Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Hati
Hati adalah organ terbesar dalam tubuh manusia yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Segala jenis zat kimia, racun, infeksi, dan proses pencernaan akan melewati hati sebelum diproses lebih lanjut. Kerusakan hati yang berlangsung lama tidak hanya mengganggu fungsi tubuh tetapi juga dapat berkembang menjadi kanker hati, salah satu jenis kanker dengan tingkat kematian tertinggi di dunia. Oleh karena itu, pemeriksaan kondisi liver sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.
Penyebab Kerusakan Hati
Gangguan pada hati bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi virus seperti hepatitis A, B, dan C. Selain itu, gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi alkohol berlebihan, pola makan tinggi lemak, serta obesitas yang memicu perlemakan hati (fatty liver) juga menjadi penyebab utama kerusakan hati. Perlemakan hati dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan organ hati yang berujung pada sirosis.
Menurut Prof. Rino Alvani Gani Sp.PD, KGEH, sekitar 60-70 persen kasus perlemakan hati atau penumpukan lemak di sekitar organ hati akan memicu peradangan dan kerusakan organ hati. Ia menegaskan bahwa gaya hidup tidak sehat seperti banyak mengonsumsi makanan manis dan berlemak bisa menyebabkan perlemakan hati, yang termasuk jadi penyebab utama kanker hati. Di Indonesia, penyebab nomer satu kanker ini adalah infeksi hepatitis, baru diikuti dengan perlemakan.
Gejala Kanker Hati
Kanker hati seringkali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Bahkan, ukuran tumornya sudah mencapai 10 sentimeter saja tidak bergejala. Namun, ketika gejala mulai muncul, biasanya sudah terlambat. Beberapa gejala yang sering dialami pasien kanker hati antara lain rasa nyeri pada perut bagian atas, pembengkakan perut, badan lemas, kulit kuning, atau berat badan turun tanpa sebab.
Deteksi Dini Kesehatan Hati
Mengingat perjalanan penyakit kanker hati yang cukup panjang, sekitar 20-30 tahun, deteksi dini sangat penting. Jika kerusakan organ hati ditemukan sejak awal maka kerusakannya bisa diperlambat, bahkan dihentikan dengan obat-obatan dan terapi lain. Prof. Rino merekomendasikan deteksi dini kesehatan hati bagi orang yang memiliki riwayat kanker hati dalam keluarga, mengalami obesitas, punya penyakit diabetes dan hipertensi, serta ada penyakit hepatitis.
Pemeriksaan fibroscan, yaitu semacam USG hati dengan hasil yang akurat, sangat direkomendasikan untuk mendeteksi adanya jaringan parut (fibrosis), perlemakan hati, hingga tingkat keparahan hepatitis. Fibroscan membantu dokter dalam diagnosis penyakit hati secara lebih tepat dan cepat.
Langkah Pencegahan
Sebelum terlanjur sakit, lakukan pencegahan sejak sekarang. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain vaksinasi hepatitis B, pemeriksaan rutin jika memiliki riwayat hepatitis atau sirosis, batasi konsumsi alkohol, serta jaga berat badan ideal. Dengan melakukan pencegahan dan deteksi dini, risiko terkena kanker hati bisa diminimalkan.
Kesimpulan
Kesehatan hati sangat penting untuk menjaga fungsi tubuh secara keseluruhan. Kerusakan hati yang berlangsung lama bisa berkembang menjadi kanker hati, yang merupakan penyakit serius dengan tingkat kematian tinggi. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hati secara rutin, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko. Dengan pencegahan dan deteksi dini, kita bisa melindungi diri dari ancaman kanker hati.












