Peran Pendidikan dalam Membentuk Lulusan Global
Di era digital yang semakin berkembang pesat, penting bagi para pelajar untuk memiliki pemahaman lintas budaya. Hal ini disampaikan oleh Faizah Sari, manajer kerja sama universitas Prasetiya Mulya, yang menekankan bahwa pendidikan tidak lagi bisa berjalan sendiri. Kampus-kampus kini harus menjalin kerja sama dengan institusi internasional agar mampu menciptakan lulusan yang siap menghadapi tantangan global.
Kolaborasi antar universitas bukan hanya meningkatkan daya saing di pasar kerja, tetapi juga memberikan pengalaman dan perspektif baru kepada mahasiswa. Dengan memperluas jaringan akademik dan penelitian, lembaga pendidikan dapat memberikan pelatihan yang lebih komprehensif kepada para siswanya.
Program IDegree sebagai Inisiatif Global
Salah satu inisiatif yang dilakukan oleh Prasetiya Mulya adalah melalui program IDegree dengan Woosong University di Korea Selatan. Program ini merupakan pertukaran kredit berbasis daring yang ditujukan bagi mahasiswa sarjana. “Kami mengirim lima mahasiswa terbaik School of STEM untuk mengikuti perkuliahan daring selama satu semester di Woosong University,” ujar Faizah.
Program ini bertujuan untuk memperluas eksposur global mahasiswa, memberikan pengalaman lintas budaya, serta meningkatkan kompetensi dan daya saing internasional mereka. Tim Prasetiya Mulya memilih peserta berdasarkan kemampuan akademik terbaik di bidangnya. Selain itu, penguasaan bahasa Inggris menjadi syarat utama karena seluruh program dilaksanakan dalam bahasa tersebut.
Faizah berharap kegiatan ini tidak hanya membekali mahasiswa dengan ilmu dan keterampilan mutakhir, tetapi juga membuka cakrawala mereka terhadap tantangan dan peluang global.
Pengalaman Mahasiswa dalam Program IDegree
Salah satu peserta program ini adalah Gede Hadrian Astrawinata, mahasiswa Digital Business Technology angkatan 2024. Ia merasa bersyukur diberi kesempatan untuk mempelajari teknologi dan pengembangan web dari sisi user experience melalui kerja sama Prasmul dengan Woosong University. “Alasan saya memilih program studi Digital Business Technology di Prasmul adalah untuk mengasah sisi bisnis saya. Saya tidak hanya ingin menjadi lulusan yang siap bekerja, tetapi juga menciptakan lapangan kerja,” katanya.
Tujuan Gede setelah lulus adalah menjadi technopreneur di ranah Web3 dan blockchain. Ia percaya bahwa program ini memberinya wawasan yang lebih luas tentang dunia teknologi dan bisnis.
Sementara itu, Bernardus Patrick, mahasiswa AI & Robotics angkatan 2022, mengikuti kelas Leadership. Ia menilai bahwa selain keilmuan, kemampuan soft skill seperti kepemimpinan menjadi penting di dunia kerja. “Saya ingin lebih banyak belajar bagaimana melakukan pendekatan dan memahami sudut pandang orang lain dengan lebih baik,” ujarnya.
Keuntungan Kerja Sama Internasional
Melalui kolaborasi dengan universitas internasional, mahasiswa tidak hanya mendapatkan akses pada keahlian baru, tetapi juga memperluas jaringan dan pengalaman global. Program IDegree adalah contoh nyata dari upaya Prasetiya Mulya dalam mempersiapkan lulusannya menghadapi dunia yang semakin terhubung.
Dengan pendekatan yang terbuka dan kolaboratif, universitas dapat membantu mahasiswa mengembangkan potensi mereka secara maksimal. Melalui program-program seperti ini, generasi muda akan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan, baik di tingkat nasional maupun internasional.






