Kapan Anak Bisa Sebutkan Namanya? Ini Tahapan Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini

News81 Dilihat

Perkembangan Bahasa Anak: Pentingnya dan Tahapan yang Harus Diketahui

Perkembangan bahasa merupakan salah satu aspek penting dalam pertumbuhan anak. Bunda, perkembangan ini tidak hanya membantu anak untuk berkomunikasi, tetapi juga menjadi fondasi bagi kemampuan mereka dalam mengekspresikan dan memahami emosi. Selain itu, perkembangan bahasa juga berperan besar dalam kemampuan berpikir, belajar, memecahkan masalah, serta membangun hubungan sosial dengan orang sekitar di masa depan.

Setiap anak memiliki kecepatan dan cara belajar yang berbeda. Perkembangan bicara, yang merujuk pada bagaimana anak mengucapkan kata-kata, tidak terjadi dalam jadwal yang ketat. Hal ini juga berlaku untuk keterampilan berbahasa, yaitu seberapa baik seorang anak berkomunikasi. Untuk membantu para orang tua memantau perkembangan anak, terdapat beberapa tanda atau milestone yang bisa menjadi panduan.

Tahapan Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, berikut adalah tahapan perkembangan bahasa anak usia dini:

3 Bulan

Di akhir usia tiga bulan, anak mungkin sudah bisa melakukan beberapa kemampuan baru seperti:
* Tersenyum ketika kita muncul
* Mengeluarkan suara-suara mendekut
* Mendiam atau tersenyum ketika diajak bicara
* Tampaknya mengenali suara orang tua
* Tangisan yang bervariasi sesuai kebutuhan

6 Bulan

Di akhir usia enam bulan, anak mungkin sudah mengalami perkembangan baru seperti:
* Mengeluarkan suara gemericik saat bermain
* Mengoceh dan mengeluarkan berbagai macam suara
* Menggunakan suara untuk menunjukkan suka dan tidak suka
* Menggerakkan mata ke arah suara
* Merespons perubahan nada suara
* Memperhatikan bahwa beberapa mainan mengeluarkan suara
* Memperhatikan musik

12 Bulan

Di akhir usia 12 bulan, anak mungkin sudah mengalami banyak perkembangan di usia satu tahun, antara lain:
* Mencoba meniru bunyi-bunyi ucapan
* Mengucapkan beberapa kata, seperti “papa,” “mama,” dan “uh-oh”
* Mengetahui perintah-perintah sederhana, seperti “Kemarilah”
* Mengetahui kata-kata untuk benda-benda umum, seperti “sepatu”
* Berbalik dan lihat ke arah suara-suara

18 Bulan

Pada akhir usia 18 bulan, anak mungkin sudah bisa melakukan beberapa hal berikut:
* Mengetahui nama orang, benda, dan bagian tubuh
* Mengikuti perintah sederhana yang diberikan dengan gerakan tangan
* Mengucapkan hingga 10 hingga 15 kata

24 Bulan

Pada akhir usia 24 bulan, balita mungkin akan mengejutkan Bunda dengan kemampuan barunya. Berikut di antaranya:
* Menggunakan frasa sederhana, seperti “susu lagi”
* Mengajukan pertanyaan satu hingga dua kata, seperti “Sampai jumpa?”
* Mengikuti perintah sederhana dan mengetahui pertanyaan sederhana
* Mengucapkan sekitar 50 kata atau lebih
* Berbicara dengan cukup baik sehingga Bunda atau pengasuh lain dapat memahami setidaknya separuh waktu

36 Bulan atau 3 Tahun

Pada usia 3 tahun, sebagian besar balita sudah bisa melakukan beberapa hal berikut:
* Mengucapkan setidaknya 50 kata (pada usia 30 bulan)
* Menyebutkan nama benda-benda di dalam buku ketika menunjuk dan bertanya (pada usia 30 bulan)
* Menyebutkan tindakan apa yang terjadi dalam gambar, seperti berlari
* Menanyakan pertanyaan siapa, apa, di mana, atau mengapa
* Menyebutkan nama depan mereka ketika ditanya
* Dipahami oleh orang lain hampir sepanjang waktu

Kapan Anak Bisa Menyebutkan Namanya?

Selama tahun pertama bayi, mereka kemungkinan besar akan mengenali namanya sendiri sebelum mereka bisa mengucapkannya. Ini karena memahami ucapan dan berbicara adalah keterampilan yang berbeda yang berkembang seiring waktu.

Meskipun bayi mungkin mengenali namanya sendiri sejak usia 4 hingga 6 bulan, mengucapkan nama mereka dan nama orang lain mungkin membutuhkan waktu antara usia 18 bulan dan 24 bulan. Bayi yang menyebutkan nama lengkapnya atas permintaan orang tua merupakan tonggak penting yang kemungkinan akan mereka capai antara usia 2 dan 3 tahun.

Membantu Bayi Mengenali Namanya

Bunda dapat membantu anak mempelajari namanya dengan beberapa cara. Jangan khawatir jika metode ini tidak langsung berhasil. Sekali lagi, setiap bayi mencapai tonggak penting pada waktu yang berbeda. Bayi bergerak dengan kecepatannya sendiri, Bunda.

Strategi yang dapat dilakukan antara lain:
* Cobalah pengulangan. Saat berinteraksi dengan anak, sebutkan namanya sesering mungkin. Katakan hal-hal seperti “(Nama anak), kamu mau botol susumu?” atau “Sudah waktunya ganti popok, (nama anak)!” Menyebutkan nama bayi secara teratur dalam percakapan dapat membantunya menyatu seiring waktu.
* Singkirkan gangguan. Mungkin ada banyak hal yang terjadi dan bayi tidak fokus. Cobalah pindah ke ruangan yang tenang. Berikan bayi mainan untuk dimainkan dan diperhatikan sebentar. Kemudian, lihat apakah bayi merespons ketika orang tua menyebut namanya.
* Ubah nada bicara. Ahli patologi wicara dan bahasa anak, Laura Mize, menyarankan untuk mengubah nada suara saat memanggil bayi. Cobalah suara nyanyian atau bisikan nama mereka dengan gembira untuk melihat apakah itu lebih menarik perhatian bayi daripada suara bicara yang standar.
* Gunakan foto. Pertimbangkan untuk membuat buku foto atau sekadar melihat-lihat foto bersama bayi. Tunjuk orang-orang yang lihat dan sebutkan nama mereka. Lakukan hal yang sama ketika melihat foto anak.





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *