Klarifikasi XXI soal Konten Iklan Kinerja Prabowo di Bioskop

Entertainment139 Dilihat

Sejumlah penonton bioskop baru-baru ini menyatakan keheranan mereka setelah menyaksikan sebuah video yang diputar sebelum pemutaran film utama. Video tersebut menampilkan cuplikan program kerja kabinet Presiden Prabowo Subianto, yang sontak memicu beragam respons dan perbincangan di kalangan masyarakat.

Materi dalam video tersebut menyoroti beberapa capaian kinerja yang diklaim oleh pemerintah. Di antaranya adalah proyeksi total produksi beras nasional yang disebut-sebut mencapai 21,7 juta ton per Agustus 2025, serta operasional 5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Data dan angka ini menjadi inti pesan yang disampaikan kepada khalayak umum.

Menanggapi kehebohan tersebut, Corporate Secretary Cinema XXI, Indah Tri Wahyuni, menjelaskan bahwa video yang tayang itu dikategorikan sebagai Iklan Layanan Masyarakat (ILM). Dalam keterangan resminya yang diterima kumparan pada Selasa (16/9), Indah menegaskan bahwa Cinema XXI memang menyediakan ruang bagi pemerintah untuk menyalurkan informasi publik melalui format ILM.

Penayangan materi seputar kinerja sosial kabinet Presiden Prabowo dalam bentuk ILM ini, menurut Indah, berlangsung selama periode terbatas, yaitu hanya satu minggu. Tepatnya, mulai dari tanggal 9 hingga 14 September 2025, materi tersebut dapat disaksikan oleh para pengunjung bioskop di jaringan Cinema XXI.

Di sisi lain, Kepala Kantor Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, memberikan klarifikasi dari perspektif pemerintah. Ia mengungkapkan bahwa tujuan utama penayangan video itu adalah untuk mensosialisasikan capaian kinerja pemerintah kepada seluruh rakyat Indonesia. “Pemerintah mau sosialisasi ke seluruh rakyat Indonesia tentang apa yang dikerjakan oleh pemerintah. Agar masyarakat paham banyak hal sudah dikerjakan oleh pemerintah,” kata Hasan kepada kumparan pada Minggu (14/9).

Hasan Nasbi lebih lanjut berargumen bahwa penayangan video tersebut tidak berbeda dengan penayangan iklan komersial biasa. Menurutnya, tidak ada yang keliru dengan pemanfaatan layar lebar bioskop untuk menyampaikan pesan pemerintah. “Layar bioskop, sebagaimana televisi, media luar ruang dan lain-lain, juga ruang publik yang bisa diisi dengan berbagai pesan, termasuk pesan komersial,” pungkasnya, menekankan bahwa media publik dapat dimanfaatkan untuk berbagai bentuk komunikasi yang juga sering menjadi topik perbincangan menarik, seperti yang dapat ditemukan di situswanita.com.