Pertemuan Ernie Zakri dan Anggi Marito yang Menghasilkan Kolaborasi

Berita199 Dilihat

Awal Mula Kolaborasi yang Tidak Terduga

Sebuah pertemuan sederhana di restoran Jepang di Jakarta menjadi awal dari kolaborasi lintas negara antara dua penyanyi ternama, Ernie Zakri dari Malaysia dan Anggi Marito dari Indonesia. Kedua seniman ini berhasil menggabungkan suara, emosi, dan pengalaman dalam satu karya musik pop-ballad yang penuh makna, berjudul “Kisah Penuh Kecewa”.

Bagaimana Ide Kolaborasi Lahir

Dalam kunjungan ke kantor sebuah media pada Rabu, 29 Oktober 2025, Ernie Zakri menceritakan bagaimana ide kolaborasi ini pertama kali muncul. Saat itu, Universal Music Malaysia dan Universal Music Indonesia sedang menjajaki rencana proyek bersama. “Awal ketemunya karena ada satu rencana antara Universal Music Malaysia dan Indonesia. Jadi waktu aku datang ke Jakarta untuk meeting dengan tim Indonesia, mereka tanya apakah aku ingin bekerja sama dengan penyanyi di Indonesia? Ada yang menyebut nama Anggi Marito,” kata Ernie.

Bagi Ernie, nama Anggi sudah tidak asing lagi. Lagu “Tak Segampang Itu” milik Anggi bahkan sangat populer di Malaysia, membuatnya langsung tertarik dengan ide kolaborasi tersebut. “Aku pikir itu ide yang bagus, jadi kami tunggu kabar dari pihak Indonesia. Alhamdulillah, ternyata Anggi setuju,” ujarnya.



Penyanyi asal Indonesia Anggi Marito dan penyanyi asal Malaysia Ernie Zakri ketika mengunjungi kantor Tempo di Palmerah, Jakarta, 29 Oktober 2025. Tempo/Gunawan Wicaksono

Kesempatan Emas bagi Anggi Marito

Sementara itu, bagi Anggi Marito, tawaran berduet dengan Ernie Zakri terasa seperti kesempatan emas. Ia sudah lama mengagumi kualitas vokal dan penampilan panggung Ernie. “Begitu dapat tawaran, aku langsung mau. Aku sudah sering lihat performa Kak Ernie di YouTube, dan tahu juga lagu hits-nya ‘Masing-Masing’. Jadi waktu diminta kolaborasi, aku langsung gas aja,” ujar juara ketiga Indonesian Idol musim kesebelas itu sambil tersenyum.

Pertemuan Pertama di Jakarta

Momen pertama kali mereka bertemu justru berlangsung santai, bukan di studio atau ruang rapat, melainkan di sebuah restoran Jepang di Jakarta. “Waktu pertama kali ketemu, kami sebenarnya belum tahu mau bikin lagu seperti apa. Itu cuman buat kenalan aja,” kata Anggi.

Ernie menambahkan bahwa saat itu belum ada konsep lagu yang pasti. Namun, dari obrolan santai dan chemistry yang mulai terbangun, mereka merasa punya kesamaan dalam cara memandang musik dan emosi di balik lagu.

Pembentukan Konsep Lagu

Tak lama setelah itu, keduanya kembali bertemu dalam sesi workshop bersama Clara Riva dan Music Bisic sebagai komposer. Di situlah ide untuk membuat lagu tentang kekecewaan dalam cinta mulai terbentuk. “Kami sepakat bikin lagu yang mewakili banyak perempuan di luar sana, yang sering dikecewakan tapi tetap kuat. Karena punya pemahaman yang sama, akhirnya kita pilih tema itu,” ujar Anggi.

Hasil Akhir: “Kisah Penuh Kecewa”

Hasilnya adalah “Kisah Penuh Kecewa”, lagu pop-ballad dengan aransemen megah dan vokal yang saling melengkapi. Lagu ini menjadi bukti bahwa dua suara dari dua negara bisa berpadu indah dalam satu kisah yang menyentuh hati. Dengan lirik yang penuh makna dan suara yang harmonis, lagu ini telah mencuri hati para pendengar di seluruh Indonesia dan Malaysia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *