Turis Kecanduan Diet Ekstrem Tewas Akibat Malnutrisi

News104 Dilihat

Kehidupan Karolina Krzyzak yang Berakhir di Bali

Kisah seorang turis asal Polandia, Karolina Krzyzak, yang berusia 27 tahun, menjadi perhatian dunia internasional setelah meninggal di Bali pada akhir 2024. Karolina menginap di Sumberkima Hill dan ditemukan meninggal dunia di kamar hotelnya karena malnutrisi yang disebabkan oleh pilihan dietnya. Menurut laporan dari The Sun, 1 Oktober 2025, Karolina yang merupakan mantan mahasiswa Universitas Leeds meninggal karena kelaparan setelah menerapkan pola makan fruitarian, yaitu hanya terdiri dari buah-buahan.

Sebelum kematiannya, Karolina memiliki berat badan hanya sekitar 22 kilogram. Ia bahkan kesulitan berjalan dan menopang tubuhnya sendiri. Staf hotel Sumberkima Hill mengetahui persyaratan dietnya yang ketat saat ia tiba di sana. Mereka diminta untuk hanya menyajikan buah-buahan dan mengantarkannya langsung ke pintu kamarnya. Pihak hotel mengaku bahwa permintaan makanan vegan bukanlah hal yang aneh mengingat banyak turis yang melakukan hal serupa. Hotel tersebut juga sering menjadi tujuan wisatawan retret.

Namun, staf hotel dilaporkan terkejut melihat penampilannya yang sangat kurus. Karolina melemah hingga pada suatu malam ia harus dibawa kembali ke kamarnya oleh petugas karena tidak mampu melakukannya sendiri. Karena khawatir, staf hotel berulang kali menyarankan agar Karolina segera mencari pertolongan medis atau menemui dokter. Sayangnya, setiap permohonan tersebut selalu ditanggapi dengan penolakan.

Tiga hari setelah kedatangannya, pihak hotel menerima pesan dari seorang teman Karolina di Bali yang khawatir karena tidak mendengar kabar darinya. Staf segera memeriksa kamar dan menemukan Karolina sudah kaku. Ia tewas sendirian di kamarnya.

Gangguan Makan yang Memperburuk Kondisi

Kasus Karolina menjadi sorotan karena pilihan dietnya diperburuk oleh riwayat gangguan makan yang ia derita. Karolina, yang berasal dari Warsawa, telah menghabiskan seluruh masa remajanya berjuang melawan anoreksia. Gangguan makan yang dideritanya sejak lama ini membuatnya mengikuti tren kesehatan yang ekstrem. Meskipun orang terdekatnya sudah mencoba untuk mengajak agar ia mengubah gaya hidupnya, mereka gagal. Perjalanan Karolina ke Bali terjadi ketika kondisinya sudah sangat parah.

Tragedi yang menimpa Karolina Krzyzak di Bali menjadi peringatan keras mengenai bahaya diet ekstrem.

Apa Itu Diet Fruitarian?

Diet fruitarian adalah pola makan vegan yang ketat dan ekstrem. Diet ini membatasi makanan hanya pada buah-buahan mentah sehingga menyebabkan orang yang menjalaninya kekurangan nutrisi yang dibutuhkan tubuh manusia. Karena menjalani diet itu, Karolina mengalami sejumlah kondisi fisik yang parah. Kukunya menguning, dan giginya bahkan membusuk. Selain itu, seorang teman Karolina mengonfirmasi bahwa ia menderita osteoporosis (kerapuhan tulang) dan defisiensi albumin (kekurangan protein dalam darah) menjelang kematiannya. Kondisi-kondisi ini menunjukkan betapa parahnya malnutrisi yang ia alami akibat pilihan dietnya.

Tidak Direkomendasikan Ahli Gizi

Ide di balik diet ini adalah antioksidan dalam buah-buahan akan membantu seseorang hidup lebih lama. Namun, tubuh hanya membutuhkan antioksidan. Itu sebabnya, ahli diet terdaftar Keri Gans mengatakan bahwa diet ini tidak sehat. “Diet ini tidak sehat karena kekurangan banyak nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh kita untuk berfungsi optimal, seperti protein, zat besi, vitamin B12, kalsium, dan vitamin D,” ujar Gans seperti dilansir Today. Mengikuti diet ini dapat menyebabkan malnutrisi, dan ia tidak merekomendasikannya.

Menurut Cleveland Clinic, para pelaku diet buah-buahan seringkali memiliki kadar vitamin B12, kalsium, vitamin D, yodium, dan asam lemak omega-3 yang rendah. Hal itu dapat menyebabkan anemia, kelelahan, lesu, dan disfungsi sistem kekebalan tubuh. Kalsium yang rendah juga dapat menyebabkan osteoporosis. Suplemen nutrisi yang memenuhi kekurangan ini seringkali terbuat dari sumber makanan seperti susu atau protein kedelai, yang dianggap terlarang dalam diet buah-buahan. Akibatnya, orang menjalani diet ini mengalami malnutrisi.

Selain malnutrisi karena diet, Karolina juga mengalami gangguan makan. Di Inggris, gangguan makan ini dianggap sebagai kondisi serius dan dapat mengancam jiwa, menurut National Institut of Mental Health. Selain itu, penderita gangguan makan berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi medis dan penyakit mental penyerta, termasuk depresi, kecemasan, dan gangguan penggunaan zat. Kondisi penyerta ini dapat memperburuk gangguan makan. Gangguan makan dapat diobati dengan sukses. Deteksi dan pengobatan dini penting untuk pemulihan penuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *