Penelitian Baru Mengungkap Risiko Jarang dari Penggunaan Antibiotik TMP-SMX
Dalam dunia kedokteran, antibiotik seperti trimethoprim-sulfamethoxazole (TMP-SMX) telah lama digunakan untuk mengatasi berbagai jenis infeksi, termasuk infeksi kulit, saluran kemih, dan jerawat. Namun, sebuah penelitian terbaru menemukan risiko yang mungkin tidak sepenuhnya diketahui sebelumnya, khususnya bagi remaja dan dewasa muda.
Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti di Kanada yang menganalisis jutaan data kesehatan untuk menjawab satu pertanyaan penting: apakah ada risiko serius yang terlewat dari penggunaan TMP-SMX pada kelompok usia sehat? Hasil analisis besar ini menunjukkan bahwa meskipun jarang, sebagian kecil pasien bisa mengalami gagal napas akut setelah menggunakan obat tersebut.
Temuan Utama Penelitian
Studi berbasis populasi ini melibatkan lebih dari 750.000 remaja dan dewasa muda (berusia 10–25 tahun). Dari data yang dianalisis, risiko kunjungan ke rumah sakit karena gagal napas akut hampir tiga kali lebih tinggi pada mereka yang menggunakan TMP-SMX dibandingkan pengguna amoksisilin atau sefalosporin. Meskipun meningkat secara relatif, angka ini tetap sangat rendah—hanya 0,03 persen dari pengguna TMP-SMX yang mengalami kondisi tersebut. Artinya, sekitar 1 dari 4.000–5.000 pasien mungkin terdampak.
Temuan ini sejalan dengan 19 laporan kasus sebelumnya yang melibatkan pasien sehat. Beberapa di antaranya membutuhkan alat bantu oksigenasi ekstrem (ECMO), bahkan dua pasien dilaporkan meninggal akibat reaksi berat setelah penggunaan TMP-SMX. Peringatan ini mendorong Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menerbitkan peringatan keamanan pada 2021 untuk Bactrim dan Septra.
Apa yang Harus Diperhatikan oleh Pengguna Antibiotik?
Para peneliti menduga ada alasan biologis mengapa hanya sebagian kecil orang yang terdampak. Mereka mencurigai kombinasi faktor genetik, seperti variasi pada gen imun, metabolisme obat, atau respons inflamasi ekstrem yang memicu sindrom gangguan napas akut. Namun, mereka juga terbuka pada kemungkinan bahwa infeksi dasar yang diobati bisa menjadi pemicu, bukan obatnya.
Karena penelitian ini bersifat observasional, kesimpulan sebab-akibat belum bisa ditetapkan. Para ahli menekankan perlunya replikasi studi di negara dan populasi lain. Meski begitu, data ini cukup kuat untuk menegaskan bahwa peringatan FDA bukan sekadar langkah berlebihan.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Secara keseluruhan, TMP-SMX tetap merupakan antibiotik yang efektif dan aman untuk mayoritas pasien. Namun, studi terbaru menyoroti perlunya kewaspadaan tambahan ketika meresepkannya kepada remaja dan dewasa muda. Pemantauan gejala pernapasan setelah memulai obat ini menjadi langkah penting.
Temuan ini bukan alasan untuk menghindari TMP-SMX sepenuhnya, melainkan dorongan untuk memastikan bahwa setiap keputusan terapi mempertimbangkan risiko dan manfaat. Dengan informasi yang lebih lengkap, dokter dan pasien dapat membuat pilihan yang lebih aman dan tepat.
Referensi Tambahan
- Fatemeh Ahmadi et al., “Trimethoprim-Sulfamethoxazole and Acute Respiratory Failure in Adolescents and Young Adults,” JAMA Network Open 8, no. 11 (November 24, 2025): e2545251, https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2025.45251.
Artikel Terkait
- BPOM: Cara Membuang Antibiotik yang Benar dan Aman
- WHO: Kasus Gonore Kebal Antibiotik Makin Mengkhawatirkan
- WHO: Bakteri E. coli dan K. pneumoniae Kian Kebal Antibiotik












