Karya Raya: Ruang Berkarya dan Berkreasi bagi Anak-anak
Dalam rangka mendukung pengembangan kreativitas dan ekspresi anak-anak, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta bekerja sama dengan penerbit Bookabook menggelar ajang Karya Raya di Taman Ismail Marzuki (TIM). Pameran ini menampilkan sebanyak 1.870 buku hasil karya anak-anak dari dalam maupun luar negeri. Ajang ini menjadi wadah yang sangat penting untuk memberikan ruang bagi generasi muda Indonesia dalam berkarya dan berkreasi.
“Pameran ini membuktikan bahwa anak-anak Indonesia memiliki semangat yang besar dalam berkarya. Jumlah lebih dari 1.800 buku adalah pencapaian yang luar biasa. Kami berharap tahun depan jumlahnya bisa terus meningkat,” ujar Ernest Junius Wiyanto, founder Bookabook, pada Jumat 26 September 2025.
Dari ribuan karya yang dipamerkan, sekitar 70 persen berasal dari anak-anak Indonesia yang tinggal di berbagai daerah, sementara 30 persen lainnya berasal dari anak-anak Indonesia yang tinggal di luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa minat dan bakat seni serta tulis menulis tidak hanya terbatas pada wilayah tertentu, tetapi juga melibatkan generasi muda yang tinggal di luar negeri.
Sejak pertama kali digelar pada 2023, Karya Raya telah berhasil mengumpulkan lebih dari 3.000 buku orisinal hasil karya anak usia 5–14 tahun. Ernest menekankan bahwa keistimewaan pameran ini terletak pada keaslian karya, karena setiap buku dicetak tanpa melalui proses penyuntingan. “Yang ditampilkan adalah murni hasil tulisan tangan anak-anak. Banyak orang tua terharu karena coretan yang biasanya dianggap sepele kini dipamerkan di ruang publik,” tambahnya.
Selain menampilkan karya-karya anak-anak, Karya Raya juga memberikan penghargaan bagi buku terbaik. Kriteria penilaian mencakup penggunaan warna yang menarik, alur cerita yang utuh, serta sudut pandang yang unik—diharapkan dapat memotivasi anak-anak untuk terus berkarya.
Tahun ini, jumlah karya yang dipamerkan berhasil memecahkan rekor MURI sebagai “Pameran Buku Karya Anak Terbanyak di Satu Provinsi”. Rekor tersebut melampaui capaian Karya Raya 2023 yang menampilkan 1.000 buku. Ini menunjukkan bahwa antusiasme dan partisipasi anak-anak dalam ajang ini semakin meningkat setiap tahunnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, menyatakan bahwa pencapaian ini bukan hanya soal jumlah. “Ini adalah wujud semangat generasi muda untuk menulis, bermimpi, dan menuangkan ide mereka dalam buku. Harapan kami, dari Karya Raya lahir penulis-penulis muda yang dapat memperkaya literasi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia,” katanya.
Manfaat dan Tujuan Karya Raya
Ajang Karya Raya memiliki beberapa manfaat yang signifikan, antara lain:
- Memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri melalui tulisan dan karya seni.
- Meningkatkan minat baca dan menulis di kalangan anak-anak.
- Mengajarkan nilai-nilai kreativitas dan inovasi kepada generasi muda.
- Menyediakan platform untuk menemukan bakat-bakat baru di bidang sastra dan seni.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui pengembangan talenta muda.
Dengan adanya Karya Raya, diharapkan akan tercipta lingkungan yang mendukung perkembangan kreativitas anak-anak, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang lebih percaya diri dan memiliki kemampuan berpikir kritis serta kreatif.






