Terapi Dislipimedia Turunkan LDL pada Penderita Kolesterol

Berita119 Dilihat



Daewoong Pharmaceutical Indonesia, sebuah perusahaan farmasi asal Korea Selatan, baru saja meluncurkan produk terbarunya yang diberi nama Crezet. Obat ini merupakan kombinasi dari dua bahan aktif, yaitu Ezetimibe dan Rosuvastatin. Menurut Head of Indonesia Business Division sekaligus Direktur Daewoong Pharmaceutical Indonesia, Baik In Hyun, Crezet dirancang untuk membantu menurunkan kadar LDL-C (low-density lipoprotein cholesterol) dengan lebih cepat dan efektif. Ia menyampaikan hal ini pada akhir November 2025.

Crezet bekerja melalui dua mekanisme yang saling melengkapi. Rosuvastatin bertugas menekan produksi kolesterol di hati, sementara Ezetimibe menghambat penyerapan kolesterol di usus halus. Dengan pendekatan ganda ini, penurunan LDL-C terbukti lebih optimal meskipun digunakan dalam dosis rendah. Hal ini menjadikan Crezet sebagai solusi terapi yang lebih efisien dibandingkan penggunaan statin tunggal.

Untuk memberikan pilihan terapi yang lebih presisi sesuai tingkat risiko kardiovaskular masing-masing pasien, Daewoong menyediakan tiga variasi dosis: 10/5 miligram, 10/10 miligram, dan 10/20 miligram. Terapi kombinasi ini sejalan dengan panduan ESC (European Society of Cardiology), sehingga menjadi fokus utama dalam penerapannya.

Baik In Hyun menegaskan bahwa timnya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas hidup pasien melalui terapi yang didasarkan pada bukti ilmiah. “Kolaborasi erat dengan para profesional medis sangat penting dalam proses ini,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa Daewoong akan terus memperluas portofolio terapi inovatif, terutama untuk penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan gagal jantung.

Selain itu, tim Daewoong berkomitmen untuk menjadi mitra kesehatan yang dapat dipercaya bagi masyarakat Indonesia. Mereka melakukan kerja sama riset bersama Perkumpulan Kardiologi Indonesia (PERKI) serta pakar dari kedua negara. Salah satu pembahasan utama dalam simposium adalah urgensi pengendalian LDL-C secara dini dan agresif untuk mencegah kejadian kardiovaskular.

Ketua PERKI, Ade Meidian Ambari, menjelaskan bahwa lebih dari 80 persen pasien penyakit jantung koroner di Indonesia belum mencapai target LDL-C sebesar 70 mg/dL. Hanya 8,5 persen yang berhasil mencapai target risiko sangat tinggi, yaitu 55 mg/dL. Ia menilai strategi terapi kombinasi yang dipaparkan dapat membantu meningkatkan standar tata laksana kardiovaskular di Indonesia.

“Pedoman ESC menekankan prinsip ‘semakin rendah dan semakin cepat, semakin baik’. Artinya, menurunkan LDL-C sedini mungkin, terutama dengan terapi kombinasi, sangat penting untuk pencegahan kardiovaskular yang efektif,” katanya.

Pakar dari Korea Selatan juga memaparkan efektivitas terapi kombinasi berdasarkan berbagai studi klinis. Ahli Kardiologi dan Dislipidemia dari Korea Selatan, Won Ho Youn, menyampaikan bahwa terapi kombinasi yang menghambat penyerapan dan produksi kolesterol secara bersamaan merupakan strategi penting untuk mencapai target LDL-C dalam panduan global. “Ini juga meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien jangka panjang,” tambahnya.

Won Ho Youn juga menambahkan bahwa penelitian ACTE (AJC, 2011) dan RACING (Lancet, 2022) menunjukkan bahwa terapi kombinasi memberikan penurunan LDL-C lebih besar dan efek samping lebih rendah dibandingkan statin dosis tinggi.

Ketua Perhimpunan Kardiologi Korea, Kang Seok Min, menjelaskan data penggunaan di Korea Selatan. “Tingkat peresepan terapi kombinasi Ezetimibe meningkat dari 4,5 persen pada 2016 naik menjadi 22,5 persen pada 2020, dan tingkat pencapaian target LDL-C naik dari 41,4 persen menjadi 62,5 persen,” katanya.

Menurutnya, pasien dengan risiko tinggi bisa memulai terapi kombinasi tanpa menunda adalah kunci untuk hasil yang lebih baik.

Daewoong berencana memperkuat kolaborasi dengan rumah sakit dan institusi kesehatan di Indonesia melalui obat kombinasi baru ini. Baik mengatakan timnya ingin meningkatkan akses pasien terhadap terapi inovatif melalui rangkaian obat kombinasi tetap dengan tiga pilihan dosis.

Pilihan latihan:

Habiskan Ramadan di Korea Selatan, Beruntung Kantor Sediakan Musala

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *