Kehidupan Masayu Anastasia dan Lembu Wiworo Jati Setelah Bercerai
Artis ternama, Masayu Anastasia, pernah menjalani pernikahan dengan Lembu Wiworo Jati sejak tahun 2008. Namun, pernikahan mereka hanya bertahan selama enam tahun dan akhirnya resmi berakhir pada tahun 2016. Meskipun telah bercerai, keduanya tetap menjalani hubungan yang baik sebagai orang tua, terutama dalam mengasuh putri mereka, Samara Anaya Amandari.
Samara, yang kini telah beranjak remaja, merupakan satu-satunya anak dari pasangan ini. Meskipun tidak lagi bersama, Masayu dan Lembu terlihat sangat kompak dalam menjalani co-parenting. Mereka sering kali terlihat menghabiskan waktu bersama, bahkan kerap mencuri perhatian publik karena keakraban yang terjalin antara mereka.
Perasaan Samara tentang Hubungan Orang Tuanya
Seiring berjalannya waktu, Samara pun mulai menyampaikan pendapatnya mengenai hubungan orang tuanya. Dalam wawancara yang diunggah di kanal YouTube TRANS7 OFFICIAL, ia mengatakan bahwa ia tidak masalah jika jodoh ibunya bukan ayahnya. Ia sudah menerima kondisi rumah tangga orang tuanya.
“Sebenarnya sih aku enakan gini, cuman balik lagi tergantung Ceces (panggilan untuk Masayu) dan Babuy (panggilan untuk Lembu),” ujar Samara.
Ia juga mengungkapkan rasa kasih sayangnya terhadap ibunya. Menurutnya, meskipun sang ibu harus menghadapi kesulitan sendirian, ia tetap memberikan dukungan penuh untuk kehidupan Samara. “Kalau ceces sih sendiri maksudnya seorang ibu, terus sendiri, enggak ada yang bantu mungkin kayak peran suami gitu-gitulah tapi tetap bisa ngebiayain aku. Ceces udah berjuang terus lebih mikirin diri aku juga kadang, daripada ceces sendiri maksudnya sehat-sehat terus aja,” tambahnya.
Meskipun sibuk dengan tugas syuting, Samara mengaku bahwa ibunya selalu memberikan kabar setiap hari. “Kalau ceces sih kadang kalau kerja pulangnya tuh sering banget malam, tapi untungnya masih sering ngabarin aku juga walaupun sibuk. Sayang banget. Dekat juga dekat banget sih kayak siblings,” ujarnya.
Pesan Menyentuh dari Masayu untuk Putrinya
Tidak hanya Samara yang menyampaikan perasaannya, Masayu juga memberikan pesan menyentuh untuk putrinya ketika tumbuh dewasa nanti. Ia berharap agar Samara menjadi sosok yang kuat dalam menghadapi segala tantangan hidup.
“Kakak harus jauh lebih kuat dari ceces apapun nanti masalah yang ada dalam hidup. Tapi jangan pernah merasa penuh karena no matter what mau kamu nanti berkeluarga kamu sudah semakin besar, aku akan selalu ada buat kamu,” ungkap Masayu.
Komitmen dalam Co-Parenting
Masayu dan Lembu dikenal kompak dalam menjalani co-parenting. Mereka memilih untuk tetap bekerja sama demi kebaikan putri mereka. Meski terkadang terjadi perbedaan pendapat, mereka tetap berusaha menjaga keharmonisan dalam mengasuh Samara.
“Kalau panas-panasnya pasti ada ya, gitu kan. Cuman ya buat anak untuk mencapai titik sekarang yang kita baik-baik banget, yang benar-benar co-parenting supaya Samara itu tidak kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Walaupun keduanya udah beda gitu, ya pasti butuh waktu lah,” kata Masayu.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejak awal perceraian, ia tidak pernah meributkan soal hak asuh anak. Bahkan, ia tidak melarang Lembu untuk berkunjung ke rumah menemui putrinya. “Enggak (ribut soal hak asuh anak) karena kan waktu itu Samara masih di bawah umur jadi otomatis ikut gue dan tapi gue tidak pernah melarang kapanpun. Iya (hampir tiap minggu Lembu datang ke rumah Masayu), jemput kakak Mara,” tambahnya.



Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas SITUSWANITA.COMSquad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!












