Stikes Pertamedika Dorong Mahasiswa Miliki Mindset Global

Berita422 Dilihat

Peningkatan Standar Pembelajaran melalui Program Student Mobility

STIKES Pertamedika berkomitmen untuk membentuk generasi mahasiswa dengan pola pikir yang berstandar internasional. Dalam upaya tersebut, pihak kampus melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satu inisiatif utama adalah program Student Mobility, yang bertujuan untuk memberikan pengalaman akademik dan budaya di luar negeri.

Pada periode 2–15 November 2025, STIKES Pertamedika mengirimkan lima mahasiswa beserta satu dosen pendamping ke Boromarajonani College of Nursing, Chonburi (BCN Chon), Thailand. Program ini merupakan bagian dari agenda internasionalisasi kampus serta implementasi Diktisaintek Berdampak. Menurut Ketua STIKES Pertamedika IHC, Maryati, program ini menjadi langkah penting dalam memperkuat daya saing lulusan.

“Melalui program ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman internasional yang sangat penting di era global. Paparan lintas budaya dan sistem kesehatan luar negeri akan mematangkan karakter, kompetensi, dan profesionalisme mereka sebagai calon tenaga kesehatan,” ujarnya.

Visi dan Harapan dari Pihak Yayasan

Ketua Yayasan Pendidikan Pertamedika, Asep Saefudin, memberikan apresiasi terhadap program Student Mobility. Ia menilai bahwa program ini tidak hanya tentang kunjungan ke luar negeri, tetapi juga tentang membangun mindset internasional, kemampuan kolaborasi lintas budaya, dan kesiapan untuk bersaing di dunia kesehatan yang semakin dinamis.

Ia berharap program ini dapat membuat mahasiswanya menjadi duta akademik yang membawa nama baik institusi. “Sekaligus pulang dengan pengalaman, jejaring, dan inovasi baru yang dapat berkontribusi bagi kemajuan pendidikan kesehatan di Indonesia,” tambahnya.

Aktivitas Selama Dua Minggu di Thailand

Selama dua minggu di Thailand, para peserta diberikan kesempatan untuk memperluas wawasan terkait sistem pendidikan dan layanan kesehatan di negara tersebut. Mereka juga dilibatkan dalam berbagai aktivitas yang bertujuan memperkuat kemampuan adaptasi lintas budaya, komunikasi, profesionalisme, dan literasi global sebagai calon tenaga kesehatan masa depan.

Rangkaian kegiatan mencakup kuliah internasional dengan kecerdasan buatan di bidang keperawatan, obat tradisional di Thailand, dan pemeriksaan kesehatan jiwa. Peserta juga diajak untuk mempelajari soal keperawatan untuk orang tua, keperawatan keluarga, serta kesehatan di tempat kerja.

Selain itu, peserta mengikuti workshop pijat ala Thailand dan kompres herbal. Mereka juga berkesempatan untuk melakukan kunjungan ke rumah sakit, pusat perawatan, hingga pusat perkembangan anak, dan pelayanan kesehatan tersier. Diskusi panel dengan akademisi Thailand dan berbagai perguruan tinggi Indonesia menjadi agenda penting. Selama masa tersebut, peserta juga mengikuti kegiatan pertukaran budaya Indonesia-Thailand, melakukan kunjungan kebudayaan di beberapa lokasi edukatif, serta melakukan presentasi akademik dan evaluasi program.

Kontribusi pada Indikator Kinerja Utama

Program Student Mobility ini juga memperkuat Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya terkait pengalaman belajar di luar kampus dan kolaborasi dengan perguruan tinggi kelas dunia. “Kami terus mengembangkan kemitraan internasional di berbagai negara sebagai upaya membangun institusi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global,” kata Maryati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *