Kesiapan Generasi Muda dalam Menghadapi Dunia Profesional
Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono mengajak mahasiswa untuk beradaptasi dengan era yang terus berubah di dunia profesional. Ia menekankan bahwa untuk masuk ke dunia kerja, yang utama tidak hanya soal pengetahuan dan nilai belaka. “Di era yang terus berubah, keunggulan seseorang tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan, tetapi juga oleh sikap dan keterampilan yang relevan,” ujarnya.
Melalui program BCA Berbagi Ilmu (BBI), Widodo mengajak anak muda untuk terus mengasah kemampuan diri. “Kami ingin mengajak mahasiswa dan mahasiswi untuk terus mengasah keunggulan diri, berpikir adaptif, dan membangun karakter yang tangguh agar siap menghadapi babak baru dalam kehidupan profesional mereka,” tambahnya.
Sebelumnya, BCA menggelar BBI ke-8 di Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) pada 21 November 2025. Sebanyak 700 mahasiswa kampus tersebut hadir dalam acara ini untuk meraih bekal tambahan dalam mempersiapkan diri untuk masa depan. Widodo menyampaikan kuliah umum bertajuk “Sharpening Your Edge: Skills and Attitude for the Next Chapter” dengan dihadiri oleh Rektor UNU NTB Baiq Mulianah, sivitas akademika UNU NTB, dan jajaran manajemen BCA. Dalam acara itu, Widodo mengajak anak muda untuk lebih memprioritaskan isu skill dan attitude yang relevan dalam menyongsong babak kehidupan selanjutnya.
Pola Pikir yang Terus Berkembang
Dalam kesempatan Bakti Champions 2025 pertengahan November lalu, Direktur BCA Vera Eve Lim sempat menyarankan agar anak muda Indonesia memiliki pola pikir yang terus berkembang. Ia menekankan pentingnya semangat belajar. “Dalam menghadapi dunia profesional, growth mindset menjadi bekal penting. Dengan semangat untuk terus belajar dan berkembang, setiap tantangan bukan lagi penghalang, melainkan peluang untuk memperkuat diri dan membuka jalan menuju masa depan,” ujar Vera.
Ia mengajak agar anak muda mampu membuka diri dan mau berkolaborasi. Jika kita mampu membuka diri dan mau berkolaborasi, kita dapat belajar melihat suatu permasalahan dari beragam sudut pandang. Dengan demikian, kita mampu tumbuh bersama menjadi individu yang adaptif dan bijaksana,” tambahnya.
Nasihat untuk Generasi Muda
Duta Bakti BCA Nicholas Saputra memiliki nasihat untuk generasi muda. Ia mengingatkan bahwa setiap generasi memiliki tantangannya sendiri. Ia pun mengingatkan agar anak muda menyiapkan sumber daya manusia yang tangguh. “Oleh karena itu, sebaik-baiknya investasi untuk masa depan Indonesia adalah dengan menyiapkan sumber daya manusia yang tangguh dalam menghadapi tantangan zamannya. Generasi muda harus mampu beradaptasi dan berpikir kreatif agar tak tertinggal dari arus perubahan yang kerap datang tanpa peringatan,” kata Nicholas Saputra.
Rektor UNU NTB Baiq Mulianah menyampaikan apresiasinya atas kehadiran program BBI di kampusnya. Menurutnya, kegiatan seperti ini bisa memperluas wawasan tentang dunia kerja dan pentingnya membangun sikap profesional sejak dini. “Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut demi mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.
Kepercayaan terhadap Masa Depan Bangsa
Widodo percaya bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. “Kami ingin menyalakan semangat belajar yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan sikap yang tangguh. Inilah bekal sejati untuk menghadapi dunia yang terus berubah, sekaligus menjadi pijakan untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.












