Risiko Kesehatan Akibat Kurang Tidur 7 Jam Sehari

Berita46 Dilihat

Masyarakat yang berusia 18 hingga 40 tahun disarankan untuk tidur selama 7 hingga 8 jam sehari. Namun, kesibukan yang sering dialami oleh orang-orang di usia produktif membuat waktu istirahat sering kali terabaikan, sehingga mengakibatkan kurang tidur.

Kurang tidur kronis tidak hanya membuat seseorang merasa lelah, tetapi juga dapat memicu kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko obesitas serta diabetes tipe 2. Tidur kurang dari tujuh jam semalam dapat mengganggu hormon-hormon penting, mengganggu keseimbangan glukosa, dan mengganggu penyerapan serta pemanfaatan nutrisi oleh tubuh, yang akhirnya memengaruhi segalanya mulai dari nafsu makan hingga metabolisme.

Seorang ahli anestesi dan spesialis pengobatan nyeri intervensional di India, Kunal Sood, menjelaskan hubungan antara kurang tidur, obesitas, dan diabetes tipe 2. Menurutnya, tidur kurang dari 6 hingga 7 jam dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam mengelola gula darah dan nafsu makan.

Berikut beberapa masalah kesehatan yang dapat muncul akibat kurang tidur:

Resistensi Insulin

Kurang tidur tidak hanya mengganggu hormon, tetapi juga memengaruhi cara otot menyerap dan memproses glukosa. Menurut Sood, beberapa malam dengan tidur empat hingga lima jam dapat mengurangi penyerapan glukosa otot, meningkatkan produksi glukosa hati, dan menekan sekresi insulin. “Tidur yang kurang juga meningkatkan kortisol, peradangan, dan aktivitas simpatis, yang memicu resistensi insulin,” ujarnya.

Penumpukan Lemak

Sood menjelaskan bahwa kurang tidur meningkatkan kadar ghrelin, hormon lapar, sekaligus menurunkan kadar leptin, yang menandakan rasa kenyang. Hal itu membuat seseorang lebih ingin mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan lemak. “Studi terkontrol menunjukkan asupan kalori meningkat sekitar 20 persen ketika tidur terbatas, yang sering kali menyebabkan penumpukan lemak visceral dan memperburuk kontrol glukosa,” katanya.

Obesitas dan Diabetes Tipe 2

Orang yang sering tidur kurang dari enam jam semalam memiliki risiko 28 persen lebih tinggi terkena diabetes tipe 2, disertai kemungkinan kenaikan berat badan yang lebih besar. “Kurang tidur mengganggu jam sirkadian di hati, otot, dan jaringan adiposa, yang memperparah resistensi insulin dan disregulasi nafsu makan.”

Ia menambahkan, intinya kurang tidur mengubah hormon, meningkatkan rasa lapar, dan mengganggu kontrol glukosa. Hal itu merupakan faktor risiko tersembunyi untuk obesitas dan diabetes. Oleh karena itu, menjaga kualitas tidur menjadi sangat penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *