Studi: Risiko Penyakit Jantung Muncul di Hampir Semua Kasus

News177 Dilihat

Penyakit Kardiovaskular dan Faktor Risiko yang Perlu Diperhatikan

Penyakit kardiovaskular mencakup berbagai kondisi yang memengaruhi jantung dan pembuluh darah. Penyakit ini bisa menyerang satu atau beberapa bagian dari sistem sirkulasi tubuh. Empat kondisi utama yang termasuk dalam penyakit kardiovaskular adalah penyakit arteri koroner, penyakit serebrovaskular (seperti stroke), penyakit arteri perifer, serta aterosklerosis aorta.

Banyak orang mengira bahwa penyakit kardiovaskular muncul secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda. Namun, hasil penelitian terbaru dari Korea dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa hampir semua kasus memiliki faktor risiko sebelumnya. Dalam studi besar yang melibatkan lebih dari 9 juta orang di Korea dan hampir 7 ribu orang di Amerika Serikat, para peneliti menemukan bahwa sekitar 99 persen kasus serangan jantung, stroke, atau gagal jantung memiliki setidaknya satu faktor risiko, meskipun kadar risikonya belum cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai penyakit.

Faktor risiko tidak hanya terbatas pada tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gula darah tinggi, atau riwayat merokok. Para peneliti juga mengamati kategori “tidak optimal”, seperti tekanan darah antara 120–139 mmHg, yang belum dianggap hipertensi tetapi sudah tidak ideal.

Hasil penelitian ini konsisten di kedua negara. Tekanan darah di atas rentang ideal menjadi faktor paling umum, terjadi pada lebih dari 93–96 persen kasus. Kolesterol tinggi menyusul, ditemukan pada 70–85 persen kasus. Gula darah meningkat, meski belum diabetes, ditemukan pada lebih dari separuh peserta. Riwayat merokok juga muncul pada hampir separuh hingga dua pertiga kasus. Yang mengejutkan, lebih dari 93 persen pasien memiliki dua faktor risiko atau lebih. Bahkan, dalam data Korea, 42,8 persen pasien penyakit jantung memiliki keempat faktor risiko tersebut sekaligus.

Temuan ini menantang anggapan lama bahwa penyakit kardiovaskular bisa muncul tanpa tanda. Justru sebaliknya, hampir semua kasus diawali dengan sinyal yang bisa dilacak. Ini menunjukkan bahwa penyakit jantung, stroke, dan gagal jantung jarang terjadi pada orang yang benar-benar sehat secara fisik. Oleh karena itu, menjaga angka-angka seperti tekanan darah, kolesterol, gula darah, serta status merokok tetap berada dalam batas optimal mungkin menjadi kunci pencegahan.

Langkah-Langkah Pencegahan Penyakit Kardiovaskular

Mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dapat dilakukan dengan gaya hidup sehat. Jika kamu sudah memiliki penyakit ini, menjaga kesehatan sebaik mungkin bisa membantu mencegah kondisinya memburuk.

Berhenti Merokok

Jika kamu perokok, segera berhenti. Jika kesulitan, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan bantuan.

Pola Makan Seimbang

Pola makan sehat sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
* Rendah lemak jenuh: Pilih sumber lemak sehat seperti ikan berlemak, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun. Hindari lemak tidak sehat seperti daging berlemak, lemak hewani, krim, kue, dan biskuit.
* Rendah garam: Batasi konsumsi kurang dari 6 gram per hari.
* Rendah gula.
* Kaya akan serat dan makanan gandum utuh.
* Banyak buah dan sayuran, minimal lima porsi per hari.

Rutin Berolahraga

Orang dewasa dianjurkan melakukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu, seperti bersepeda atau jalan cepat. Jika merasa berat, mulailah dari tingkat yang nyaman dan tingkatkan secara bertahap. Jika belum pernah berolahraga atau lama berhenti, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.

Menjaga Berat Badan Sehat

Jika kamu kelebihan berat badan atau obesitas, kombinasi olahraga teratur dan pola makan sehat dapat membantu menurunkan berat badan. Jika kesulitan, dokter atau ahli gizi dapat membantu menyusun rencana penurunan berat badan.

Tidak Minum Alkohol

Dokter dapat memberi saran jika kamu kesulitan mengurangi konsumsi alkohol.

Obat

Jika kamu memiliki risiko tinggi akibat kolesterol tinggi, dokter mungkin merekomendasikan obat statin untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *