Mengunjungi Berastagi dengan Keluarga Mitra Husna: Mulai dari Air Panas Pariban hingga Danau Lau Kawar

Berita193 Dilihat

Pengalaman Seru Keluarga Mitra Husna di Berastagi

Berastagi, sebuah kota yang terletak sekitar 2 jam dari Medan, selalu menawarkan pengalaman baru bagi para wisatawan. Kali ini, kanal YouTube Keluarga Mitra Husna membagikan perjalanan mereka yang penuh keseruan dan inspirasi untuk liburan berikutnya.

1. Relaksasi Maksimal di Pemandian Pariban

Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Pemandian Air Panas Pariban. Berlokasi di Sidebuk-Debuk, kaki Gunung Sibaya, tempat ini tetap menjadi salah satu destinasi favorit wisata pegunungan. Dalam video mereka, Keluarga Mitra Husna menampilkan suasana kolam yang dikelilingi taman bunga indah—cocok untuk latar foto. “Kita bisa berenang sambil menatap Gunung Sibaya,” ujar pengisi suara dalam video tersebut.

Menariknya, bagi yang tidak suka bau belerang, tersedia juga kolam air dingin biasa. Tiket masuknya sangat terjangkau, hanya Rp25.000 saja.

2. Keasrian Air Terjun Sikulikap yang Kini Lebih Modern

Setelah mengunjungi Pemandian Pariban, keluarga ini melanjutkan perjalanan ke Air Terjun Sikulikap yang kini tampil lebih modern. Akses menuju air terjun ini kini lebih tertata dengan jalan beton dan paving block. Hanya butuh 10 menit berjalan kaki dari parkiran, Anda akan disambut deburan air terjun yang megah.

Bagi anak muda, tempat ini semakin menarik karena adanya fasilitas kafe dan area camping yang estetik. Biaya masuknya bervariasi, mulai dari Rp5.000 untuk pejalan kaki hingga Rp60.000 untuk mobil.

3. Rekomendasi Kuliner Viral dan Homestay Murah

Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Berastagi tanpa mencoba kuliner lokal. Keluarga Mitra Husna merekomendasikan Mie Ayam Luber yang lokasinya tak jauh dari Tugu Jeruk. Sesuai dengan namanya, porsinya benar-benar memuaskan!

Untuk urusan istirahat, mereka memilih M2 Homestay yang terletak di pusat kota. Dengan harga sekitar Rp200.000 per malam, penginapan ini menawarkan fasilitas lengkap seperti air panas, area olahraga, hingga rooftop untuk menikmati pemandangan gunung di pagi hari.

4. Menikmati Pagi di Taman Mejuah-juah dan Menuju Lau Kawar

Sebelum melanjutkan perjalanan jauh, keluarga ini menyempatkan diri sarapan dan menghirup udara segar di Taman Mejuah-juah. Taman ini menjadi titik berkumpul warga lokal untuk berolahraga pagi.

Sebagai penutup, perjalanan dilanjutkan sejauh 27 km menuju Danau Lau Kawar. Danau ini menjadi lokasi pilihan untuk mendirikan tenda dan menikmati alam Berastagi yang lebih sunyi dan asri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *