Kolaborasi Ciptakan Wisata Sehat, Pameran Seni Daur Ulang Hadir

Berita313 Dilihat

Kolaborasi TMII dan AQUA untuk Pariwisata Berkelanjutan

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan produsen air minum dalam kemasan (AMDK) AQUA mengadakan kemitraan yang bertujuan untuk mewujudkan praktik wisata yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Kolaborasi ini mencakup peningkatan edukasi serta penguatan infrastruktur pengelolaan sampah plastik di kawasan TMII, serta penyediaan hidrasi sehat bagi pengunjung obyek wisata di Jakarta.

VP General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto, menyampaikan bahwa tujuan dari kolaborasi ini adalah agar pengunjung dapat mendapatkan hidrasi yang baik sekaligus mewujudkan TMII yang ramah lingkungan. Ia menegaskan komitmen AQUA dalam mendorong pariwisata berkelanjutan. “Kami bangga dapat menjalankan kolaborasi strategis dengan TMII untuk pelestarian warisan budaya bangsa Indonesia serta mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan,” katanya.

Upaya ini sejalan dengan Gerakan Wisata Bersih yang diluncurkan Kementerian Pariwisata, sehingga kemitraan ini diharapkan bisa menghadirkan pengalaman wisata yang lebih berkualitas, bersih, dan relevan dengan nilai keberlanjutan. Dalam hal ini, TMII dan AQUA akan menghadirkan ekosistem pengumpulan dan pengelolaan sampah plastik pascakonsumsi berupa dua unit reverse vending machine (RVM), satu unit waste station (WS), dan sejumlah dropbox di kawasan TMII.

Dalam kemitrapan ini, semua sampah plastik dari seluruh ekosistem pengelolaan sampah di TMII, yaitu RVM, dropbox, dan juga WS, semuanya akan bermuara kepada ekosistem daur ulang AQUA, untuk kemudian diolah menjadi bahan baku botol plastik kembali.

Pelaksana Tugas Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, menambahkan bahwa kolaborasi ini memperkuat peran TMII dalam mengedukasi masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga keberlanjutan lingkungan, dimulai dari tindakan sederhana seperti memilah dan mengelola sampah plastik pascakonsumsi. “Kami berharap langkah ini dapat menjadi contoh nyata bahwa pelestarian budaya dan lingkungan dapat berjalan berdampingan,” ujarnya.

Menurut dia, inisiatif tersebut sejalan dengan program Gerakan Wisata Bersih yang diluncurkan Kementerian Pariwisata untuk meningkatkan kualitas destinasi yang aman, nyaman, sehat, inklusif, dan berwawasan lingkungan.

Pada kesempatan tersebut juga digelar Vir-ART-lity, pameran hasil kompetisi instalasi seni yang dibuat dari upcycling botol-botol plastik PET. Ajang ini merupakan kompetisi instalasi seni yang memanfaatkan botol plastik PET hasil upcycling sebagai material utama. Kolaborasi ini ingin menegaskan bahwa sampah plastik dapat memiliki nilai baru ketika diolah dengan pendekatan kreatif.

Dalam pelaksanaannya, Vir-ART-lity melibatkan tiga seniman nasional sebagai dewan juri dan menampilkan 15 instalasi seni terpilih karya mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Kompetisi ini tidak hanya menjadi panggung bagi inovasi anak muda, tetapi juga mengajak pengunjung untuk memahami potensi limbah plastik sebagai medium artistik. Pendekatan seni dipilih agar pesan keberlanjutan dapat diterima dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Dwi Siti Qurrotu Aini, yang akrab disapa Sisi, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini sebagai wadah yang dapat memperlihatkan keragaman cara generasi muda dalam mengolah limbah menjadi karya bernilai tinggi. “Di antara karya para peserta lain dalam kompetisi aku merasa tidak begitu menonjol dibanding peserta lain. Karya-karya lain memiliki teknik pengolahan sampah yang segar dan inovatif. Menurutku pameran ini sebagai wadah yang dapat memperlihatkan keragaman cara generasi muda dalam mengolah limbah menjadi karya bernilai tinggi,” kata Sisi.

Menurut Sisi, keberadaan ajang pamer seperti ini sangat penting untuk mendorong kreativitas serta kesadaran sosial generasi muda. Ia menilai bahwa ajang seperti ini masih jarang diadakan, sehingga kesempatan untuk menunjukkan karya berbasis isu lingkungan sangatlah berharga. Selain itu, ia berharap pameran dan kegiatan seni semacam ini dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Lewat karya yang ditampilkan, Sisi ingin mengajak lebih banyak orang untuk melihat limbah bukan sebagai masalah, tetapi sebagai peluang untuk menciptakan sesuatu yang berdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *