Perusahaan Harus Bangun Program Kesehatan untuk Karyawan

News160 Dilihat

Inisiatif Perusahaan dalam Membangun Budaya Hidup Sehat

Indra Nurcahyo, Kepala Departemen Sumber Daya Manusia PT Ajinomoto Indonesia, mengajak perusahaan untuk menciptakan program gaya hidup sehat yang dapat meningkatkan kesadaran karyawan akan pentingnya kesehatan. Ia menekankan bahwa program-program ini tidak hanya berdampak positif pada kesehatan individu, tetapi juga meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.

Program yang dijalankan oleh perusahaan tersebut mencakup berbagai inisiatif seperti edukasi tentang pola makan gizi seimbang dan kegiatan fisik seperti latihan olahraga serta tantangan penurunan berat badan. Program ini terbukti efektif karena terlihat adanya peningkatan signifikan pada usia kesehatan (health age) yang tercatat melalui hasil pemeriksaan kesehatan tahunan karyawan. Selain itu, partisipasi aktif karyawan dalam program edukatif telah membawa perubahan nyata dalam pola makan mereka.

Kolaborasi dengan IDKI untuk Peningkatan Kapasitas Dokter Perusahaan

Sebelumnya, PT Ajinomoto Indonesia bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI) dalam menyelenggarakan simposium dan workshop kesehatan kerja. Acara ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas dokter perusahaan dalam menghadapi tantangan kesehatan kerja modern. Hadir dalam acara ini para pakar dan praktisi kesehatan kerja dari berbagai sektor industri, termasuk dokter perusahaan, HRD, dan profesional HSE.

IDKI sebagai organisasi profesi bawah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berperan penting dalam memberikan layanan preventif, kuratif, dan rehabilitatif kepada dokter perusahaan. Selain itu, IDKI juga mendorong kolaborasi lintas sektor agar dunia usaha mampu beradaptasi dengan kompleksitas isu kesehatan kerja di era modern.

Program Health Provider Badges sebagai Inisiatif Edukatif

Salah satu program unggulan yang diperkenalkan oleh PT Ajinomoto adalah Health Provider Badges Program. Program ini bertujuan meningkatkan literasi gizi dan kesehatan di kalangan karyawan. Wakil Sekretaris Pengurus Pusat IDKI, Rafael Nanda, menilai program ini memberikan dampak positif yang signifikan. Menurutnya, hasil Medical Check-Up (MCU) karyawan menunjukkan peningkatan setelah mengikuti program ini, yang menunjukkan bahwa edukasi konsisten dan pendekatan terstruktur mampu mendorong perubahan perilaku sehat di tempat kerja.

Pentingnya Mengatur Konsumsi Makanan Harian

Selain program-program di atas, penting bagi setiap pekerja untuk menjaga asupan konsumsi makanan harian yang seimbang, tidak kurang, dan tidak berlebihan. Hal ini bertujuan agar karyawan terhindar dari penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes, yang sering kali tidak menunjukkan gejala spesifik.

Menurut Dr. Yohan Samudra, Spesialis Gizi Klinik RS Premier Bintaro, penyakit degeneratif merupakan kondisi kronis yang ditandai dengan kerusakan dan penurunan fungsi sel, jaringan, atau organ tubuh seiring waktu. Penyebab utamanya biasanya adalah penuaan dan gaya hidup tidak sehat. Salah satu contohnya adalah penyakit jantung dan pembuluh darah yang sering dimulai dari hipertensi, yaitu tekanan darah yang terus-menerus melebihi batas normal. “Salah satu faktor pemicunya adalah konsumsi garam berlebih,” ujar Yohan dalam sesi bertema “Be Wise in Using Salt”.

Kampanye Bijak Garam untuk Menurunkan Risiko Hipertensi

Rata-rata orang Indonesia mengonsumsi garam dua kali lipat dari batas yang direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia, yaitu 5 gram atau sekitar satu sendok teh per hari. Bahkan, 5 dari 10 orang Indonesia melebihi angka tersebut. Untuk mengatasi hal ini, kampanye Bijak Garam menawarkan solusi dengan mengurangi penggunaan garam saat memasak dan menambahkan sedikit monosodium glutamat (MSG). Dengan cara ini, asupan natrium kita berkurang, namun cita rasa makanan tetap lezat.

Faktanya, kandungan natrium dalam MSG hanya sepertiga dari garam dapur biasa. Kampanye ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengurangi konsumsi garam guna menurunkan risiko hipertensi tanpa mengorbankan cita rasa makanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *