Liburan Akhir Tahun: 7 Desa Wisata Klaten yang Harus Dikunjungi

Berita110 Dilihat

Liburan Nataru yang Tenang dan Menyenangkan di Klaten

Liburan Natal dan Tahun Baru sering kali identik dengan kemacetan, keramaian, dan biaya yang tinggi. Namun, bagi Anda yang ingin menghabiskan waktu liburan dengan suasana yang lebih tenang dan penuh makna, Klaten menawarkan alternatif yang sangat menarik. Desa wisata menjadi pilihan favorit karena menyajikan keaslian desa, budaya lokal, panorama alam yang indah, serta penginapan yang terjangkau.

Sejak tahun 2025, sejumlah desa wisata di Klaten semakin populer berkat konsep slow living dan eco-tourism yang mereka tawarkan. Ini membuatnya cocok untuk siapa pun yang ingin liburan santai, jauh dari hiruk-pikuk kota, tetapi tetap ramah di kantong. Berikut adalah tujuh desa wisata di Klaten yang layak masuk agenda libur Nataru Anda:

1. Desa Wisata Ponggok, Polanharjo

Desa Ponggok dikenal sebagai pelopor desa wisata mandiri di Klaten. Daya tarik utamanya adalah Umbul Ponggok, sebuah air terjun alami dengan air yang jernih dan cocok untuk aktivitas snorkeling. Suasana desa yang tertata rapi dan fasilitas wisata yang lengkap membuatnya menjadi tempat yang nyaman. Homestay milik warga juga tersedia dengan harga terjangkau.

Alamat: Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten

Patokan: Sekitar 500 meter dari Balai Desa Ponggok

HTM Umbul Ponggok: Rp15.000 (weekday), Rp20.000 (weekend)

2. Desa Wisata Ngerangan, Bayat

Ngerangan merupakan desa wisata yang berbasis budaya dan kerajinan gerabah. Wisatawan dapat melihat proses pembuatan gerabah tradisional dan bahkan ikut workshop sederhana. Lingkungan desa masih asri dengan hamparan sawah dan perbukitan. Homestay tersedia dengan konsep rumah warga.

Alamat: Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten

Patokan: Dekat sentra kerajinan gerabah Bayat

HTM: Gratis (aktivitas workshop dikenakan biaya sukarela)

3. Desa Wisata Sidowayah, Polanharjo

Sidowayah menawarkan wisata umbul alami yang lebih tenang dibanding Ponggok. Airnya jernih dan suasana pedesaan yang masih sangat alami. Cocok untuk wisata keluarga dan pencari ketenangan. Desa ini juga mengembangkan wisata berbasis komunitas dan lingkungan.

Alamat: Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten

Patokan: Sekitar 1 km dari Umbul Ponggok

HTM Umbul: Rp10.000

4. Desa Wisata Janti, Jogonalan

Desa Janti dikenal dengan Umbul Janti yang dikelilingi pepohonan dan suasana desa yang sejuk. Selain wisata air, pengunjung bisa menikmati kuliner tradisional dan suasana pedesaan yang ramah. Homestay warga cocok untuk wisatawan yang ingin menginap lebih lama.

Alamat: Desa Janti, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten

Patokan: Sekitar 10 menit dari Candi Prambanan

HTM: Rp10.000

5. Desa Wisata Banyuanyar, Wedi

Banyuanyar menawarkan pengalaman wisata pertanian dan alam pedesaan. Wisatawan dapat ikut aktivitas bertani, memancing, hingga jelajah sawah. Desa ini cocok untuk liburan edukatif bersama keluarga. Suasana desa masih sepi dan jauh dari jalur wisata utama.

Alamat: Desa Banyuanyar, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten

Patokan: Dekat area persawahan Wedi bagian selatan

HTM: Gratis (beberapa paket aktivitas berbayar)

6. Desa Wisata Candirejo, Ngawen

Candirejo menonjolkan wisata budaya dan tradisi lokal. Wisatawan bisa belajar memasak makanan tradisional, melihat kesenian desa, hingga mengikuti kegiatan warga. Lingkungan desa masih hijau dan tenang, cocok untuk refleksi akhir tahun.

Alamat: Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten

Patokan: Sekitar 15 menit dari Candi Plaosan

HTM: Gratis (paket wisata budaya mulai Rp25.000)

7. Desa Wisata Kebonharjo, Karangnongko

Kebonharjo menjadi salah satu desa wisata yang mulai naik daun di 2025. Panorama sawah dan perbukitan menjadi daya tarik utama. Desa ini cocok untuk wisatawan yang ingin benar-benar menjauh dari keramaian. Aktivitas eco-tourism seperti jelajah desa dan edukasi lingkungan terus dikembangkan.

Alamat: Desa Kebonharjo, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten

Patokan: Sekitar 20 menit dari pusat Kota Klaten

HTM: Gratis

Libur Nataru tak harus selalu ramai dan mahal. Desa wisata di Klaten menawarkan pengalaman liburan yang lebih pelan, dekat dengan alam, dan sarat nilai budaya. Selain menenangkan pikiran, berkunjung ke desa wisata juga membantu menggerakkan ekonomi lokal. Jika Anda ingin liburan tanpa macet dan penuh makna, tujuh desa wisata ini layak masuk daftar kunjungan. Klaten punya banyak cara untuk membuat liburan akhir tahun terasa lebih hangat dan berkesan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *