Pestapora 2025 Batal? Puluhan Band Mundur, Kiki Ucup Minta Maaf

Entertainment152 Dilihat

Jakarta – Direktur Festival Pestapora, Kiki Aulia Ucup, telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka menyusul gelombang penarikan diri para musisi dari acara musik tahunan tersebut. Keputusan mundur para penampil ini dipicu oleh kontroversi seputar dugaan kerja sama antara Pestapora dan PT Freeport Indonesia. Melalui akun Instagram resmi @pestapora pada Sabtu, 6 September 2025, Kiki Ucup dengan tegas menyatakan, “Kami memastikan tak ada sepeser pun aliran dana yang kami terima dari PT Freeport Indonesia.”

Ucup mengakui adanya kelalaian dalam menjalin kerja sama dengan Freeport, sebuah langkah yang kemudian menuai kritik luas. Menyikapi hal tersebut, Pestapora segera mengambil tindakan tegas. Sejak Jumat malam, 5 September 2025, kontrak kerja sama dengan perusahaan tambang tersebut resmi diputus. “Kami juga memastikan tak ada kehadiran PT Freeport Indonesia di Pestapora 2025,” imbuhnya, menekankan komitmen mereka untuk mengakhiri kemitraan kontroversial ini.

Lebih lanjut, Kiki Ucup menegaskan bahwa seluruh implikasi dan beban yang timbul akibat pemutusan kerja sama dengan Freeport sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pestapora. Ia berkomitmen untuk menjadikan insiden ini sebagai pelajaran berharga, berjanji akan lebih cermat dalam memilih mitra di masa mendatang serta aktif menampung masukan dari berbagai pihak. Meskipun demikian, festival musik Pestapora 2025 dipastikan akan tetap berjalan. “Pestapora akan tetap terlaksana tetapi dengan update line-up yang memutuskan mundur,” jelas Ucup, mengindikasikan bahwa para penggemar akan tetap dapat menikmati musik dengan daftar penampil yang telah disesuaikan.

Kontroversi kerja sama Pestapora dengan Freeport mulai mencuat tajam setelah sebuah unggahan video di Instagram resmi Pestapora mengindikasikan keterlibatan Freeport, hanya satu hari sebelum festival dimulai. Puncak sorotan terjadi pada hari pertama acara, ketika sebuah pawai mencolok terlihat. Dua orang membawa spanduk bertuliskan “Tembaga ikutan berpestapora” diiringi oleh marching band dari perusahaan tambang tersebut, memicu reaksi keras dari publik dan para musisi.

Menyikapi ramainya polemik ini, pihak Tempo telah berupaya menghubungi Katri Krisnati, VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia, pada Sabtu, 6 September 2025. Namun, pihak Freeport memilih untuk tidak memberikan pernyataan resmi terkait isu yang berkembang, menambah spekulasi di tengah publik.

Gelombang Pengunduran Diri Musisi

Imbas langsung dari kontroversi tersebut adalah serangkaian pengunduran diri musisi yang semula dijadwalkan tampil di Pestapora 2025. Baik penampil di hari kedua maupun ketiga turut menyatakan batal berpartisipasi. Sejumlah nama besar yang mengumumkan penarikan diri meliputi Sukatani, Negatifa, Rrag, Rekah, Ornament, Durga, hingga grup populer The Panturas.

Grup musik The Panturas menjadi salah satu yang paling disorot. Setelah sempat dilanda kebingungan dan bahkan berniat tetap tampil meski dengan perasaan bersalah, akhirnya mereka mengambil keputusan bulat. “Kami memilih untuk membatalkan penampilan kami di Pestapora tahun ini. Seluruh keuntungan penjualan merchandise yang tersedia di Pestapora 2025 akan kami donasikan untuk masyarakat Papua melalui Walhi,” demikian pernyataan resmi mereka, menunjukkan solidaritas yang kuat.

Tak hanya The Panturas, duo folk Banda Neira juga turut membatalkan penampilan mereka di hari kedua Pestapora, yang diumumkan melalui akun Instagram mereka. Mereka seharusnya tampil di Riang Gembira Stage pada pukul 15:20 WIB, namun memutuskan untuk tidak menaikinya dan menyampaikan permohonan maaf kepada para penonton yang telah menantikan aksi panggung mereka.

Banda Neira mengungkapkan bahwa mereka baru mengetahui keterlibatan Freeport pada Jumat tengah malam, hanya beberapa jam setelah tampil di hari pertama festival. Dalam pernyataannya yang menyentuh, mereka menulis, “Kami ingin sikap dan perbuatan kami sehari-hari sesuai dengan apa-apa yang kami lantangkan di panggung. Musik bagi kami itu seperti janji pada diri sendiri, agar apa yang kami lakukan sejalan dengan nurani, dan selalu memikirkan yang tersisih dan terpinggirkan.” Pesan ini menyoroti integritas dan konsistensi mereka terhadap isu-isu kemanusiaan dan sosial.

Senada dengan itu, band .Feast dan musisi Hindia juga mengekspresikan kekecewaan mendalam terhadap Pestapora 2025, yang berujung pada keputusan mereka untuk mundur. “Hanya hitungan jam setelah kita bisa punya harapan sedikit di tengah situasi yang memanas, kita kembali dibuat kecewa. Kami .Feast dan Hindia memutuskan untuk mundur dari Pestapora 2025,” ungkap mereka, mencerminkan frustrasi atas situasi yang berkembang.

Berbeda dengan mayoritas musisi lain, band punk asal Bali, Rebellion Rose, mengambil sikap yang unik. Mereka memilih untuk tetap naik panggung demi menghormati para pendengarnya yang sudah datang jauh-jauh dari berbagai daerah. Namun, kesempatan di atas panggung itu mereka manfaatkan untuk menyerukan kepedulian terhadap isu-isu sosial dan lingkungan. “Kami akan mengembalikan 100 persen pembayaran dan transport tanpa potongan apapun. Kemudian kami akan turun panggung dan bernyanyi dengan gitar unplugged seadanya dengan siapa saja yang hadir di arena kami,” papar mereka, menunjukkan bentuk protes kreatif yang tetap menghargai penggemar.

Solidaritas kuat juga ditunjukkan oleh band horor-punk asal Jakarta, Kelelawar Malam. Mereka mengumumkan penarikan diri dari Pestapora melalui akun Instagramnya dengan mengunggah layar bertuliskan “Pestapora Cancel”, disertai pesan tegas: “KAMI MUNDUR DARI PESTAPORA! Pecut solidaritas untuk rakyat Papua, semoga kompeni ini bisa cepat pergi dari tanah kalian.” Senada, band metalcore asal Surabaya, Ornament, juga menyatakan mundur dari festival musik tahunan ini dengan pesan yang tak kalah lantang: “Kami menyatakan mundur dari Pestapora 2025. Di hari-hari kedap cahaya seperti sekarang solidaritas untuk semua yang tertindas, entah di Papua, entah di Palestina, dan di jalanan seperti hari-hari belakangan.” Pesan-pesan ini menunjukkan eskalasi protes dan panggilan moral dari komunitas musisi.

Daftar Lengkap Musisi yang Mundur dari Pestapora 2025

Hingga saat ini, puluhan penampil telah mengambil keputusan untuk membatalkan aksi panggung mereka sebagai respons terhadap isu kerja sama Pestapora dengan Freeport. Berikut adalah daftar lengkap musisi yang secara resmi mengumumkan pengunduran diri dan menyatakan kekecewaan mereka terhadap penyelenggaraan Pestapora 2025:

  • Banda Neira
  • Bilal Indrajaya
  • Centra
  • Cloudburst
  • Durga
  • .Feast
  • Filler
  • Hindia
  • Keep It Real
  • Kelelawar Malam
  • Kenya
  • Leipzig
  • Morad
  • Navicula
  • Negatifa
  • Ornament
  • Pelteras
  • Petra Sihombing
  • Poris
  • Rebellion Rose
  • Rekah
  • Reruntuh
  • Rrag
  • Silampukau
  • Skandal
  • Sprayer
  • Sukatani
  • Swellow
  • taRRkam
  • Texpack
  • The Cottons
  • The Jeblogs
  • The Panturas
  • Tribute to Barefood
  • White Chorus
  • Xin Lie

Gelombang pengunduran diri ini telah menciptakan dinamika baru dalam lanskap festival musik Indonesia, menyoroti pentingnya integritas dan keselarasan nilai-nilai antara penyelenggara dan seniman. Pestapora 2025, meski tetap berlanjut, kini dihadapkan pada tantangan besar untuk membangun kembali kepercayaan publik dan komunitas musisi. Untuk informasi lebih lanjut seputar perkembangan terkini dalam industri hiburan dan isu-isu sosial, Anda dapat mengunjungi situswanita.com. EKA YUDHA SAPUTRA turut berkontribusi dalam penulisan artikel ini.