JAKARTA, situswanita.com
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengungkapkan rasa nostalgia saat memimpin apel pasukan TNI-Polri yang diikuti sebanyak 3.500 prajurit di Monas, Jakarta, Senin (20/10/2025) pagi.
Djamari mengatakan bahwa dalam momen tersebut, ia merasa seperti kembali menjabat sebagai komandan batalion meskipun sudah pensiun sebagai prajurit TNI.
“Saya merasa bangga berada di sini berhadapan dengan para prajurit. Tadi saya berbisik-bisik dengan Wapang, rasanya saya sebagai komandan batalion lagi untuk bertemu seperti ini,” kata Djamari dalam arahannya, Senin.
Diketahui, Djamari pernah menjabat sebagai komandan selama aktif sebagai prajurit TNI. Posisi yang pernah ia emban meliputi Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 330/Tri Dharma, Komandan Kodim 0501 Jakarta Pusat, hingga Kepala Staf Brigade Infanteri 18 Kostrad.
Bertemu dengan ribuan prajurit, Djamari juga merasa semakin yakin jika persoalan bangsa bisa dihadapi dengan baik. Ia berpesan kepada para prajurit untuk selalu bangga terhadap tugas dan tanggung jawab yang diemban.
Menurut Djamari, sebesar apa pun tanggung jawab yang diemban, prajurit tetap menjadi andalan bagi bangsa.
“Bahwa jabatan itu hanya membedakan tanggung jawab, tapi tanggung jawab secara besar semuanya ada pada kita dan sama tujuannya,” kata jenderal purnawirawan TNI itu.
“Oleh karena itu saya ucapkan selamat kepada kalian yang sudah ditempatkan pada posisi yang sangat terhormat ini,” imbuh dia.
Lebih lanjut, Djamari menegaskan bahwa ia tetap merasa sebagai prajurit TNI meskipun sudah pensiun. Maka dari itu, ia mengaku masih memegang seluruh sumpah prajurit TNI hingga kini.
“Sumpah kita sama, 1, 2, 3, 4, 5, sampai yang kelima, menjaga rahasia tentara yang sekeras-kerasnya. Pada saat saya pensiun, sumpah itu tidak pernah dicabut. Itu yang melekat pada diri saya sebagai seorang prajurit,” tutur Djamari.
Ribuan prajurit TNI-Polri yang mengikuti apel tersebut adalah mereka yang bertugas di wilayah Kodam Jaya sejak Agustus 2025. Pada kesempatan itu, Djamari juga menyerahkan bantuan logistik berupa makanan dan minuman kepada para prajurit sebagai bentuk apresiasi.
Pengalaman Berharga Sebagai Prajurit TNI
Pengalaman Djamari sebagai prajurit TNI memberikan dampak besar dalam kehidupannya setelah pensiun. Meski sudah tidak aktif dalam dinas militer, ia tetap menjaga jiwa dan semangat prajurit yang telah ia tanam sejak lama.
Beberapa hal yang membuat Djamari merasa dekat dengan para prajurit antara lain:
Kesamaan nilai dan prinsip yang dianut oleh semua prajurit, termasuk kesetiaan, keberanian, dan tanggung jawab.
Perasaan bangga ketika melihat para prajurit menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi.
* Rasa hormat terhadap pengabdian para prajurit yang tidak kenal lelah dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara.
Pesan Untuk Para Prajurit
Djamari menyampaikan pesan penting kepada para prajurit, khususnya dalam menghadapi tantangan di masa depan. Ia menekankan bahwa setiap prajurit memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas dan keamanan bangsa.
Ia juga menekankan bahwa jabatan atau posisi tidak akan pernah mengubah tanggung jawab yang harus diemban oleh setiap prajurit. Bahkan, semakin tinggi posisi seseorang, semakin besar pula tanggung jawab yang harus diambil.
Selain itu, Djamari mengingatkan para prajurit untuk tetap menjaga semangat dan motivasi dalam menjalani tugas. Ia percaya bahwa dengan semangat yang kuat, para prajurit akan mampu menghadapi segala tantangan.
Apresiasi Terhadap Kinerja Prajurit
Selain memberikan pesan-pesan penting, Djamari juga menunjukkan apresiasinya terhadap kinerja para prajurit. Ia menyerahkan bantuan logistik berupa makanan dan minuman sebagai bentuk dukungan dan apresiasi atas kerja keras mereka.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu para prajurit dalam menjalani tugas sehari-hari, terutama dalam kondisi yang cukup berat. Djamari menilai bahwa dukungan dari pihak luar sangat penting dalam mendukung semangat dan kinerja para prajurit.
Kehadiran Djamari dalam Apel Prajurit
Kehadiran Djamari dalam apel pra-jurit ini menunjukkan bahwa ia masih tetap peduli terhadap dunia militer dan para prajurit. Meskipun sudah pensiun, ia tetap aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan keamanan dan politik nasional.
Ia juga menunjukkan bahwa ia tetap merasa sebagai bagian dari TNI dan tidak pernah meninggalkan prinsip-prinsip yang ia anut selama bertugas. Hal ini mencerminkan sikap yang tulus dan penuh rasa cinta terhadap bangsa dan negara.











