Persik Kediri resmi mengakhiri kerja sama dengan Ong Kim Swee. Keputusan ini diumumkan melalui akun Instagram resmi klub pada Kamis, 27 November 2025. Dalam pernyataan yang dikeluarkan, Persik menyebut bahwa keputusan ini diambil setelah kedua pihak sepakat untuk berpisah. Alasan utama adalah rencana Ong Kim Swee untuk kembali ke Malaysia dan pertimbangan keluarga.
Pengumuman tersebut juga menandai laga terakhir Ong dalam musim ini. Kalimat “Once a purple, always a purple” menjadi penutup dari masa tugas pelatih asal Malaysia tersebut. Performa tim selama 12 pertandingan terakhir menjadi salah satu faktor utama dalam pengambilan keputusan. Persik hanya meraih tiga kemenangan, tiga hasil imbang, dan enam kekalahan, sehingga menunjukkan ketidakstabilan dalam performa.
Untuk memperbaiki situasi ini, manajemen Persik segera mencari sosok pelatih baru yang mampu memberikan dampak positif secara cepat. Empat nama pelatih berpengalaman pun masuk dalam daftar kandidat utama:
-
Bernardo Tavares
Pelatih asal Portugal yang sebelumnya menangani PSM Makassar. Ia baru saja meninggalkan klub pada 1 Oktober 2025, sehingga kini berstatus free agent. Selama menjabat sebagai pelatih PSM, Tavares berhasil membawa klub meraih gelar juara Liga 1 musim 2022/2023. Gaya tegas dan taktisnya membuatnya menjadi target yang sangat realistis. Meski demikian, Persik harus bersaing dengan klub lain untuk mendapatkan jasa pelatih yang berpengalaman ini. -
Kim Do-hoon
Pelatih asal Korea Selatan yang dikenal dekat dengan eks pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Prestasinya cukup gemilang, termasuk gelar juara bersama Ulsan Hyundai dan Lion City Sailors. Pengalamannya sebagai asisten pelatih Timnas U-20 Korea Selatan hingga 2014 menjadikannya sosok yang memiliki rekam jejak internasional. Saat ini, Kim tidak sedang menangani klub mana pun, sehingga kemungkinan besar bisa diajak bekerja sama. Namun, ia disebut membutuhkan tawaran kontrak dan gaji yang kompetitif. -
Joel Cornelli
Pelatih asal Brasil yang pernah melatih Arema FC. Selama masa tugasnya, Cornelli mencatatkan 10 kemenangan, lima imbang, dan lima kekalahan. Saat ini, ia masih melatih klub sepak bola wanita, sehingga proses negosiasi mungkin tidak semulus kandidat lain. Meskipun begitu, pengalaman dan gaya melatihnya yang modern dan terstruktur membuatnya tetap dipertimbangkan. Rekam jejaknya di Indonesia cukup baik, sehingga membuat namanya tetap relevan. -
Sergio Farias
Pelatih asal Brasil yang pernah menangani Persija Jakarta. Meski masa tugasnya di klub tersebut singkat, Farias sudah mengenal karakter sepak bola Indonesia. Ia pernah melatih klub-klub besar Asia seperti Pohang Steelers, Al Ahli, Al-Wasl, Suphanburi FC, dan Al-Hilal. Selain itu, ia juga pernah melatih Timnas U-17 Brasil pada 2001 hingga 2002. Saat ini, Farias tidak memiliki klub setelah berpisah dengan Kazma SC di Liga Utama Kuwait. Statusnya sebagai pelatih bebas membuatnya menjadi opsi menarik karena bisa didatangkan tanpa biaya tambahan.
Empat nama ini sebelumnya dikaitkan dengan Persebaya Surabaya, sehingga situasi ini membuat persaingan antara dua klub Jawa Timur semakin menarik. Persik bergerak cepat untuk memastikan tidak kalah langkah dari rivalnya. Keputusan akhir akan ditentukan oleh manajemen Macan Putih, yang harus memilih sosok pelatih terbaik untuk memimpin skuad.
Kebutuhan terhadap visi permainan yang jelas dan kemampuan mengoptimalkan pemain akan menjadi pertimbangan utama. Persikmania menantikan jawaban dari manajemen mengenai siapa yang akan menggantikan kursi Ong Kim Swee. Jika memilih dengan tepat, Persik memiliki peluang besar untuk bangkit dan menutup musim dengan hasil yang lebih baik.






