PHK Massal Pabrik Rokok: Serikat Pekerja Angkat Bicara!

Finance90 Dilihat

Jakarta, IDN Times – Kabar mengejutkan datang dari industri tembakau nasional. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) telah menerima informasi adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) buruh di raksasa rokok, PT Gudang Garam. Meski demikian, KSPI menegaskan pihaknya masih akan melakukan pengecekan mendalam untuk memverifikasi kebenaran informasi krusial ini sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

“Kami baru dapat kabarnya telah terjadi PHK buruh rokok PT Gudang Garam. Kita akan cek dulu,” terang Presiden KSPI, Said Iqbal, dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (6/9/2025). Informasi mengenai PHK di Gudang Garam ini mencuat setelah sebuah video pendek yang memperlihatkan PHK massal buruh pabrik rokok tersebut di Tuban, Jawa Timur, menjadi viral di berbagai platform media sosial, memicu kekhawatiran dan diskusi publik.

Potensi Dampak Meluas hingga Ratusan Ribu Pekerja

Jika kabar PHK ini terbukti benar, dampaknya diperkirakan akan sangat luas dan masif. Menurut Said Iqbal, efek berantai krisis ini tidak hanya akan menyentuh buruh PT Gudang Garam secara langsung, melainkan juga puluhan ribu pekerja lain yang secara langsung maupun tidak langsung terkait erat dengan ekosistem industri rokok. Mereka termasuk para buruh tembakau di hulu, sektor logistik, supir, pedagang kecil, pemasok bahan baku, hingga pemilik kontrakan yang menggantungkan pendapatan dari para pekerja rokok. “Bisa jadi ratusan ribu buruh berpotensi kehilangan pekerjaan,” tegas Iqbal, menggambarkan potensi skala krisis ketenagakerjaan yang signifikan jika situasi ini tidak segera tertangani.

Dugaan Penyebab: Daya Beli Lesu dan Biaya Produksi Tinggi

Iqbal menganalisis, bila PHK massal di Gudang Garam benar terjadi, hal tersebut menjadi indikasi kuat bahwa daya beli masyarakat masih berada pada titik rendah. Kondisi ini secara langsung menekan permintaan pasar dan berimbas pada penurunan volume produksi industri. “Ini membuktikan daya beli masyarakat masih rendah sehingga produksi menurun,” paparnya. Selain faktor daya beli, pria yang juga menjabat sebagai Presiden Partai Buruh ini menyoroti beberapa faktor lain yang membebani industri hasil tembakau. Kelangkaan pasokan tembakau, serta anggapan bahwa produk rokok Gudang Garam kurang mengikuti tren pasar dan kurang inovatif, dituding membuat perusahaan kalah bersaing. Tak hanya itu, kenaikan cukai rokok yang terus berlangsung juga disebut Iqbal turut memberi tekanan signifikan pada keberlangsungan bisnis industri rokok secara keseluruhan.

Seruan Mendesak: Selamatkan Industri dan Lindungi Buruh

Menyikapi potensi ancaman PHK massal ini, Said Iqbal melontarkan seruan mendesak agar keberlangsungan industri rokok nasional harus dijaga. Seiring dengan itu, ia meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memastikan perlindungan optimal bagi puluhan ribu buruh yang saat ini terancam kehilangan mata pencarian. Ia menegaskan, kedua tingkatan pemerintahan memiliki tanggung jawab untuk segera turun tangan menanggulangi persoalan yang kompleks ini dengan langkah-langkah strategis. Iqbal juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan: upaya kampanye kesehatan masyarakat tetap harus dijalankan secara konsisten, namun tidak boleh mengorbankan kelangsungan industri dan kesejahteraan para buruh yang menggantungkan hidup padanya. “Selamatkan industri rokok nasional. Selamatkan puluhan ribu buruh terancam PHK. Tetap dijaga kampanye kesehatan,” serunya dengan nada penuh urgensi. site url