WHO Rilis Panduan Baru untuk Diabetes Saat Hamil, Ini Pesan Utamanya

Berita96 Dilihat

Diabetic Gestasional: Tantangan Kesehatan yang Semakin Mendesak

Diabetes gestasional kini menjadi salah satu masalah kesehatan yang sangat mendesak, terutama bagi ibu dan anak. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kondisi ini memengaruhi sekitar 1 dari 6 kehamilan, atau sekitar 21 juta perempuan setiap tahunnya. Angka ini semakin meningkat, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, tempat akses terhadap layanan khusus masih terbatas.

Melihat besarnya dampak dari diabetes gestasional, WHO merilis panduan global pertama untuk penanganannya. Dokumen ini menjadi standar baru bagi tenaga kesehatan, pembuat kebijakan, hingga sistem layanan kesehatan di berbagai negara. Panduan ini fokus pada pencegahan komplikasi serius seperti preeklamsia, stillbirth (lahir mati), dan cedera saat lahir, serta risiko jangka panjang seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiometabolik pada ibu maupun anak.

Rekomendasi Utama dalam Panduan WHO

Panduan WHO mencakup 27 rekomendasi kunci yang mencakup praktik inti, pemantauan glukosa, hingga terapi obat. Beberapa poin penting antara lain:

  • Perawatan yang dipersonalisasi

    Setiap ibu dengan diabetes—baik tipe 1, tipe 2, maupun gestasional—membutuhkan panduan khusus mengenai pola makan, aktivitas fisik, dan target gula darah. WHO menekankan bahwa saran harus disesuaikan dengan kondisi, budaya, dan kebutuhan masing-masing perempuan.

  • Pemantauan glukosa lebih sering

    WHO merekomendasikan self-monitoring (SMBG) untuk semua jenis diabetes pada kehamilan. Untuk penderita diabetes tipe 1, penggunaan continuous glucose monitoring (CGM) dianjurkan bila tersedia karena dapat meningkatkan kontrol glukosa.

  • Penggunaan obat yang jelas dan aman

    Obat untuk mengelola gula darah selama hamil harus dipilih hati-hati. Pada diabetes tipe 1 tetap menggunakan insulin yang sama seperti sebelum hamil, kecuali perlu perubahan. Pada diabetes tipe 2 dan diabetes gestasional, jika diet dan aktivitas tidak cukup, metformin atau insulin direkomendasikan sebagai lini pertama.

  • Kebutuhan layanan multidisiplin

    WHO mendorong layanan terpadu yang melibatkan dokter kandungan, ahli endokrin, bidan, perawat, ahli gizi, hingga konselor. Pendekatan tim terbukti meningkatkan hasil kehamilan, terutama di negara-negara dengan kasus diabetes tinggi.

Dampak dan Urgensi: Cegah Komplikasi Fatal dan Risiko Jangka Panjang



Diabetes yang tidak terkontrol saat hamil membawa risiko besar, mulai dari preeklamsia, stillbirth, dan bayi besar (makrosomia), hingga cedera saat lahir. Dalam jangka panjang, sang ibu berisiko lebih tinggi mengalami diabetes tipe 2, sementara anak berisiko mengembangkan obesitas, hipertensi, penyakit jantung, hingga diabetes saat dewasa.

WHO juga menyoroti kesenjangan akses layanan, terutama di negara berpenghasilan rendah yang menanggung beban kasus terbesar. Dengan adanya pedoman global ini, negara-negara diharapkan dapat memperkuat sistem kesehatan, memastikan obat dan alat pemantau glukosa tersedia, serta meningkatkan pelatihan tenaga kesehatan.

Peluncuran Pedoman dan Tema World Diabetes Day 2025

Peluncuran pedoman ini bertepatan dengan World Diabetes Day 2025 yang mengangkat tema “Diabetes across life stages”. WHO menekankan bahwa penanganan diabetes harus dimulai sejak remaja, masa reproduksi, kehamilan, hingga lanjut usia.

Dengan pedoman baru ini, diharapkan setiap perempuan di mana pun dapat menjalani kehamilan yang aman, sehat, dan bebas komplikasi yang dapat dicegah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *