Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan Saat Menghadapi Persalinan Darurat
Persalinan di klinik atau rumah sakit adalah cara teraman untuk melahirkan. Namun, ada kalanya bayi lahir sebelum waktunya atau dalam kondisi darurat. Misalnya, ketika ibu hamil belum sampai ke tempat layanan kesehatan atau mengalami persalinan prematur. Dalam situasi seperti ini, penting bagi keluarga atau orang yang menemani untuk mempersiapkan diri dan tahu langkah-langkah yang tepat.
Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus dilakukan jika menghadapi situasi persalinan darurat:
1. Segera Hubungi Layanan Darurat
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera menghubungi layanan darurat setempat. Dengan begitu, petugas medis bisa segera datang dan memberikan bantuan. Jika memungkinkan, juga hubungi dokter atau bidan untuk mendapatkan informasi tambahan. Pastikan pintu utama atau jalur masuk lainnya tidak terkunci agar petugas dapat masuk dengan cepat. Jika sedang berkendara, segera parkir dan nyalakan lampu hazard.
2. Siapkan Ruang yang Nyaman untuk Ibu
Ibu perlu ruang yang nyaman untuk berbaring atau duduk. Letakkan beberapa bantal dan seprai bersih agar bayi tidak terkena lantai yang kotor. Selain itu, pastikan ibu memiliki minimal satu bantal di bawah pinggulnya. Ibu bisa berbaring miring hingga proses persalinan selesai. Menempatkan ibu di lantai akan membantu mencegah bayi jatuh jika kamu tidak memegangnya dengan baik.
3. Kumpulkan Barang yang Dibutuhkan
Sebelum melakukan tindakan lebih lanjut, pastikan kamu sudah menyiapkan semua barang yang dibutuhkan. Berikut beberapa perlengkapan yang diperlukan:
- Handuk bersih
- Selimut
- Bantal
- Sarung tangan steril
- Kantong plastik
- Mangkuk
- Air minum untuk ibu
Jika handuk tidak tersedia, kamu bisa menggunakan pakaian kering yang bersih sebagai pengganti.
4. Cuci Tangan dan Periksa Jalan Lahir
Bayi yang baru lahir sangat rentan terhadap infeksi. Oleh karena itu, pastikan kamu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum membantu ibu melahirkan. Setelah mencuci tangan, hindari menyentuh apa pun kecuali ibu dan bayi. Periksa jalan lahir: saat serviks melebar, kepala bayi akan mulai muncul. Jika kepala bayi sudah tampak, artinya persalinan sudah dekat.
Jika kamu tidak bisa melihat kepala bayi karena tertutup selaput, gunakan tangan bersih untuk menjepit dan memutar selaput tersebut. Selaput ini adalah kantung ketuban, yang biasanya mudah pecah. Setelah kantung ketuban pecah, proses persalinan akan menjadi lebih mudah dan cepat.
5. Bantu Bayi Keluar
Letakkan tangan di depan kepala bayi dan biarkan ia keluar secara alami. Jangan mencoba menarik atau memaksanya keluar. Bayi akan meluncur perlahan saat rahim ibu berkontraksi. Kamu bisa membantu kepala bayi keluar dengan memberikan tekanan lembut pada pangkal vagina di dekat perineum.
Pastikan kamu tidak menarik bayi! Yang bisa kamu lakukan adalah mengarahkan bahunya keluar, dimulai dari bahu bagian atas. Jika ada kesulitan, kamu bisa memberi tekanan pada perut ibu tepat di atas tulang kemaluan untuk mendorong bahu bagian agar keluar. Begitu bahu keluar, bayi akan segera keluar. Pegang bayi dengan erat agar tidak jatuh karena bayi yang baru lahir sangat licin.
6. Bersihkan Jalan Napas Bayi
Saat kepala bayi sudah keluar, minta ibu berhenti mengejan. Selanjutnya, bersihkan hidung dan mulut bayi dengan bulb spuit. Jika kamu tidak memiliki alat tersebut, gunakan handuk bersih untuk menyeka cairan dan selaput dari jalan napas bayi.
Jika tali pusat melilit leher bayi, coba selipkan tali pusat ke kepala bayi. Namun, jika kamu tidak bisa membetulkan posisi tali pusat, tetap lahirkan bayinya.
7. Catat Waktu Kelahiran
Setelah bayi lahir, catat waktu kelahirannya di selembar kertas atau ponsel. Selanjutnya, dorong kontak kulit-ke-kulit antara ibu dan bayi dengan meletakkan bayi di dada ibu. Setelah kontak kulit-ke-kulit dimulai, keringkan bayi dengan lembut menggunakan handuk bersih atau pakaian kering. Tutupi ibu dan bayi dengan kain bersih dan kering yang tersedia, mulai dari kepala hingga kaki, namun biarkan wajah terbuka agar bayi dapat bernapas.
8. Penanganan Jika Bayi Tidak Menangis
Jika bayi tidak segera menangis, gunakan handuk atau pakaian kering untuk menggosok punggung bayi dengan lembut namun kuat. Kamu juga dapat mengusap ke bawah salah satu lubang hidung bayi untuk membantu mengeluarkan lendir atau cairan apa pun. Posisikan bayi dengan kepala sedikit lebih rendah dari badannya untuk membantu memudahkan keluarnya cairan.
9. Keluarkan Plasenta
Setelah bayi lahir, plasenta akan segera keluar. Plasenta akan keluar secara alami dalam waktu sekitar 10 atau 15 menit. Pastikan kamu tidak memaksa atau menarik plasenta dan membiarkannya keluar dengan sendirinya. Terakhir, bawa ibu dan bayi ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu bisa membantu persalinan darurat dengan lebih aman. Namun, ingat bahwa meskipun kamu berhasil melakukan semua langkah tersebut, tetap carilah bantuan medis secepatnya untuk ibu dan bayi.








