Jenis-Jenis Pneumonia dan Cara Mengenali serta Mengobatinya
Pneumonia adalah infeksi yang menyerang kantung udara kecil di paru-paru (alveoli). Kantung-kantung ini bisa mengandung nanah atau cairan, sehingga menyebabkan penyakit ringan hingga berat. Tingkat keparahan penyakit ini sangat bergantung pada faktor-faktor seperti usia dan jenis pneumonia yang dialami.
Mengetahui jenis pneumonia yang dimiliki sangat penting agar dapat mendapatkan perawatan yang tepat. Berbagai jenis pneumonia memerlukan pengobatan yang berbeda-beda. Misalnya, satu kelompok bakteri penyebab pneumonia mungkin tidak merespons antibiotik yang sama dengan kelompok lain. Selain itu, antibiotik tidak akan efektif jika penyebab pneumonia disebabkan oleh virus atau beberapa penyebab lain yang lebih jarang.
Dengan mengetahui jenis pneumonia, dokter dapat merencanakan pengobatan yang sesuai. Pneumonia dikelompokkan dalam tiga kategori besar, yaitu pneumonia berbasis bakteri, infeksi jamur, dan virus.
1. Pneumonia yang Didapat di Rumah Sakit
Pneumonia yang didapat di rumah sakit (hospital-acquired pneumonia) terjadi saat seseorang sedang dirawat di rumah sakit. Kondisi ini bisa menjadi serius karena bakteri yang menyebabkan pneumonia bisa resisten terhadap antibiotik. Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko pneumonia ini antara lain:
- Dirawat menggunakan alat bantu napas.
- Tidak cukup kuat untuk batuk dan membersihkan paru-paru.
- Menggunakan tabung trakeostomi untuk membantu bernapas.
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat penyakit atau pengobatan.
2. Pneumonia Komunitas
Pneumonia komunitas (community-acquired pneumonia) adalah jenis pneumonia yang disebabkan oleh penularan dalam masyarakat, bukan lingkungan rumah sakit. Pneumonia ini bisa disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Vaksin dapat membantu melindungi dari virus flu dan beberapa bakteri yang bisa menyebabkan pneumonia. Dokter biasanya menentukan jenis pneumonia komunitas berdasarkan penyebabnya, yakni bakteri, virus, atau jamur.
3. Pneumonia Bakteri
Pneumonia bakteri adalah bentuk pneumonia komunitas yang disebabkan oleh bakteri, salah satunya adalah Streptococcus pneumonia. Bakteri ini biasanya hidup di saluran pernapasan bagian atas dan bisa masuk ke paru-paru, menyebabkan infeksi. Penyebab lain pneumonia bakteri termasuk:
- Mycoplasma pneumoniae.
- Chlamydophila pneumoniae.
- Legionella pneumophila.
Pengobatan untuk pneumonia bakteri umumnya menggunakan antibiotik yang spesifik. Namun, dokter harus mengidentifikasi bakteri penyebabnya terlebih dahulu. Risiko terkena pneumonia bakteri lebih tinggi jika sistem kekebalan tubuh lemah atau memiliki kondisi seperti asma, emfisema, atau penyakit jantung. Gejala pneumonia bakteri meliputi:
- Batuk berdahak.
- Demam di atas 38 derajat Celcius.
- Napas cepat.
- Sesak napas.
- Nyeri dada.
- Kelelahan.
4. Pneumonia Virus

Pneumonia komunitas juga bisa disebabkan oleh virus. Beberapa virus yang dapat menyebabkan pneumonia antara lain:
- Respiratory syncytial virus (RSV).
- Virus influenza.
- Virus parainfluenza.
- Adenovirus.
- Virus campak.
- COVID-19.
Gejala umum pneumonia virus meliputi demam, menggigil, batuk kering, hidung tersumbat, nyeri otot, sakit kepala, kelelahan, dan kelemahan. Antibiotik tidak efektif untuk mengobati pneumonia virus, tetapi obat antivirus dan kortikosteroid bisa digunakan jika infeksi diketahui lebih awal. Untuk kasus yang lebih parah, mungkin dibutuhkan oksigen tambahan, sedangkan untuk kasus ringan, istirahat dan minum air cukup bisa membantu.
5. Pneumonia Berjalan
Pneumonia berjalan (walking pneumonia) adalah bentuk pneumonia bakteri yang tidak terlalu parah. Terkadang disebut sebagai pneumonia atipikal. Meskipun gejalanya ringan, orang masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Pneumonia berjalan paling sering disebabkan oleh M. pneumoniae, yang biasanya menyebabkan infeksi ringan pada sistem pernapasan. Gejala meliputi demam, batuk, sakit kepala, dan menggigil. Pengobatan biasanya menggunakan antibiotik, dan gejala batuk bisa bertahan selama beberapa minggu.
6. Pneumonia Jamur

Jamur adalah penyebab pneumonia yang kurang umum. Ini bisa terjadi akibat menghirup spora jamur. Risiko meningkat jika sistem kekebalan tubuh melemah karena transplantasi organ, kemoterapi, atau HIV. Orang dengan pekerjaan tertentu seperti petani, pekerja lanskap, atau anggota militer juga lebih rentan karena kontak dengan spora jamur. Gejala pneumonia jamur mirip dengan jenis lainnya, seperti demam dan batuk.
7. Pneumonia Kimia
Pneumonia kimia disebabkan oleh racun yang terhirup, seperti gas klorin. Bisa juga terjadi akibat menghirup asap dari pembersih, kolam renang, atau penyegar udara. Gejala akut meliputi kesulitan bernapas, batuk, dan sensasi terbakar di dada. Untuk pengobatan, kortikosteroid bisa membantu mengurangi peradangan, dan perawatan suportif seperti oksigen tambahan mungkin diperlukan.
8. Pneumonia Aspirasi

Pneumonia aspirasi terjadi saat seseorang tidak sengaja menghirup zat ke dalam paru-paru, seperti asam lambung atau partikel makanan. Kondisi ini sering terjadi pada orang dengan gangguan saraf, kesulitan menelan, atau penggunaan alkohol. Perawatan bervariasi, mulai dari oksigen dan pencegahan aspirasi hingga penggunaan antibiotik jika ada infeksi sekunder.
Pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai bakteri, jamur, atau virus. Dengan mengetahui jenis pneumonia yang dimiliki, kamu akan lebih dekat untuk pulih. Pengobatan bisa berupa antibiotik, oksigen tambahan, atau istirahat, sesuai dengan jenis pneumonia yang diidap.









