5 Tanda Kamu Miliki Polip Usus, Perhatikan!

News122 Dilihat

Apa Itu Polip Usus?

Polip usus, juga dikenal sebagai polip kolon atau polip usus besar, adalah gumpalan kecil sel yang tumbuh di lapisan dalam usus besar. Meskipun dalam banyak kasus polip ini tidak berbahaya, terdapat kemungkinan bahwa beberapa dari mereka dapat berkembang menjadi kanker usus besar. Oleh karena itu, penting untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan polip tersebut.

Tanda dan Gejala Polip Usus

Banyak orang dengan polip usus tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, jika polip menyebabkan gejala, Anda mungkin mengalami hal-hal berikut:

  • Pendarahan dari rektum: Anda mungkin melihat darah di pakaian dalam atau di tisu toilet setelah buang air besar.
  • Darah pada tinja: Darah bisa membuat tinja terlihat hitam atau ada garis-garis merah pada tinja.
  • Rasa lemah dan lesu: Pendarahan akibat polip usus besar dapat menyebabkan anemia dan kekurangan zat besi.
  • Perubahan pada buang air besar: Terkadang, polip usus dapat menyebabkan sembelit atau diare yang berlangsung lebih dari seminggu, serta perubahan umum pada kebiasaan buang air besar.
  • Kram, mual, dan muntah: Polip besar di usus besar dapat menyebabkan gangguan pencernaan, sehingga menyebabkan kram, nyeri, mual, dan muntah.

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Meskipun gejala-gejala ini tidak selalu berarti Anda memiliki polip usus atau kanker usus besar, kondisi lain juga bisa menyebabkan gejala serupa. Jika Anda mengalami pendarahan dari rektum atau ada darah di tinja, segera hubungi dokter.

Faktor Risiko yang Meningkatkan Kemungkinan Terkena Polip Usus

Siapa pun bisa terkena polip usus, namun beberapa faktor risiko meningkatkan kemungkinan Anda mengalaminya, seperti:

  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Usia di atas 50 tahun.
  • Merokok.
  • Riwayat polip usus besar atau kanker usus besar sebelumnya.
  • Penyakit radang usus, seperti kolitis ulseratif atau penyakit Crohn.
  • Diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol dengan baik.

Selain itu, beberapa kondisi genetik juga meningkatkan risiko Anda mengembangkan polip dan kanker usus besar, antara lain:

  • Familial adenomatous polyposis (FAP): Kondisi ini menyebabkan ratusan atau bahkan ribuan polip tumbuh ketika masih muda, sejak masa remaja.
  • Sindrom Gardner: Jenis FAP yang menyebabkan polip tumbuh di usus besar dan usus kecil, serta tumor non-kanker di bagian tubuh lain.
  • Sindrom Lynch: Disebut juga kanker kolorektal nonpoliposis herediter, kondisi ini menyebabkan polip yang sangat mungkin berkembang menjadi kanker usus besar.
  • MYH-associated polyposis (MAP): Masalah pada gen MYH menyebabkan banyak polip tumbuh atau kanker usus besar terjadi pada usia muda.
  • Sindrom Peutz-Jeghers: Kondisi ini dimulai dengan bintik-bintik di sekujur tubuh dan menyebabkan polip usus besar yang bisa menjadi kanker.
  • Serrated polyposis syndrome: Kondisi ini menyebabkan jenis polip tertentu, yaitu polip adenomatosa bergerigi, tumbuh di bagian atas usus besar, yang bisa berubah menjadi kanker usus besar.

Pengobatan dan Pencegahan Polip Usus

Polip usus sangat mungkin untuk diobati. Dalam banyak kasus, polip bisa diangkat melalui biopsi sebagai bagian dari pemeriksaan usus. Jika polip usus lebih besar dan tidak dapat diangkat selama pemeriksaan rutin, maka dibutuhkan pembedahan.

Karena polip usus terkait dengan peningkatan risiko kanker usus besar, penting untuk melakukan pemeriksaan rutin. Pengangkatan polip adalah pengobatan terbaik dan mencegah berkembangnya kanker usus besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *