Infeksi Menular Seksual yang Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mata
Infeksi menular seksual (IMS) biasanya menyerang alat kelamin, rektum, dan tenggorokan. Namun, beberapa jenis IMS juga dapat menyebar ke mata dan bagian tubuh lain yang memiliki permukaan mukosa. Mukosa adalah jaringan yang menghasilkan lendir dan terletak di dalam saluran tubuh seperti hidung, mulut, bibir, uretra, kulup bagian dalam, anus, dan vagina. Di dalam dan sekitar mata, termasuk kelopak mata bagian dalam dan konjungtiva, juga terdapat permukaan mukosa. Hal ini membuat mata menjadi sasaran yang rentan terhadap infeksi IMS.
Tidak semua IMS bisa menyebabkan penyakit mata. Misalnya, HIV tidak menular melalui mata, meskipun virus ini bisa membuat penderitanya lebih rentan terhadap masalah mata. Sebaliknya, IMS yang langsung menginfeksi kulit dan selaput lendir lebih mungkin menyebabkan gangguan pada mata. Berikut ini adalah beberapa IMS yang dapat memengaruhi kesehatan mata:
1. Klamidia
Infeksi klamidia pada mata dikenal sebagai trakom. Trakom disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis dan merupakan salah satu penyebab utama kebutaan di negara berkembang. Infeksi yang tidak terlalu parah dapat menyebabkan penurunan penglihatan. Peradangan dan jaringan parut pada konjungtiva sering kali menjadi penyebab masalah mata terkait klamidia. Pengobatan dini dengan antibiotik dapat mencegah komplikasi yang lebih berat. Di daerah dengan kejadian trakom tinggi, kebersihan wajah menjadi faktor penting dalam pencegahan.
2. Sifilis
Sifilis adalah IMS yang bisa menyebabkan masalah kesehatan serius jika tidak ditangani. Sifilis okular dapat terjadi pada semua tahap infeksi sifilis dan bisa mengenai hampir semua struktur mata, terutama uvea. Gejalanya mencakup perubahan penglihatan, penurunan ketajaman penglihatan, dan kebutaan permanen. Pengobatan dengan antibiotik bisa mencegah perkembangan penyakit, tetapi tidak akan memperbaiki kerusakan yang sudah ada.
3. Hepatitis B
Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). HBV ditularkan melalui darah, air mani, atau cairan tubuh yang terinfeksi. Faktor risiko utama termasuk hubungan seks tanpa kondom dan penggunaan narkoba suntik. Salah satu tanda awal infeksi HBV adalah penyakit kuning, yang menyebabkan mata dan kulit menguning. Pada kasus kronis, HBV bisa menyebabkan peradangan pada retina, saraf optik, atau saluran uveal. Dokter bisa mengobati kondisi mata yang terkait dengan infeksi hepatitis B.
4. Gonore
Gonore pada mata umumnya terjadi pada bayi baru lahir, namun pada orang dewasa, infeksi mata dari gonore sering disebabkan oleh autoinokulasi. Ini terjadi ketika seseorang menyentuh matanya setelah menyentuh cairan atau sekret yang terinfeksi. Penyakit mata akibat Neisseria gonorrhoeae ini bisa diobati dengan antibiotik, biasanya melalui injeksi. Jika tidak diobati, infeksi ini bisa menyebabkan kebutaan.
5. Herpes Simpleks
Herpes simpleks adalah virus yang bisa menyebabkan lesi pada wajah, alat kelamin, dan mata. Karena herpes tidak bisa disembuhkan, infeksi mata sering kambuh dan memengaruhi kualitas hidup. Masalah penglihatan bisa memburuk saat wabah aktif, tetapi juga bisa menetap bahkan tanpa lesi. Obat antivirus seperti asiklovir digunakan sebagai pengobatan lini pertama. Asiklovir juga bisa digunakan untuk mengobati infeksi mata akibat virus varicella-zoster.
6. HIV/AIDS
Sebagian besar pasien HIV memerlukan pengobatan untuk gangguan mata pada suatu waktu. Retinitis sitomegalovirus (CMV) adalah komplikasi yang paling umum. CMV biasanya tidak berbahaya bagi orang sehat, tetapi bisa menyebabkan peradangan retina yang berbahaya bagi penderita HIV. Gejalanya mencakup penglihatan kabur, bercak gelap, dan floater. Pengobatan HIV dan CMV diperlukan untuk mengendalikan penyakit ini.
7. Kutu Kemaluan
Kutu kemaluan adalah serangga kecil yang menyerang area genital dan menyebabkan gatal hebat. Dalam kasus langka, kutu ini bisa ditemukan di bulu mata, bulu ketiak, dan bulu wajah. Pengobatan melibatkan penghapusan kutu dengan pinset atau sisir, serta penggunaan salep petrolatum oftalmik.
Cara Mencegah Komplikasi Mata Akibat IMS
Untuk mencegah komplikasi mata akibat IMS, beberapa langkah penting bisa dilakukan:
– Sering mencuci tangan dan hindari menyentuh atau menggosok mata kecuali tangan bersih.
– Jangan berbagi riasan mata atau kosmetik. Buang riasan mata jika sedang mengalami konjungtivitis.
– Hindari berbagi handuk, waslap, atau sarung bantal.
– Gunakan handuk terpisah untuk setiap mata jika hanya satu mata yang terinfeksi.
– Gunakan perlindungan selama aktivitas seksual.
Dengan kesadaran dan pencegahan yang tepat, risiko infeksi IMS yang memengaruhi kesehatan mata bisa diminimalkan.






