Peningkatan Aktivitas Wisata di Kota Malang Selama Libur Natal dan Tahun Baru
Atmosfer libur Natal dan Tahun Baru kembali memberikan angin segar bagi sektor pariwisata Kota Malang. Arus wisatawan yang memanfaatkan libur panjang akhir tahun membuat aktivitas pariwisata semakin dinamis, terutama di kawasan pusat kota yang menjadi destinasi favorit.
Kondisi ini berdampak langsung pada meningkatnya tingkat hunian hotel serta ramainya sejumlah destinasi unggulan. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa laporan sementara dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia menunjukkan tren okupansi hotel yang stabil sejak hari biasa. Pada kondisi normal, keterisian kamar berada di kisaran 60 hingga 70 persen, namun angka tersebut melonjak signifikan ketika memasuki akhir pekan.
Menurut Baihaqi, peningkatan hunian semakin terasa menjelang puncak libur Nataru, terutama mulai 25 Desember hingga malam pergantian tahun. Beberapa hotel yang berada di kawasan pusat kota bahkan dilaporkan mengalami kelebihan permintaan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kondisi penuh tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah Kota Malang.
“Hotel-hotel di tengah kota memang cenderung lebih cepat penuh karena akses dan kedekatannya dengan pusat aktivitas wisata. Tetapi untuk memastikan, kami masih akan melakukan konfirmasi lanjutan dengan PHRI,” ujarnya.
Selain sektor perhotelan, destinasi wisata di Kota Malang juga menunjukkan peningkatan kunjungan. Kawasan heritage Kayutangan kembali menjadi magnet utama wisatawan yang ingin menikmati suasana kota lama dengan sentuhan sejarah dan kuliner. Di sisi lain, kampung-kampung tematik seperti Kampung Warna-Warni turut merasakan dampak positif dengan meningkatnya jumlah pengunjung.
Geliat liburan tidak hanya berhenti pada destinasi wisata, tetapi juga merambah pusat perbelanjaan. Baihaqi menyebut Malang Olympic Garden masih menjadi salah satu titik keramaian tertinggi, baik bagi warga lokal maupun wisatawan. Lonjakan pengunjung dinilai sebagai hal wajar mengingat momen libur panjang yang biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk berbelanja dan bersantai.
Meski demikian, Baihaqi menilai peningkatan jumlah wisatawan tahun ini masih dalam batas yang realistis dan tidak melonjak ekstrem dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ia optimistis target kunjungan wisata Kota Malang tahun 2025 sebesar 3,3 juta orang dapat tercapai, meskipun tanpa lonjakan drastis hingga puluhan persen.
“Kenaikan itu pasti ada, tapi tidak sampai 35 atau 40 persen. Destinasi kita relatif tetap, jadi pertumbuhannya lebih ke arah stabil dan berkelanjutan,” jelasnya.
Untuk menjaga momentum positif tersebut, Disporapar menekankan pentingnya penguatan identitas pariwisata perkotaan sebagai keunggulan utama Kota Malang. Wisata kuliner, belanja, pendidikan, serta kampung tematik dinilai perlu terus dikembangkan melalui inovasi dan kreativitas.
Baihaqi menutup dengan menegaskan bahwa kualitas pelayanan menjadi kunci utama. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga daya saing pariwisata Kota Malang agar tetap menarik bagi wisatawan, tidak hanya saat musim liburan, tetapi sepanjang tahun.
Berbagai Destinasi Wisata yang Menarik Minat Wisatawan
-
Kawasan Heritage Kayutangan
Tempat ini kembali menjadi magnet utama wisatawan yang ingin merasakan suasana kota lama dengan sentuhan sejarah dan kuliner khas Malang. -
Kampung Warna-Warni
Salah satu kampung tematik yang ikonik, kampung ini berhasil menarik banyak pengunjung karena keindahan dan nuansa yang unik. -
Malang Olympic Garden
Sebagai pusat perbelanjaan yang ramai, Malang Olympic Garden menjadi tempat favorit bagi wisatawan dan warga lokal untuk berbelanja dan bersantai.






