Lonjakan Jumlah Gempa di Jawa Barat, Terdahsyat M4,7 di Karawang

Weather84 Dilihat

ADA total 105 kali insiden gempa teknonik di Jawa Barat sepanjang Agustus 2025. Meski tak semuanya dirasakan oleh masyarakat, jumlah yang dicatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ini meningkat dratis dibanding 71 gempa pada bulan sebelumnya.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan 96 dari 105 kejadian gempa di Jawa Barat tergolong dangkal yaitu dari kedalaman kurang dari 60 kilometer. Ada juga 8 kali gempa kategori menengah atau dari kedalaman 60-300 kilometer, serta satu gempa yang pusatnya lebih dalam.

“Soal magnitudo, gempa bumi terbesar yang tercatat adalah 4,9 dan terkecil 1,3,” katanya kepada Tempo pada Senin, 1 September 2025.

Sebanyak 54 kejadian gempa di Jawa Barat sepanjang Agustus 2025 berpusat di laut, sisanya di darat. Menurut Rahayu, ada 12 lindu yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Bila dibandingkan dengan Juli, kata dia, guncangan yang dirasakan warga lebih besar dua kali lipat.

Gempa Dahsyat Karawang-Bekasi

Salah satu insiden penting yang dicatat BMKG Jawa Barat adalah gempa M4,7 di Selatan Karawang pada Sabtu malam, 20 Agustus 2025. Getaran dari kedalaman 10 kilometer itu terasa hingga Bekasi, Purwakarta, Cikarang, Depok, Bandung, Jakarta, Tangerang Selatan, Bekasi Timur, Tangerang, Pandeglang, Cianjur, Lebak, dan Pelabuhan Ratu.

Lindu M4,7 itu dipicu aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Jawa Barat (West Java Back-arc Thrust). Sesar ini sudah aktif sejak lima juta tahun lalu dan gempa terkini berasal dari bagiannya yang dikenal sebagai Segmen Citarum.

Peneliti di Pusat Riset Kebencanaan Geologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Sonny Aribowo menyebut sesar gempa ini sudah aktif dari zaman pliosen sekitar 5 juta tahun yang lalu,” ucapnya saat dihubungi pada 25 Agustus 2025.

Gempa yang merusak ini rangkaian gempa susulan yang panjang. Hingga akhir bulan, sudah ada 22 kali gempa yang menyusul guncangan sekuat M4,7 di Karawang. Hanya empat gempa dari jumlah tersebut yang dirasakan oleh masyarakat.

Dua segmen yang aktif di sisi barat Sesar Lembang, yaitu Cimeta dan Cipogor, juga menimbulkan gempa yang kekuatannya berkisar M1,7 hingga M2,3. Skala guncangan terbesarnya bisa menembus III MMI.

Faiz Zaki berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan Editor: Paradoks Ekspor Biomassa: Hutan Hilang, Emisi Karbon Tak Berkurang

News Feed