Perbedaan Nyeri Otot Biasa dan Cedera
Apakah kamu pernah merasakan nyeri otot setelah berolahraga? Jika iya, maka kamu tidak sendirian. Banyak orang mengalami hal ini terutama ketika mereka baru mulai bergerak setelah lama tidak berolahraga. Nyeri ini biasanya membuat seluruh tubuh terasa pegal dan nyeri.
Secara umum, nyeri otot sering disamakan dengan cedera otot. Bahkan, banyak orang memijat bagian yang sakit untuk meringankan rasa nyeri tersebut. Namun, tindakan ini bisa justru memperburuk kondisi jika yang dialami adalah cedera. Lalu, apa sebenarnya yang membedakan antara nyeri otot biasa dan cedera?
1. Penyebab Nyeri Otot Biasa dan Cedera
Dalam istilah medis, nyeri otot biasa dikenal sebagai delayed onset muscle soreness (DOMS). Penyebab utama dari kondisi ini adalah intensitas olahraga yang tinggi secara tiba-tiba. Hal ini menyebabkan robekan kecil pada otot, sehingga tubuh merespons dengan peradangan.
Studi dalam jurnal Rev Bras Ortop (Sao Paulo) menyebutkan bahwa penyebab cedera bisa langsung maupun tidak langsung. Cedera langsung terjadi akibat kerusakan pada area tertentu secara spontan, seperti laserasi atau memar pada kulit. Sementara itu, cedera tidak langsung disebabkan oleh beban mekanik yang berlebihan, sehingga menyebabkan robekan atau patahan pada otot.
2. Gejala Nyeri Otot Biasa Cenderung Ringan
Nyeri otot biasa bersifat tumpul dan biasanya akan membaik dalam beberapa hari. Berdasarkan informasi dari laman Healthline, gejala DOMS meliputi:
- Nyeri akan terasa saat meregangkan otot
- Otot terasa nyeri ketika disentuh
- Gerak otot terbatas karena nyeri dan kaku saat bergerak
- Kehilangan kekuatan otot jangka pendek
- Kelelahan otot
Berbeda dengan nyeri otot biasa, rasa nyeri cedera lebih tajam dan bisa disertai dengan memar atau bengkak. Cedera dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu ringan, sedang, dan berat. Tanda dan gejala cedera sesuai dengan tingkatannya masing-masing:
- Derajat 1 (ringan): edema (pembengkakan) dan rasa tidak nyaman
- Derajat 2 (sedang): otot kehilangan fungsinya dan ditemukan ekimosis (pecahnya pembuluh darah)
- Derajat 3 (berat): nyeri hebat, robekan, atau patahan yang parah dan hematoma (penumpukan darah di luar pembuluh darah)

3. Rentang Waktu Nyeri Biasa Lebih Singkat
Nyeri otot biasa biasanya terjadi 12 hingga 24 jam setelah berolahraga. Rasa nyeri biasanya berlangsung hanya 1 hingga 3 hari saja. Di sisi lain, nyeri akibat cedera akan berlangsung lebih lama, tergantung tingkat keparahannya.
Menurut laman Rapid Aid, nyeri cedera bisa bertahan beberapa bulan hingga bertahun-tahun. Pada tahap awal, biasanya muncul nyeri akut, yaitu rasa nyeri yang terjadi secara tiba-tiba setelah cedera.

4. Lokasi Cedera pada Area Tertentu
Nyeri otot biasa biasanya tersebar ke beberapa titik otot. Namun, lokasi nyeri cedera otot berada di persendian atau otot tertentu. Berikut adalah area yang sering terkena cedera setelah aktivitas berat:
- Cedera otot bagian punggung bawah: Akibat otot punggung yang tidak aktif dalam waktu lama
- Cedera bahu: Terjadi akibat penggunaan otot berlebihan
- Cedera pergelangan tangan: Beban berlebih dengan gerakan berulang memberikan tekanan besar pada pergelangan tangan
- Nyeri lutut: Terasa sekitar tempurung lutut, biasanya disertai suara berderit atau letupan
- Pergelangan kaki yang terkilir: Dapat terjadi ketika kamu lari, jalan, atau kehilangan keseimbangan
- Otot selangkangan ketarik: Bisa terjadi saat melakukan squat, sprint, atau lunge jika otot tidak siap

Jika ototmu mengalami cedera, sebagai pertolongan pertama kamu bisa menggunakan metode PRICE:
- Protection (Perlindungan)
- Rest (Istirahat)
- Ice (Es)
- Compression (Kompresi)
- Elevation (Elevasi)
Dari penjelasan di atas, kamu tentu sudah bisa membedakan nyeri otot biasa dan cedera. Kamu pun sudah tahu pertolongan pertama pada cedera. Selanjutnya, kamu perlu mendapatkan pertolongan medis untuk pengobatan yang tepat. Kuasai semuanya agar kamu bisa menangani cedera dengan tepat, ya!






