Pasien Konsultasi Kesehatan ke AI? Ini Tanggapan Dokter

News134 Dilihat

Peran AI dalam Kesehatan: Tantangan dan Peringatan dari Ahli

Dalam era digital yang semakin berkembang, kecerdasan buatan (AI) menjadi alat yang sangat berguna dalam berbagai bidang. Salah satu penggunaannya adalah sebagai sumber informasi kesehatan bagi masyarakat. Namun, meskipun AI bisa memberikan informasi awal tentang berbagai penyakit, ahli medis menegaskan bahwa AI tidak boleh dijadikan satu-satunya sumber diagnosis atau rekomendasi pengobatan.

Kepala Kelompok Staf Medik Hematologi Onkologi Medik RS Kanker Dharmais, Hilman Tadjoedin, mengingatkan bahwa pasien sebaiknya tidak mempercayai sepenuhnya AI untuk menentukan kondisi kesehatan mereka. “AI bisa saja mengatakan seseorang menderita anemia parah, padahal setelah diperiksa hasilnya berbeda. Oleh karena itu, informasi dari AI harus diperjelas dan diperhalus oleh dokter,” ujarnya dalam acara ROICAM 2025.

Hilman juga menekankan pentingnya konsultasi dengan dokter setelah mendapatkan informasi awal dari AI. Pasien yang terlalu mengandalkan AI cenderung menunda kunjungan ke dokter. Hal ini bisa berdampak buruk, terutama pada penyakit kanker. Jika diagnosis ditunda, maka pengobatan juga akan tertunda, sehingga risiko kondisi semakin memburuk.

Risiko Penundaan Pengobatan pada Penyakit Kanker

Penyakit kanker memiliki sifat yang sangat cepat menyebar jika tidak segera ditangani. Sel kanker bisa menggerogoti tubuh secara signifikan dalam waktu singkat. Oleh karena itu, pengobatan harus dilakukan secepat mungkin setelah diagnosis ditegakkan. “Yang diobati itu manusia, bukan mesin. Oleh karena itu, penanganan harus dilakukan oleh orang yang ahli,” tambah Hilman.

Data Kementerian Kesehatan dan Global Cancer Observatory (Globocan) menunjukkan tren yang mengkhawatirkan terkait jumlah kasus kanker di Indonesia. Pada tahun 2022, tercatat sebanyak 408.661 kasus baru dengan 242.099 kematian. Proyeksi menunjukkan bahwa jumlah kasus akan meningkat hingga 63 persen antara tahun 2025–2040 jika tidak ada intervensi signifikan. Bahkan, diperkirakan jumlah kasus akan meningkat lebih dari 70 persen pada tahun 2050 tanpa penguatan pencegahan dan deteksi dini.

Strategi Pemerintah dalam Menghadapi Kanker

Rencana Kanker Nasional 2024–2034 mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadapi tantangan pengendalian kanker. Pendekatan yang digunakan mencakup promosi kesehatan, pencegahan, pengobatan, hingga perawatan paliatif. Selain itu, pemerintah juga menekankan integrasi riset dan tata kelola sistem kesehatan. Langkah-langkah ini sejalan dengan rekomendasi dari organisasi kesehatan dunia, serta menunjukkan semangat politik yang kuat dalam menanggulangi penyakit kanker.

Tantangan dalam Menangani Kanker

Meskipun ada strategi yang kuat, masih banyak tantangan yang dihadapi masyarakat dalam menangani kanker. Salah satu tantangan utamanya adalah kesenjangan implementasi di berbagai daerah. Masalah ini meliputi keterlambatan diagnosis akibat fasilitas layanan kesehatan yang tidak merata. Akibatnya, banyak kasus kanker ditemukan pada stadium lanjut saat diagnosis dilakukan.

Selain itu, kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya deteksi dini masih rendah. Hal ini memperparah tingginya angka kanker stadium lanjut. Selain itu, biaya pengobatan kanker tergolong mahal, dan tidak semua lini terapi dapat ditanggung oleh skema pembayaran yang ada saat ini.

Keterbatasan Tenaga Kesehatan

Tantangan lainnya adalah jumlah tenaga kesehatan yang terbatas. Hingga September 2025, hanya 188 dokter yang bekerja sebagai konsultan hematologi onkologi medik (KHOM). Prediksi menunjukkan bahwa jumlah ini akan bertambah antara 150–250 orang dalam lima tahun ke depan. Meskipun demikian, jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan nyata.

Kendala-kendala ini berpotensi memperlebar jarak antara strategi dan realisasi di lapangan. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku kesehatan untuk mengatasi masalah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *