Museum NTB Tampilkan Budaya di MotoGP Mandalika 2025

News281 Dilihat

Pameran Budaya di Tengah Ajang MotoGP Mandalika 2025

Pameran budaya yang diselenggarakan oleh Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu daya tarik utama dalam ajang kejuaraan dunia balap motor MotoGP Mandalika 2025. Acara ini berlangsung di gedung Mandalika Experience Gallery, Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, NTB. Pameran ini tidak hanya menampilkan karya seni dan benda-benda sejarah, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan warisan budaya, sejarah, serta peradaban masyarakat Lombok dan Sumbawa kepada para pengunjung.

Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, menjelaskan bahwa partisipasi museum dalam acara ini bertujuan untuk mengenalkan kekayaan budaya dan sejarah daerah kepada wisatawan domestik maupun internasional yang hadir di sirkuit. “Kehadiran Lombok Sumbawa Museum of Civilization di MotoGP Mandalika merupakan upaya untuk mempertemukan sport tourism dengan cultural tourism,” ujarnya saat berada di Lombok Tengah, Kamis, 2 Oktober 2025.

Dalam pameran yang berlangsung dari tanggal 2 hingga 5 Oktober 2025, Museum NTB menampilkan berbagai koleksi yang menarik. Di antaranya adalah naskah Babat Lombok yang menceritakan letusan Gunung Samalas, Arca Siwa Mahadewa, maket Gunung Rinjani, serta maket Gunung Tambora. Selain itu, terdapat beberapa koleksi kain dari Sumbawa dan Bima, serta lukisan dan kerajinan tangan yang menunjukkan keahlian lokal.

Nuralam menekankan bahwa melalui pameran ini, Museum NTB ingin menunjukkan bahwa Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa bukan hanya memiliki keindahan alam yang luar biasa, tetapi juga memiliki kekayaan budaya yang mendalam. Ia menyebutkan bahwa kehadiran museum lewat Lombok Sumbawa Museum of Civilization menjadi momentum penting untuk mendukung visi Nusa Tenggara Barat sebagai destinasi wisata olahraga kelas dunia yang selaras dengan promosi budaya dan pariwisata berkelanjutan.

“Wisata olahraga tidak boleh berdiri sendiri. Ia harus ditopang oleh kekayaan budaya lokal agar wisatawan tidak hanya datang untuk menonton balapan, tetapi juga merasakan pengalaman otentik tentang siapa kita, dan apa tradisi kita,” ucap Nuralam.

Lebih lanjut, Nuralam berharap Museum Lombok Sumbawa of Civilization dapat menjadi jembatan edukasi budaya, ruang dialog identitas, serta medium promosi di tengah pagelaran MotoGP. “Kami berharap ini dapat menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan Nusa Tenggara Barat dalam konteks pariwisata berkelanjutan,” kata dia. Dengan adanya pameran ini, diharapkan masyarakat dan para pengunjung dapat lebih memahami dan menghargai kekayaan budaya yang ada di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *