Kulit Bergelombang? Ini Perbedaan Lipedema dan Selulit

Berita58 Dilihat

Perbedaan antara Lipedema dan Selulit

Lipedema dan selulit sering kali disalahpahami sebagai kondisi yang sama. Keduanya dapat membuat permukaan kulit tampak tidak rata, bergelombang, dan memengaruhi kepercayaan diri seseorang. Namun, di balik penampakan yang mirip, keduanya memiliki perbedaan signifikan.

Selulit merupakan masalah kosmetik yang umum terjadi, terutama pada perempuan. Tampilan lekukan kecil di kulit—biasanya di paha, bokong, atau perut—tidak berhubungan dengan masalah kesehatan serius. Selulit tidak menyebabkan rasa sakit atau gangguan fisik. Sebaliknya, lipedema adalah kondisi medis yang bisa berkembang secara perlahan. Orang dengan lipedema mengalami penumpukan lemak yang tidak normal, biasanya di area pinggul, paha, hingga betis. Dengan waktu, lipedema bisa menimbulkan rasa nyeri, membuat kaki terasa berat, memengaruhi cara berjalan, hingga mengurangi mobilitas.

Untuk memahami lebih dalam bagaimana membedakan kedua kondisi ini, berikut penjelasannya:

1. Pengertian Selulit dan Lipedema

Selulit

Selulit adalah kondisi kosmetik umum yang ditandai dengan tampilan kulit yang berlesung pipit atau berbenjol-benjol, sering digambarkan memiliki tekstur seperti kulit jeruk. Ini bukan kondisi medis, melainkan variasi normal dalam cara penyimpanan lemak di bawah kulit. Sekitar 80–90 persen perempuan pascapubertas terkena selulit, sedangkan laki-laki lebih jarang terdampak.

Lipedema

Lipedema adalah kondisi kronis yang ditandai dengan penumpukan lemak simetris, terutama di ekstremitas bawah. Kondisi ini diperkirakan memengaruhi satu dari 72.000 orang dan 11 persen perempuan, tetapi sering salah didiagnosis sebagai obesitas atau limfedema. Lipedema diklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan bagian tubuh yang terkena, seperti Tipe 1, Tipe 2, Tipe 3, Tipe 4, dan Tipe 5.

2. Perbedaan Penyebab Lipedema dan Selulit



Selulit

Penyebab selulit sangat beragam, termasuk pola makan, genetik, kehamilan, gaya hidup sedenter, hormon, dan kenaikan berat badan. Selulit tidak menyebabkan kondisi kesehatan yang merugikan dan sebagian besar dokter menganggapnya sebagai kondisi alami.

Lipedema

Penyebab pasti lipedema belum sepenuhnya dipahami, tetapi diyakini terjadi akibat kombinasi faktor genetik, hormonal, dan vaskular. Faktor risiko meliputi jenis kelamin perempuan, riwayat lipedema dalam keluarga, dan indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 35.

3. Perbedaan Gejala Lipedema dan Selulit

Selulit

Gejala utama selulit adalah kulit yang tampak seperti berlesung pipit. Ini paling sering muncul di paha dan bokong, tetapi juga terbentuk di payudara, perut, dan lengan atas. Selulit diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahannya, mulai dari Tingkat 0 hingga Tingkat 3.

Lipedema

Gejala lipedema meliputi penumpukan lemak simetris pada ekstremitas bawah dan/atau atas, nodul jaringan lemak yang keras di bawah kulit, nyeri, sensasi berat, mudah memar, kelelahan, dan ketidakmampuan untuk menurunkan berat badan melalui olahraga dan diet. Lipedema berkembang melalui empat tahap, masing-masing mencerminkan peningkatan keparahan.

4. Diagnosis Selulit dan Lipedema



Selulit

Selulit biasanya mudah didiagnosis dengan pemeriksaan kulit berdasarkan penampilannya yang khas.

Lipedema

Kriteria diagnostik klinis lipedema meliputi riwayat lipedema dalam keluarga, penumpukan jaringan lemak bilateral, simetris, dan tidak proporsional pada anggota tubuh yang tidak mengenai tangan dan kaki, serta gejala seperti rasa berat dan tegang pada anggota tubuh yang terkena. Dokter dianjurkan untuk melakukan tes tanda Stemmer.

5. Penanganan Lipedema dan Selulit

Selulit

Pengobatan selulit dapat meliputi pengobatan topikal, seperti krim dan losion berpotensi membantu mengurangi tampilan selulit. Pengobatan medis seperti terapi gelombang akustik dan prosedur laser juga tersedia. Perubahan gaya hidup seperti makanan seimbang dan olahraga rutin juga dapat membantu.

Lipedema

Meskipun tidak ada obat untuk lipedema, pengobatan dapat membantu mengurangi gejala dan menghentikan perkembangan penyakit. Pilihan pengobatan meliputi menjaga berat badan, rutinitas perawatan kulit, terapi kompresi, sedot lemak, dan pembedahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *