makin panas. Kalau pakai AC, atur suhu pada 27 derajat Celsius dan nyalakan kipas angin listrik. Ini akan membuat ruangan terasa 4 derajat Celsius lebih sejuk. Cara ini juga dapat menghemat listrik.

  • Jaga tubuh tetap sejuk dan terhidrasi

    Gunakan pakaian dan seprai yang ringan serta longgar. Mandi atau berendam dengan air sejuk. Basahi kulit dengan kain lembap, semprotan air, atau pakaian tipis yang dibasahi. Minum air secara teratur (1 gelas per jam dan setidaknya 2–3 liter per hari). Secara rutin periksa kondisi orang-orang rentan di sekitar kamu, terutama yang berusia di atas 65 tahun, punya penyakit jantung, paru, ginjal, disabilitas, atau yang tinggal sendirian.

  • Lindungi bayi dan anak-anak

    Jangan pernah meninggalkan anak-anak atau hewan peliharaan di dalam kendaraan yang terparkir walaupun sebentar, karena suhu bisa dengan cepat menjadi sangat berbahaya. Hindari paparan langsung sinar matahari pada jam-jam terpanas, usahakan berada di tempat teduh atau di dalam ruangan. Tempat teduh bisa membuat suhu terasa lebih rendah hingga 10 derajat Celsius. Jangan menutup kereta dorong bayi dengan kain kering karena dapat membuat suhu di dalamnya lebih panas. Gunakan kain tipis yang dibasahi dan basahi ulang jika perlu untuk menurunkan suhu. Bisa dikombinasikan dengan kipas portabel agar lebih sejuk. Pakaikan anak dengan pakaian ringan, longgar, yang menutupi kulit. Gunakan juga topi lebar, kacamata hitam, dan tabir surya untuk melindungi dari sinar matahari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *