Apakah Tabir Surya Kurangi Vitamin D Tubuh?

News270 Dilihat

Peran Penting Vitamin D dalam Kesehatan

Vitamin D memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Zat ini tidak hanya membantu tulang tumbuh kuat dan mencegah risiko osteoporosis, tetapi juga berkontribusi pada daya tahan tubuh yang optimal. Banyak penelitian menunjukkan bahwa vitamin D dapat membantu mencegah berbagai penyakit. Namun, ketika tubuh kekurangan vitamin D, berbagai masalah kesehatan bisa muncul.

Cara Mendapatkan Vitamin D Secara Alami

Cara alami untuk mendapatkan vitamin D adalah melalui paparan sinar matahari. Saat kulit terpapar sinar ultraviolet B (UVB), protein bernama 7-DHC di permukaan kulit akan bereaksi dan berubah menjadi vitamin D3, bentuk aktif dari vitamin D yang dibutuhkan tubuh. Namun, sering kali muncul keraguan mengenai penggunaan tabir surya atau sunscreen. Ada anggapan bahwa penggunaan sunscreen bisa menghambat proses produksi vitamin D. Oleh karena itu, sebagian orang memilih berjemur tanpa perlindungan agar kebutuhan vitamin D terpenuhi. Apakah benar sunscreen bisa menyebabkan kekurangan vitamin D? Berikut penjelasannya.

Cara Kerja Sunscreen

Sunscreen bekerja dengan cara menyerap atau memantulkan sinar ultraviolet (UV) yang berbahaya bagi kulit. Terdapat dua jenis sinar UV yang perlu diketahui:

  • UVA: Menembus lebih dalam dan mempercepat penuaan kulit.
  • UVB: Penyebab utama kulit terbakar dan berperan dalam perkembangan kanker kulit.

Sunscreen biasanya menggunakan dua tipe filter:

  • Chemical filter seperti avobenzone dan oxybenzone yang menyerap sinar UV dan mengubahnya menjadi panas.
  • Mineral filter seperti zinc oxide dan titanium dioxide yang bekerja seperti perisai dengan memantulkan sinar UV dari kulit.

Label SPF pada sunscreen lebih banyak menunjukkan perlindungan terhadap UVB. Semakin tinggi SPF, semakin kuat perlindungannya. Misalnya, SPF 30 bisa menghalangi sekitar 97 persen UVB, sementara SPF 50 sekitar 98 persen. Namun, tidak ada sunscreen yang bisa 100 persen memblokir sinar UV, jadi kuncinya adalah penggunaan yang benar dan pengulangan setelah berenang atau berkeringat.

Apakah Sunscreen Menghalangi Produksi Vitamin D?

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah penggunaan sunscreen menghambat produksi vitamin D. Jawabannya adalah tetap bisa. Meskipun sunscreen dirancang untuk menyaring sebagian besar sinar UVB, masih ada sebagian kecil yang menembus kulit. Jumlah tersebut sudah cukup untuk memicu proses alami pembentukan vitamin D. Studi klinis juga menunjukkan bahwa penggunaan sunscreen setiap hari tidak terbukti menyebabkan kekurangan vitamin D.

Faktor Lain yang Mempengaruhi Vitamin D

Selain penggunaan sunscreen, ada banyak faktor lain yang memengaruhi kadar vitamin D tubuh, seperti:

  • Lokasi dan musim: Tinggal jauh dari garis khatulistiwa atau daerah dengan musim dingin panjang membuat tubuh lebih sedikit memproduksi vitamin D.
  • Waktu paparan: Matahari siang hari (sekitar jam 10–2 siang) lebih kuat dalam membantu produksi vitamin D.
  • Warna kulit: Kulit gelap memiliki melanin lebih banyak sehingga butuh waktu lebih lama untuk menghasilkan vitamin D.
  • Usia: Lansia memproduksi vitamin D lebih sedikit karena kulit makin tipis.
  • Gaya hidup: Sering di dalam ruangan, memakai pakaian tertutup, atau selalu menggunakan topi dan kacamata hitam juga membatasi paparan UV.

Cara Aman Mendapatkan Vitamin D dari Matahari

Jika ingin tetap mendapat vitamin D dari sinar matahari, lakukan dengan cara yang aman:

  • Hindari berjemur pada jam 11 siang – 3 sore saat sinar UV paling kuat.
  • Gunakan sunscreen pada wajah, kenakan topi, dan pilih pakaian longgar yang nyaman.
  • Jangan berlama-lama duduk di bawah terik matahari.
  • Segera cari tempat teduh setelah beberapa menit di luar ruangan, lalu gunakan sunscreen sebelum keluar lagi.
  • Jika UV tidak terlalu kuat, seperti di sore hari atau musim hujan, kamu bisa beralih ke sunscreen dengan SPF sedang (SPF 15). Dengan begitu, kulit tetap terlindungi, tapi tubuh masih bisa memproduksi sedikit lebih banyak vitamin D.

Mendapatkan Vitamin D dari Makanan dan Suplemen

Jika ingin mendapatkan vitamin D dengan aman tanpa harus pusing soal sinar matahari, kamu bisa mendapatkannya dari makanan. Beberapa sumber terbaiknya antara lain:

  • Ikan berlemak (salmon, makerel, tuna).
  • Kuning telur.
  • Hati sapi.
  • Keju.
  • Makanan fortifikasi (susu atau sereal).

Kebutuhan vitamin D harian rata-rata adalah sekitar 600 IU untuk usia 1–70 tahun, 400 IU untuk bayi di bawah 1 tahun, dan 800 IU untuk usia di atas 70 tahun. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan vitamin D dari suplemen. Satu sendok minyak hati ikan kod bisa langsung memberi 1.360 IU, jumlah ini lebih dari dua kali lipat kebutuhan harian orang dewasa.

Kesimpulan

Vitamin D sangat penting, tetapi bukan berarti harus rela “dibakar” matahari tanpa perlindungan. Dengan kombinasi antara paparan sinar matahari secukupnya, penggunaan sunscreen yang tepat, makanan bergizi, dan suplemen bila perlu, kamu bisa tetap sehat, tulang kuat, daya tahan tubuh terjaga, dan kulit tetap aman dari bahaya kanker. Singkatnya, kamu bisa tetap mendapatkan vitamin D tanpa harus mengorbankan kulitmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *