Seragam Baru AirAsia, Kabin Perempuan Bisa Berhijab

Berita204 Dilihat

Pembaruan Kebijakan Seragam untuk Awak Kabin AirAsia

Maskapai penerbangan AirAsia mengumumkan pembaruan kebijakan seragam yang memungkinkan awak kabin perempuan menggunakan hijab saat bertugas. Keputusan ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keberagaman dan kenyamanan karyawan.

Seragam baru akan diluncurkan pada kuartal pertama 2026, tepat di bulan Ramadan. “Ini menjadi langkah AirAsia untuk memastikan setiap Allstar dapat bekerja dengan nyaman dan percaya diri dimanapun mereka bertugas,” ujar Group CEO AirAsia Aviation Group, Bo Lingam dalam keterangan yang diterima Tempo, Jumat 5 Desember 2025.

Bo Lingam menjelaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan budaya people-first AirAsia dan komitmen perusahaan untuk berkembang berdasarkan masukan dari karyawan dan publik. “AirAsia berupaya menciptakan lingkungan kerja di mana setiap karyawan merasa percaya diri, nyaman, dan bangga mewakili maskapai di seluruh rute yang dilayani,” ucapnya.

Pembaruan ini mencerminkan perkembangan AirAsia sebagai maskapai global dengan tenaga kerja yang beragam. “Seragam kami selalu mengedepankan profesionalisme, keselamatan, dan kenyamanan, dan perkembangan ini memperkuat fondasi tersebut dengan memberikan ruang bagi karyawan untuk tetap merepresentasikan AirAsia sesuai keyakinan mereka.”

Sebelumnya, awak kabin AirAsia telah mengenakan hijab pada rute tertentu seperti Jeddah, sesuai regulasi setempat. Kebijakan baru ini memperluas fleksibilitas tersebut kepada seluruh kru perempuan yang memilih untuk berhijab, sambil menjaga konsistensi di seluruh jaringan penerbangan AirAsia tanpa mengurangi identitas profesional dan ciri khas maskapai.

Group Head of Cabin Crew Department, Suhaila Hassan menambahkan bahwa Allstars AirAsia berasal dari berbagai latar belakang, budaya, dan keyakinan, tetapi disatukan oleh komitmen yang sama untuk memberikan layanan kelas dunia kepada para tamu. Hal ini tercermin dari berbagai penghargaan yang diraih setiap tahun.

Kebijakan ini mencerminkan semangat keberagaman dan dinamika yang menjadi ciri AirAsia. “Kami akan terus mengumpulkan masukan dari Allstars dan bekerja bersama mereka dalam penyusunan detail desain dan implementasinya sebelum kebijakan ini diberlakukan. Harapan kami, ini dapat dimulai pada Ramadhan tahun 2026,” kata Suhaila.

CEO Capital A, Tony Fernandes menyampaikan bahwa salah satu kekuatan terbesar AirAsia adalah Allstars yang beragam dan vokal. “Ketika awak kabin menyampaikan hal ini kepada manajemen, bagi kami penting untuk mendengarkan,” ujarnya.

Tony menghormati pandangan dan keyakinan berbeda sebagai bagian dari budaya yang menjadi faktor penting dalam kesuksesan AirAsia. “Inilah cara kami berkembang: dengan terus beradaptasi, dipandu oleh suara karyawan kami.”

Seragam merah ikonik AirAsia akan tetap digunakan, dengan opsi hijab dan celana yang dirancang secara profesional sebagaimana yang telah dikenakan kru pada rute Jeddah. Hal ini memastikan kenyamanan, keselamatan, dan konsistensi identitas merek di seluruh jaringan maskapai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *