Seru! Menikmati Malam di Alun-Alun Kota Tasikmalaya dengan Kuliner, Swafoto, dan Bermain dengan Anak

Berita307 Dilihat

Wisata Malam di Alun-alun Kota Tasikmalaya

Alun-alun Kota Tasikmalaya sering disebut sebagai legenda dan menjadi salah satu ikon utama kota ini. Letaknya yang strategis, dekat dengan Pendopo Lama serta Tugu Ikonik seperti Tugu Mak Eroh dan Abdul Rodjak, membuat tempat ini menjadi pusat perhatian bagi warga maupun pengunjung. Kedua tokoh tersebut adalah warga Tasikmalaya yang telah menerima penghargaan Kalpataru dalam bidang lingkungan dan pelestarian alam.

Selain itu, sekitar area Alun-alun juga terdapat berbagai fasilitas hiburan anak-anak. Di luar area Alun-alun, banyak penjaja kuliner khas Tasikmalaya yang menjajakan makanan tradisional seperti kueh balok, lengko, bakar ulen, mie tek-tek, kupat tahu, dan lain-lainnya. Meski beberapa di antaranya hampir punah, mereka masih tetap menjadi bagian dari budaya lokal.

Pada bulan Ramadhan, Alun-alun Kota Tasikmalaya menjadi tempat yang penuh sesak dengan para pedagang makanan. Mulai dari roda-roda kecil, tenda, hingga mobil keliling, semua menawarkan berbagai jenis makanan khas Ramadhan dengan harga terjangkau. Di sudut-sudut Alun-alun, biasanya ada pentas musik yang digelar untuk menunggu adzan magrib.

Keluarga dan pasangan kekasih sering menghabiskan malam di Alun-alun sambil menikmati suasana kota. Alun-alun ini termasuk wilayah Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Kota Tasikmalaya pernah dikenal sebagai Sang Mutiara dari Priangan Timur, dan lokasinya yang berada di jalur utama selatan Pulau Jawa, yaitu antara Kota Bandung dan Surabaya, membuatnya menjadi pusat transportasi penting.

Warga Tasikmalaya pasti pernah mengunjungi Alun-alun, baik hanya untuk olahraga ringan, healing, ngabuburit, atau sekadar berkumpul bersama teman dan keluarga. Letaknya yang strategis di pusat kota menjadikannya salah satu tempat yang sangat ikonik dan tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Kota Tasikmalaya.

Di malam hari, sejumlah roda-roda dan tenda penjaja makanan mulai berjejer di sekitar Alun-alun. Selain itu, di dalam area Alun-alun juga terlihat orang-orang yang menyewakan mainan anak seperti otoped, tempat mancing anak-anak, dan mandi bola. Di bangku-bangku beton dan sisi-sisi taman, tampak sepasang kekasih yang sedang asyik berbicara atau keluarga kecil yang tengah menyaksikan anaknya bermain mini bola.

Di sudut berbeda, beberapa pedagang asongan dengan sopan bergantian menawarkan kopi, rokok, atau makanan kecil kepada pengunjung yang sedang duduk-duduk santai.

“Alhamdulillah pak, kalau malam minggu, libur, atau bulan puasa cukup laku. Ya lumayan bisa buat makan keluarga di rumah,” ujar Jajat, warga Benda yang berjualan kopi, rokok, dan makanan kecil di bak mobilnya.

Tidak hanya Jajat, Eti, warga Lengkong Babakan, juga mengaku bahwa penghasilannya meningkat tiga kali lipat saat libur. Namun, ia mengakui bahwa saat sepi, tidak semua modal bisa kembali.

“Saya sudah lama jualan di sini, alhamdulillah kalau malam minggu bisa dapat banyak, apalagi kalau ada acara atau saat libur sekolah,” kata Eti yang menjual minuman segar kemasan sendiri.

Menghabiskan malam di Alun-alun Kota Tasikmalaya seperti menjelajahi dunia yang penuh dengan berbagai tawaran. Apalagi ketika melihat dua anak saling kejar-mengejar di atas otoped sewaan, atau sekelompok anak yang sedang bermain di taman. Bahkan ketika melihat keluarga kecil yang sedang menyantap makanan khasnya.

Di sebuah sudut, sepasang kekasih tengah asyik berswafoto sambil sesekali tertawa. Inilah dunia malam di Alun-alun Kota Tasikmalaya yang penuh dengan nilai-nilai historis dan nostaljik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *