Pestapora Geger! 30+ Musisi Mundur, Kiki Ucup Minta Maaf

Entertainment123 Dilihat

JAKARTA – Panggung festival musik Pestapora 2025 tengah menghadapi guncangan besar setelah lebih dari 30 musisi ternama memutuskan untuk mundur dari jadwal penampilan. Keputusan drastis ini dipicu oleh keterlibatan perusahaan tambang raksasa, PT Freeport Indonesia, sebagai sponsor utama acara. Kontroversi yang meluas ini akhirnya memaksa Direktur Festival Pestapora, Kiki Aulia Ucup, untuk menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada publik dan seluruh pihak yang terdampak. Berbagai berita terkini seputar dunia hiburan dan peristiwa penting lainnya dapat diakses di situswanita.com.

Permintaan Maaf Resmi dan Pemutusan Kontrak Sponsor

Menanggapi gelombang protes dari para musisi dan masyarakat, Direktur Pestapora, Kiki Aulia Ucup, merilis video permintaan maaf resmi melalui akun Instagram Pestapora pada Sabtu (6/9/2025). Dalam pernyataannya, Ucup secara tegas mengakui kelalaian pihak penyelenggara dalam menempuh langkah kerja sama dengan PT Freeport Indonesia. Ia memastikan bahwa keputusan pemutusan kontrak sponsor telah dilakukan, dan yang terpenting, tidak ada sepeser pun dana yang mengalir dari PT Freeport Indonesia ke festival tersebut. “Saya sekali lagi meminta maaf atas kelalaian kami dalam menempuh langkah untuk bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia,” kata Ucup. Ia juga menegaskan bahwa kehadiran Freeport tidak akan lagi ditemukan pada penyelenggaraan hari kedua dan ketiga, serta segala implikasi dari kejadian ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pestapora 2025.

Soliditas Musisi dan Tekanan di Balik Layar

Keputusan Pestapora untuk mengeluarkan sponsor Freeport mendapat apresiasi dari banyak pihak, termasuk Farid Stevy dari grup FSTVLST. Farid menyoroti betapa besar tekanan yang dirasakan oleh semua pihak, baik musisi maupun penyelenggara. “Mereka mendengar kita semuanya, mereka mengambil keputusan seperti yang kita desak adalah tendang Freeport dari Pestapora. Dan mereka lakukan,” ujar Farid, yang mengakui bahwa keputusan ini memiliki konsekuensi besar. Ia bahkan membandingkan skala tantangan ini dengan sesuatu yang setara dengan “level penjara,” mengindikasikan beratnya konsekuensi dan kompleksitas situasi yang dihadapi, sekaligus menunjukkan soliditas komunitas musisi dalam menyuarakan sikap.

Inisiatif Diskusi Musisi di Earhouse: Momen Kesepakatan Bersama

Sebelum keputusan penting itu diambil, Farid Stevy menceritakan inisiatif diskusi antar musisi yang berlangsung di Earhouse, studio milik Endah dan Rhesa. Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah nama besar seperti Iga Massardi, Hindia, dan .Feast, yang bersama-sama mencari solusi atas kontroversi sponsorship ini. “Dalam kurun waktu semalam, teman-teman musisi berdiskusi. Kami berupaya untuk mencari solusi atas ini. Kita berkumpul di Earhouse tempatnya Mbak Endah,” tutur Farid. Hasil dari diskusi intensif ini adalah desakan kuat agar Freeport segera dikeluarkan dari platform festival, sebuah desakan yang pada akhirnya direspons positif oleh pihak penyelenggara. Farid juga menegaskan bahwa, meskipun ada yang memilih mundur, setiap keputusan adalah hak prerogatif masing-masing band atau entitas, mengedepankan kebebasan berekspresi sebagai nilai utama dalam ekosistem musik.

Daftar Musisi yang Memilih Mundur dan Mereka yang Tetap Bersuara

Sebagai bentuk nyata dari protes, lebih dari 30 musisi dan band dari berbagai genre dan latar belakang memutuskan untuk menarik diri dari daftar penampil Pestapora 2025. Di antara nama-nama yang paling mencuat adalah Hindia, .Feast, The Panturas, Sukatani, Banda Neira, dan Petra Sihombing. Daftar panjang musisi yang mundur juga mencakup Leipzig, Durga, Xin Lie; Kelelawar Malam, Negatifa, Rebellion Rose, Rekah, Ornament, The Jeblogs, Rrag, Pelteras; Kenya, Swellow, Navicula, The Cottons, Tarrkam, Centra HC, Keep It Real; Bilal Indrajaya, Skandal, Reruntuh, Cloudburst, Filler, Tribute to Barefood, White Chorus, Morad, Poris, Toxicdev, dan Testpack. Beberapa di antaranya bahkan mengambil langkah unik, seperti Rebellion Rose yang mengembalikan honor tampil dan memilih menggelar orasi sebagai bentuk pernyataan sikap alih-alih tampil di panggung festival Pestapora.

Di sisi lain, sejumlah musisi memilih untuk tetap tampil di Pestapora, namun dengan menyuarakan keprihatinan mereka terhadap isu lingkungan dan sikap pemerintah di tengah kondisi Indonesia. Mereka yang tetap hadir adalah Kunto Aji, Barasuara, Slank, Sal Priadi, Nadin Amizah, dan Sheila On 7, yang penampilannya disambut antusias oleh Sheila Gank. Pilihan ini menunjukkan spektrum respons dari industri musik terhadap isu sosial dan lingkungan, di mana setiap artis menemukan caranya sendiri untuk menyuarakan keresahan dan menyumbang pada dialog publik.