Makan Pedas Saat Hamil Bisa Sebabkan Keguguran? Mitos atau Fakta?

News67 Dilihat

Makan Pedas Saat Hamil: Benarkah Berbahaya?

Makan pedas selama kehamilan sering kali menjadi perbincangan hangat di kalangan ibu hamil. Banyak orang percaya bahwa makanan pedas bisa memicu keguguran atau masalah kesehatan lainnya. Namun, apakah benar demikian? Mari kita bahas secara lengkap.

Apakah Makan Pedas Aman Selama Kehamilan?

Menurut sumber kesehatan terpercaya, konsumsi makanan pedas selama kehamilan 100 persen aman. Artinya, makan pedas tidak akan membahayakan kondisi janin di dalam kandungan. Sebuah penelitian tahun 2019 yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa konsumsi makanan tertentu selama kehamilan dapat mengubah “rasa” cairan ketuban. Namun, belum ada studi yang secara khusus meneliti dampak makan pedas selama kehamilan.

Selain itu, makan pedas juga tergolong aman bagi ibu hamil. Namun, Bunda perlu memperhatikan porsi dan frekuensi konsumsinya agar tidak menyebabkan gangguan pencernaan.

Efek Makan Pedas Saat Hamil

Meskipun aman, makan pedas berlebihan bisa menyebabkan beberapa efek samping. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Gangguan pencernaan: Makan pedas bisa menyebabkan perut mulas, diare, atau rasa tidak nyaman.
  • Dehidrasi: Jika sering buang air besar, Bunda bisa mengalami dehidrasi.
  • Morning sickness: Pada trimester pertama, makan pedas bisa memperburuk gejala mual dan muntah.
  • Sakit maag: Perubahan hormon selama kehamilan membuat otot esofagus lebih relaks, sehingga asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. Makan pedas bisa memperparah kondisi ini.

Di trimester kedua dan ketiga, efek makan pedas bisa semakin terasa karena rahim yang membesar mendorong asam lambung lebih tinggi ke kerongkongan. Hal ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, mual, perut kembung, dan bahkan memicu GERD (refluks asam lambung).



Ilustrasi Ibu Hamil Makan Pedas/ Foto: Getty Images/iStockphoto/dzika_mrowka

Apakah Makan Pedas Bisa Memicu Kontraksi Persalinan?

Banyak orang percaya bahwa makan pedas bisa memicu kontraksi dan mempercepat waktu persalinan. Namun, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim ini. Menurut ahli nutrisi Jillian Kubala, MS, RD, jika ibu hamil merasa nyaman di usia kehamilan 38 minggu tanpa pembukaan, maka makan sepiring ayam pedas tidak akan membuatnya tiba-tiba siap untuk melahirkan.

Beberapa penelitian juga telah meneliti hubungan antara makan pedas dan persalinan. Salah satunya adalah studi yang diterbitkan di British Issues in Perinatal Care pada tahun 2011. Dalam penelitian tersebut, 50 persen dari 201 responden melaporkan bahwa mereka pernah mencoba induksi persalinan secara alami, termasuk dengan mengonsumsi makanan pedas.

Penyebab Keguguran Tidak Terkait dengan Makan Pedas

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), keguguran terjadi sebelum usia 13 minggu kehamilan. Sementara itu, WHO mendefinisikan keguguran sebagai kondisi bayi meninggal di dalam kandungan sebelum usia 28 minggu. Penyebab keguguran belum diketahui secara pasti, tetapi tidak ada kaitannya dengan makan pedas.

Berikut beberapa kemungkinan penyebab keguguran:

  1. Kelainan kromosom: Sekitar setengah dari keguguran dini disebabkan oleh kelainan kromosom pada embrio.
  2. Kondisi medis: Infeksi, diabetes, tekanan darah tinggi, dan gangguan autoimun bisa meningkatkan risiko keguguran.
  3. Gaya hidup tidak sehat: Merokok, konsumsi alkohol, penggunaan narkoba, serta paparan zat berbahaya bisa meningkatkan risiko keguguran.

Kesimpulan

Secara umum, makan pedas selama kehamilan aman dan tidak akan memicu keguguran. Namun, Bunda perlu memperhatikan porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi agar tidak menyebabkan gangguan kesehatan. Jika Bunda merasa tidak nyaman atau memiliki riwayat kesehatan tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi makanan pedas.



Begini Reaksi Janin saat Ibu Hamil Makan Pedas dan Dampaknya



Tiba-tiba Mengidam Makanan Pedas? Ini Penyebabnya Menurut Pakar



Studi Temukan Makan Pedas saat Hamil Bisa Kurangi Risiko Bunda Terkena Diabetes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *