Hotman Paris Terima Permintaan Bantuan Ammar Zoni, Tapi Belum Siap Bersikap, Mengapa?

Berita107 Dilihat

Penjelasan Hotman Paris Mengenai Kasus Ammar Zoni

Hotman Paris Hutapea, seorang pengacara ternama, telah menerima surat dari aktor Ammar Zoni melalui perantara Ustaz Derry Sulaiman. Meskipun permintaan bantuan hukum tersebut sempat membuat heboh publik, Hotman Paris belum berani mengambil sikap lebih lanjut terkait kasus ini.

Menurut penjelasan Hotman Paris, surat yang diterimanya berasal dari Ammar Zoni sendiri, yang menjelaskan kronologi kejadian yang menyebabkan sang aktor dituduh sebagai pengedar narkoba di dalam rutan. Namun, ia masih membutuhkan waktu untuk memahami secara mendalam tentang kasus tersebut sebelum bisa memberikan tanggapan resmi.

“Saya hanya membalas surat tersebut sebagai bentuk persahabatan dengan Ustaz Derry Sulaiman. Tapi saya belum bisa melakukan apa-apa karena saya belum mengerti kasusnya,” ujar Hotman Paris saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, pada Jumat (17/10/2025).

Hotman Paris juga menegaskan bahwa ia belum dapat memberikan komentar lebih lanjut mengenai potensi keterlibatan timnya, Hotman 911, dalam kasus ini. Ia mengatakan bahwa ia belum mengetahui detail lengkap dari kasus tersebut, sehingga sulit baginya untuk memberikan pendapat atau tindakan lebih lanjut.

Pernyataan Keluarga Ammar Zoni

Di sisi lain, keluarga Ammar Zoni menunjukkan dukungan penuh terhadap sang aktor, sekaligus menyampaikan kekecewaan atas penanganan kasus yang menimpa kakaknya. Aditya Zoni, adik kandung Ammar, membantah tudingan bahwa kakaknya adalah pengedar narkoba. Ia yakin 100 persen bahwa Ammar adalah korban dari penyalahgunaan narkotika, bukan seorang pengedar seperti yang diberitakan.

“Saya yakin 100 persen Bang Ammar bukan pengedar. Dia korban, bukan seperti yang diberitakan,” tegas Aditya Zoni di kawasan Sudirman Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025).

Aditya menilai bahwa Ammar seharusnya mendapatkan perawatan medis, bukan justru dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan dengan risiko tinggi seperti Nusakambangan. Ia mengkritik perlakuan terhadap kakaknya dan membandingkannya dengan sistem yang tidak adil.

“Abang saya itu sakit karena narkotika. Harusnya direhabilitasi, bukan dimasukkan ke lembaga masyarakat yang masih banyak kebocorannya,” ujarnya dengan nada prihatin.

Kekesalan Keluarga Terhadap Pemindahan ke Lapas Nusakambangan

Pemindahan Ammar Zoni ke Lapas Nusakambangan juga menjadi pukulan berat bagi keluarga. Aditya Zoni mengaku syok lantaran baru mengetahui kabar itu dari media, bukan melalui pemberitahuan resmi dari pihak lapas. Ia menilai prosedur yang dilakukan pihak Lapas telah melanggar SOP.

“Harusnya keluarga itu dikasih tahu dua sampai tiga hari sebelum pemindahan. Itu SOP-nya,” lanjutnya.

Meskipun pihak Lapas mengklaim telah mengirim surat, Aditya menegaskan bahwa ia belum menerima surat tersebut. Ia merasa bahwa proses pemindahan ini terlalu berlebihan dan tidak sesuai dengan status Ammar sebagai korban.

“Bang Ammar itu bukan bandar, bukan pengedar. Dia itu korban dari sistem yang salah,” katanya.

Aditya juga menepis rumor yang menyebut keluarganya sudah lelah dan tidak lagi memberikan dukungan. Ia menegaskan bahwa keluarga tetap mendukung Ammar, apa pun keadaannya.

“Kalau ada yang bilang keluarga sudah muak, itu enggak benar. Kami tetap dukung Bang Ammar, apa pun keadaannya,” tegasnya.

Permintaan Perhatian dari Pihak Berwenang

Mengakhiri komentarnya, Aditya meminta perhatian dari pihak berwenang, mengingat rekam jejak Ammar Zoni sebagai atlet pencak silat yang pernah mengharumkan nama bangsa. Ia berharap agar kasus ini dapat ditangani dengan lebih baik dan penuh perhatian.

“Tolonglah, abang saya ini punya potensi besar. Dia sudah bawa nama Indonesia lewat pencak silat, pernah dapat emas juga. Jadi saya mohon banget supaya kasus ini dikawal,” ujarnya.

“Sampai kapan pun dia tetap abang saya. Mau gimana pun juga, saya akan dukung dia,” pungkas Aditya Zoni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *