Kunci Peningkatan Keterampilan Anak melalui Literasi Teknologi

News61 Dilihat

Peran Literasi Teknologi dalam Pendidikan Anak

Debora Wibianne, kepala akademik EduALL, menekankan pentingnya literasi teknologi dan pengembangan keahlian khusus yang harus diajarkan kepada anak-anak saat ini. “Selain literasi terhadap teknologi, meningkatkan soft skills seperti komunikasi, kolaborasi, leadership, dan kemampuan beradaptasi juga menjadi kunci penting agar anak mampu menghadapi masa depan baik di universitas maupun saat sudah bekerja nanti,” ujarnya.

EduALL bersama Indonesia Mengajar menggelar acara STEM+ Wonderlab, sebuah inisiatif pendidikan yang menggabungkan pendekatan akademik dan nilai sosial dalam satu ruang inspiratif. Dalam sesi Parent Talk bertajuk Securing Your Child’s Future in the Age of AI, para orang tua diajak memahami perkembangan Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan di tahun 2025. AI dinilai tidak hanya mengubah tatanan pendidikan dan pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang besar yang dapat dimanfaatkan oleh orang tua dan anak. “AI bukan ancaman, melainkan keahlian yang perlu dikuasai agar kita bisa terus bersaing dengan zaman yang semakin pesat berkembang,” kata Devi, CEO & Founder EduALL.

Membangun Masa Depan lewat Proyek Nyata

Bagian utama acara ini adalah Passion Project Expo, di mana para mentee EduALL memamerkan proyek-proyek personal mereka yang mencakup bidang sains, teknologi, teknik, matematika, dan seni (STEM+). Proyek ini tidak hanya menjadi bukti kemampuan akademik, tetapi juga mencerminkan kepedulian terhadap isu-isu sosial dan lingkungan di sekitar mereka.

Salah satu contohnya adalah Unaisa, yang mengembangkan Temuhara, sebuah solusi kreatif untuk keterbatasan pilihan skincare alami yang lembut dan ramah kulit sensitif. “Saya percaya bahwa bahan-bahan alami Indonesia punya kekuatan besar untuk merawat, bukan sekadar mempercantik. Dengan Temuhara, saya ingin mengajak orang kembali percaya pada kekuatan alam,” ujar Unaisa.

Proyek lainnya datang dari Evan Felix Santoso, dengan proyeknya Aqua Vision yaitu program Machine Learning yang mampu mendeteksi berbagai jenis sampah plastik di permukaan air dengan kondisi berbeda. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan upaya pemantauan lingkungan melalui deteksi plastik yang lebih akurat di laut, sungai, dan danau, sehingga dapat menyediakan data berharga untuk inisiatif pembersihan serta riset polusi. “Buat saya, teknologi seharusnya tidak hanya canggih, tapi juga bermanfaat untuk menyelamatkan bumi,” katanya.

Workshop Eksploratif untuk Pembelajaran Aktif

Acara ini juga diramaikan dengan Hands-on STEM Workshops, hasil kolaborasi dengan mitra-mitra EduALL seperti Sahabat MS, Makeblock x Cyberspace, X-Interval Singapore, ASIA Business Simulation by ASEEDER dan partner lainnya. Workshop ini dirancang agar anak-anak bisa belajar dengan cara eksploratif dan aplikatif. Dimulai dari eksperimen sains sederhana hingga proyek teknologi interaktif.

Pentingnya Personal Project Sebagai Pelengkap University Admission

Pada sesi kedua, STEM+ Wonderlab menghadirkan Sharon Angela, Uni App Strategist EduALL dan Katyana Mawira, mentee sekaligus Brand Ambassador EduALL, untuk mendalami topik Uni Admission Winning Formula. Katyana akan mendiskusikan project organic natural perfume yang sedang ia kerjakan. Sekaligus perjalanan mentoringnya bersama EduALL. Sesi ini bertujuan untuk menekankan betapa pentingnya memiliki personal project dan mentor untuk membentuk profil student yang kuat agar dapat bersaing pada proses pendaftaran ke universitas top dunia.

Kontribusi untuk Pendidikan Nasional

STEM+ Wonderlab juga membuka kesempatan bagi para pengunjung untuk turut berkontribusi pada pendidikan nasional. Seluruh hasil donasi dari acara ini akan disalurkan ke program-program Indonesia Mengajar, khususnya untuk mendukung penguatan pendidikan di wilayah-wilayah yang masih tertinggal. Tim dari EduALL dan Indonesia Mengajar juga hadir untuk menjawab pertanyaan seputar mentoring, pendidikan tinggi, hingga peluang keterlibatan dalam gerakan sosial pendidikan.

“Kami percaya bahwa pendidikan adalah usaha bersama. Lewat kolaborasi seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa siapa pun bisa ambil bagian dalam membangun masa depan Indonesia, mulai dari ruang kelas hingga ruang proyek siswa,” ujar Drastiana Nisa, Public Engagement Manager Indonesia Mengajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *