Anak Terkena Influenza A dan B: Kenali Gejala, Tanda Bahaya, dan Pencegahan

News226 Dilihat

Peningkatan Kasus Influenza di Indonesia dan Perhatian Orang Tua

Kasus influenza di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Lonjakan ini membuat perhatian para orang tua semakin tinggi terhadap kesehatan anak-anak. Rumah sakit kini menerima lebih banyak pasien anak yang memerlukan perawatan intensif. Setiap harinya, jumlah kunjungan meningkat di berbagai fasilitas kesehatan.

Banyak orang tua yang ingin tahu lebih dalam, apakah ini hanya flu biasa atau sesuatu yang lebih berisiko? Menurut Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subs Resp(K), dari Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, ada kasus influenza A dan B yang marak di rumah sakit-rumah sakit, sehingga terjadi peningkatan jumlah pasien yang memerlukan rawat inap.

Apa Itu Influenza Tipe A dan B?

Banyak kasus penyakit pada anak ternyata disebabkan oleh virus influenza. Menurut dr. Nastiti, virus ini menjadi salah satu kontributor utama penyebab munculnya infeksi. “Ternyata cukup banyak kasus yang disebabkan oleh influenza virus. Dia merupakan kontributor yang cukup penting sebagai virus penyebab atau kuman penyebab,” ucap dr. Nastiti.

Influenza dibagi menjadi tipe A, B, C, dan D berdasarkan susunan protein di permukaannya. Influenza A paling sering menimbulkan masalah serius, sedangkan influenza B biasanya lebih ringan. “Virus influenza ada A, B, C, D, kita lihat dari tipe susunan dari permukaannya, proteinnya berbeda. Ada influenza A, ada influenza B, C, dan D. Yang paling sering menyebabkan masalah itu influenza A, dia bisa bikin pandemi, dia bisa menyebar dengan menimbulkan banyak korban.”

“Influenza B itu umumnya lebih ringan, namun laporan-laporan terakhir juga menunjukkan bahwa influenza B pun bisa menyebabkan keparahan. Tapi memang tidak seperti influenza A untuk keparahannya, sedangkan influenza C biasanya ringan,” tambah dr. Nastiti.

Gejala Influenza pada Anak

Setelah memahami influenza tipe A dan B, Bunda juga perlu mengetahui gejala-gejala yang sering muncul pada anak. Berikut informasi selengkapnya:

  1. Demam dan nyeri badan

    Influenza biasanya menimbulkan demam tinggi yang disertai dengan nyeri badan. Hal ini membuat anak merasa lemas dan tidak bersemangat.

  2. Batuk dan pilek

    Batuk dan pilek merupakan gejala yang umum terjadi, namun pada flu biasanya lebih parah dibandingkan common cold atau infeksi virus pada hidung dan tenggorokan.

  3. Lemas dan sulit bangun

    Anak yang terkena flu sering merasa sangat lelah dan susah bangun dari tempat tidurnya. Bunda harus memantau dan memastikan anak cukup istirahat serta terhidrasi dengan baik.

  4. Sakit kepala dan pegal otot

    Flu sering kali menyebabkan sakit kepala dan pegal-pegal pada otot. Anak pun merasa tidak nyaman dan lebih rewel dari biasanya.

  5. Penularan cepat dan asimtomatik

    Virus influenza bisa menular bahkan sebelum gejala itu muncul. Bunda harus lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan di rumah dan lingkungan anak.

Tanda Bahaya Virus Influenza

Influenza bisa sangat berbahaya pada Si Kecil. Virus ini tidak boleh dianggap remeh karena dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak segera ditangani. “Influenza sangat berbahaya. Karena kita lihat dari sejarah bahwa pandemi influenza itu menyebabkan kematian, dan kematiannya itu jutaan, 2 juta, 1 juta, itu ketika terjadi pandemi sampai resources dari layanan kesehatan itu kewalahan.”

Batuk dan pilek memang wajar terjadi pada anak, tapi Bunda perlu tahu kapan gejala ini menjadi tanda waspada. “Tapi kita harus juga mengenali tanda bahaya Kapan itu kalau anaknya demam tinggi, misalnya di atas 39 ya Atau apalagi kalau di atas 40 itu kita harus perhatikan pantau.”

Demam tinggi pada anak adalah salah satu tanda bahaya. Pemantauan yang ketat sangat diperlukan untuk memastikan kondisi anak tetap aman. “Kalau demamnya cenderung tinggi-tinggi terus makin tinggi harus dibawa ke rumah sakit. Anak sulit minum, sulit minumnya bisa karena muntah terus Atau dia sama sekali tidak mau minum, sama sekali sulit untuk menolak karena nyeri Itu merupakan tanda bahaya.”

Selain itu, kesulitan minum atau muntah yang terus menerus menjadi indikator serius. Gangguan pernapasan seperti napas tersengal atau tarikan dinding dada juga bisa menandakan komplikasi serius.

Pencegahan Penyakit Influenza pada Anak

Nah, Bunda, setelah memahami influenza tipe A dan B beserta gejala dan tanda bahayanya, kini saatnya kita juga mempelajari langkah-langkah pencegahan penyakit influenza. Simak, yuk!

  1. Menutup hidung dan mulut saat batuk

    Anak-anak perlu diajarkan menutup hidung dan mulut ketika batuk atau bersin. Kebiasaan ini membantu mencegah virus yang menyebar ke teman sekelas ataupun keluarga.

  2. Meningkatkan daya tahan tubuh

    Memberikan anak cukup istirahat, makanan bergizi, dan minum air yang cukup sangat penting. Tubuh yang kuat akan lebih tahan terhadap serangan influenza.

  3. Vaksinasi influenza

    Vaksin influenza direkomendasikan mulai usia enam bulan. Pemberian vaksin ini mengikuti panduan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia untuk memastikan anak mendapat perlindungan yang aman.

  4. Memperhatikan perilaku bersih dan sehat

    Anak-anak perlu dibiasakan hidup bersih dan sehat sejak dini. Hindari kebiasaan merokok di sekitar anak dan ajarkan mereka mandi secara teratur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *