Hari Diabetes Sedunia Fokus pada Perawatan Terpadu Sepanjang Hidup

Berita140 Dilihat

Peringatan Hari Diabetes Sedunia Tahun Ini

Setiap tanggal 14 November diperingati sebagai Hari Diabetes Sedunia. Penyakit ini memengaruhi berbagai kalangan, termasuk anak-anak, orang dewasa, dan lansia. Tema yang diusung oleh WHO untuk tahun ini adalah “Diabetes di semua tahap kehidupan.” Hal ini menunjukkan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam menghadapi penyakit ini.

Catharina Boehme, pejabat berwenang dari WHO Asia Tenggara, dalam pernyataannya menekankan perlunya pendekatan yang adil dan responsif terhadap pencegahan, diagnosis, serta pengelolaan diabetes. Ia juga menyerukan kepada berbagai pihak seperti pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk meningkatkan komitmen dan upaya dalam mengatasi beban diabetes.

Pendekatan Sepanjang Hidup

Kampanye ini menekankan pentingnya pendekatan sepanjang hidup untuk pencegahan dan pengelolaan diabetes. Mulai dari anak-anak yang membutuhkan perawatan yang tepat dan disesuaikan di rumah dan sekolah. Tujuannya adalah membantu mereka tumbuh, belajar, dan berkembang dengan baik.

Bagi penderita diabetes selama masa kehamilan, dukungan kesehatan sangat penting untuk menjaga kesejahteraan ibu dan bayi. Sementara itu, bagi lansia, diperlukan dukungan dan pengetahuan berkelanjutan agar mereka dapat mengelola kondisi mereka dan mengurangi risiko komplikasi.

Jenis-Jenis Diabetes

Diabetes merupakan penyakit metabolik kronis yang bisa menyebabkan kerusakan pada jantung, ginjal, saraf, dan mata jika tidak didiagnosis atau ditangani dengan benar. Terdapat dua jenis utama, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Diabetes tipe 1 biasanya dimulai pada masa anak-anak dan remaja. Saat ini belum ada cara untuk mencegahnya, tetapi dapat dikelola melalui pengobatan dan perawatan intensif. Di sisi lain, diabetes tipe 2 dapat dicegah dengan gaya hidup sehat, seperti aktivitas fisik rutin, pola makan seimbang, serta menghindari konsumsi tembakau dan alkohol. Obat-obatan dan gaya hidup sehat juga dapat membantu mencegah komplikasi pada penderita diabetes tipe 2.

Angka Penderita Diabetes di Kawasan Asia Tenggara

Menurut data dari badan kesehatan PBB, lebih dari 279 juta orang dewasa di kawasan Asia Tenggara hidup dengan diabetes. Selain itu, jumlah kasus yang tidak terdiagnosa, tidak diobati, atau tidak dikontrol dengan baik masih tinggi. Hanya satu dari tiga orang dewasa penderita diabetes yang menerima perawatan, dan kurang dari 15 persen kadar glukosa darahnya terkontrol dengan baik.

Boehme menambahkan bahwa kawasan Asia Tenggara telah merespons tantangan ini melalui komitmen dan tindakan kolektif. Salah satunya adalah implementasi paket teknis WHO HEARTS dalam pelayanan kesehatan primer. Pada tahun 2024, pengesahan ‘Colombo Call for Action’ untuk memperkuat pencegahan dan pengendalian diabetes di kawasan WHO Asia Tenggara juga dilakukan. Termasuk akses terhadap pengobatan yang terjangkau, seperti insulin dan alat pemantau glukosa darah mandiri melalui paket manfaat jaminan kesehatan nasional.

Upaya dan Kebijakan yang Diterapkan

Menurut Boehme, sebagian besar negara anggota telah memiliki protokol manajemen diabetes berbasis bukti yang spesifik untuk obat dan dosis, serta menyediakan setidaknya satu obat hipoglikemik di tingkat fasilitas kesehatan. “Saya gembira mencatat bahwa lebih dari 33 juta penderita diabetes telah ditempatkan pada manajemen berbasis protokol di fasilitas kesehatan umum di seluruh kawasan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *