Pemkot Surabaya Pasang Barrier Beton di Jalan Basuki Rachmat
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah memasang barrier beton di ruas Jalan Basuki Rachmat. Langkah ini dilakukan setelah jalan tersebut mengalami kerusakan akibat tindakan kelompok massa pada gelombang kerusuhan yang terjadi di akhir Agustus 2025. Barrier beton ini ditempatkan untuk mencegah kecelakaan lalu lintas dan mengurangi risiko orang-orang yang menyeberang secara sembarangan.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa pemasangan barrier beton bertujuan untuk melindungi pengguna jalan. Ia menyampaikan bahwa pengguna jalan sering mengeluhkan adanya orang yang menyeberang tanpa memperhatikan rambu lalu lintas.
“Maka dari itu, ini alasan diberi separator (pembatas jalan beton) itu fungsinya biar nggak langsung nyerobot (menyeberang jalan sembarangan) dan buka-buka barrier jalan,” ujar Eri saat berbicara di Surabaya, Senin (20/10).
Eri juga menjelaskan alasan pemilihan barrier beton dibandingkan bahan plastik yang sebelumnya digunakan. Menurutnya, barrier beton lebih aman karena tidak mudah digeser, sehingga tidak membahayakan pengendara yang melintas.
“Karena kalau pakai yang plastik itu, orang mudah menggeser kemudian lewat (memotong jalan). Kalau nggak gitu digeser dilewati (orang menyeberang),” tambahnya.
Ajakan untuk Bersama-sama Menjaga Fasilitas Umum
Selain itu, Wali Kota Eri mengajak seluruh warga dan pengguna jalan untuk saling menjaga fasilitas umum (fasum) yang telah disediakan. Ia menekankan bahwa fasilitas tersebut tidak boleh menjadi sumber bahaya bagi diri sendiri maupun orang lain.
“Makanya kalau dilihat dahulu (barrier plastik) itu kan miring-miring nggak karuan. Ayo saling jaga. Kalau sudah ditutup barrier jangan belok memotong jalan, agar apa? Nggak ada kecelakaan,” ajaknya.
Perhatian Khusus untuk Pejalan Kaki
Eri juga memberikan pesan khusus kepada pejalan kaki. Ia menegaskan bahwa Pemkot Surabaya telah menyediakan fasilitas jembatan penyeberangan orang (JPO) yang dilengkapi dengan lift. Fasilitas ini dirancang untuk memudahkan pejalan kaki dalam menyeberang.
“Sudah ada lift, maka bisa menggunakan lift di JPO. Itu untuk apa? menghindari kecelakaan, karena (Jalan Basuki Rachmat) itu jalur cepat. Saya akan koordinasi dengan Kasatlantas (tentang pelanggaran lalu lintas),” ujarnya.
Penutup
Dengan pemasangan barrier beton dan penyediaan fasilitas JPO, Pemkot Surabaya berupaya meningkatkan keselamatan berkendara dan berjalan kaki. Eri berharap semua pihak dapat bekerja sama dalam menjaga lingkungan yang aman dan nyaman.






