Intensitas Hujan di Jateng Meningkat September 2025, Tanda Musim Kemarau Usai?

Weather81 Dilihat

Situs Wanita – – Beberapa warganet mengaku intensitas hujan di wilayah Jawa Tengah (Jateng) meningkat pada September 2025.

Salah satunya diungkapkan oleh Peneliti dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin.

Ia mengatakan, sebagian besar wilayah Jateng mengalami hujan deras dengan cakupan yang meluas dengan pola Mesoscale Convective Complex (MCC).

Hujan deras ini akan terus meluas dan persisten. Waspada banjir di kota-kota padat di Jateng. Semarang juga mulai hujan karena perluasan hujan dari barat,” ujar Erma dikutip dari akun X resminya, @EYulihastin, Kamis (11/9/2025).

Kompas.com telah mendapat izin untuk mengutip cuitan Erma.

Warganet lainnya juga merasakan hal serupa ketika hujan mulai mengguyur Semarang, Solo, Wonosobo, hingga Kebumen.

Update waktu wonosobo bagian binangun hujan terus,” cuit @tele****, Jumat (5/5/2025).

Kabupaten Tegal hujan deras dini hari hingga pagi tadi Prof,” kata @_rk*** ketika merespons twit Erma Yulihastin, Kamis (11/9/2025),

kebumen hujan dari kemaren siang nih belum reda, walopun grimis terang,” ujar warganet lainnya.

Lalu, benarkah musim kemarau di wilayah Jateng sudah berakhir siring meningkatkan intensitas hujan?

Baca juga: Ada Bibit Siklon Tropis 93S, BMKG Peringatkan Wilayah yang Terdampak Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

  Penjelasan BMKG soal awal musim hujan Jateng 2025

Analis Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jateng Zauyik mengatakan, beberapa wilayah di Jateng sebenarnya sudah masuk musim hujan sejak Agustus 2025.

Wilayah tersebut mencakup sebagian Cilacap bagian selatan, Kebumen bagian selatan, dan Purworejo bagian selatan.

“Termasuk wilayah Jawa Tengah bagian tengah, seperti Banjarnegara bagian timur, Wonosobo, Temanggung bagian barat, Pekalongan bagian tengah, Batang bagian selatan dan Kendal bagian selatan,” ujar Zauyik kepada Kompas.com, Selasa (9/9/2025).

Sementara itu, wilayah Pantai Utara Jawa (Pantura) dan Jateng bagian timur baru masuk musim hujan pada September dan Oktober 2025.

Zauyik menjelaskan, secara umum awal musim hujan di Jateng maju dibandingkan dengan normalnya.

Ada beberapa faktor yang secara umum memengaruhi datangnya musim hujan di Jateng, yakni suhu air laut yang masih hangat di wilayah Indonesia dan mulai masuk Monsun Baratan atau Asia Monsun.

“Untuk faktor ENSO dan IOD masih normal,” jelas Zauyik.

“Untuk sifat musim hujan secara umum normal hingga atas normal, sehingga masyarakat harus tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” pungkasnya.

Baca juga: Pria di China Duduk di Tengah Hujan Deras Berjam-jam demi Menganalisis Permainan Catur

Sifat musim hujan September 2025

Dikutip dari laman resmi BMKG Jateng, beberapa wilayah berpotensi mengalami sifat musim hujan di atas normal.

Wilayah tersebut mencakup:

  • Kota Tegal
  • Kota Pekalongan
  • Kota Surakarta
  • Kabupaten Brebes
  • Kabupaten Tegal
  • Kabupaten Pemalang
  • Kabupaten Banyumas
  • Kabupaten Purbalingga
  • Kabupaten Kebumen
  • Kabupaten Purworejo
  • Kabupaten Klaten
  • Kabupaten Sukoharjo
  • Kabupaten Kudus
  • Kabupaten Karanganyar
  • Kabupaten Wonogiri
  • Sebagian besar wilayah Kabupaten Brebes
  • Sebagian besar wilayah Kabupaten Pekalongan
  • Kabupaten Batang
  • Kabupaten Wonosobo
  • Kabupaten Kendal
  • Kabupaten Magelang
  • Kabupaten Boyolali
  • Kabupaten Sragen
  • Kabupaten Jepara
  • Kabupaten Pati
  • Sebagian wilayah Kota Semarang
  • Sebagian wilayah Kota Salatiga
  • Sebagian wilayah Kabupaten Semarang
  • Kabupaten Banjarnegara
  • Kabupaten Cilacap
  • Kabupaten Temanggung
  • Kabupaten Demak
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Grobogan
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Rembang
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Blora.

Baca juga: Bali Mulai Masuk Musim Hujan, Kadispar Imbau Informasi untuk Turis Harus Jelas

Selain itu, ada beberapa wilayah yang mengalami sifat hujan normal, yakni:

  • Sebagian besar wilayah Kabupaten Grobogan
  • Sebagian besar wilayah Kabupaten Rembang
  • Sebagian besar wilayah Kabupaten Blora
  • Sebagian wilayah Kota Semarang
  • Sebagian wilayah Kota Salatiga
  • Sebagian wilayah Kabupaten Cilacap
  • Sebagian wilayah Kabupaten Banjarnegara
  • Sebagian wilayah Kabupaten Temanggung
  • Sebagian wilayah Kabupaten Semarang
  • Sebagian wilayah Kabupaten Demak
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Brebes
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Pekalongan
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Wonosobo
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Kendal
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Temanggung
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Magelang
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Jepara
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Pati
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Boyolali
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Sragen.

Baca juga: Puncak Musim Hujan Ancam Jawa Tengah, Berlangsung sampai Kapan?

News Feed